Korban Tewas dan Luka Menurun Selama Gencatan Senjata di Yaman, Ledakan Ranjau Darat Masih Mengancam Warga

12 May 2022, 14:58.
Foto: Muath Kadam/NRC

Foto: Muath Kadam/NRC

YAMAN (NRC) – Jumlah korban meninggal maupun luka dari kalangan warga sipil Yaman telah menurun sebanyak 50 persen lebih sejak perjanjian gencatan senjata dimulai 2 April lalu.

Sebulan sebelum gencatan senjata tersebut, 213 warga sipil terluka dan tewas akibat perang yang berkecamuk di Yaman.

Pada bulan berikutnya, jumlah tersebut berkurang menjadi 95, menurut data Civilian Impact Monitoring Project.

“Angka-angka tersebut memberikan bukti jelas mengenai manfaat gencatan senjata. Selama sebulan terakhir, banyak keluarga dapat terselamatkan dari hancurnya kehidupan yang disebabkan kehilangan anggota keluarganya akibat perang yang tidak berarti,” kata Erin Hutchinson, Direktur Norwegian Refugee Council untuk Yaman.

“Demi warga Yaman dan masa depan mereka, kami berharap pihak-pihak yang terkait konflik akan memperpanjang gencatan senjata ini,” lanjut Hutchinson.

Perjanjian gencatan senjata selama dua bulan ini terjadi setelah konflik Yaman berlangsung selama lebih dari tujuh tahun.

Data menunjukkan penurunan jumlah korban yang signifikan dari serangan udara dan penembakan.

“Selama bertahun-tahun, kehidupan warga di Yaman telah hancur akibat perang. Gencatan senjata ini menawarkan harapan akan terjadinya perdamaian nasional yang nyata. Kami mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk mematuhi komitmen mereka dan bekerja untuk menemukan resolusi damai atas konflik ini, yang telah menewaskan dan melukai ribuan orang, serta merampas penghidupan bagi jutaan warga,” kata Hutchinson.

Meskipun sejak gencatan senjata terjadi pengurangan tajam dalam serangan dan tindak kekerasan, jumlah korban yang terluka maupun terbunuh akibat ranjau darat dan sisa bom yang tidak meledak tetap sama. Ini menjadi pertanda akan bahaya sisa-sisa peperangan yang tetap dapat terjadi di masa damai.

“Bahwa orang-orang masih terluka dan terbunuh akibat ranjau darat dan alat-alat peledak, menunjukkan sangat dibutuhkannya perdamaian dalam jangka panjang sehingga sisa-sisa peperangan ini dapat disingkirkan. Dengan demikian, lebih banyak nyawa dapat diselamatkan,” tambah Hutchinson.

Data:

-Jumlah korban sipil 3 Maret–2 April: 213

-Jumlah korban sipil 3 April–2 Mei: 95

-Korban sipil akibat serangan udara 3 Maret–2 April: 30

-Korban sipil akibat serangan udara 3 April–2 Mei: 0

-Korban sipil akibat ranjau darat 3 Maret–2 April: 26

-Korban sipil akibat ranjau darat 3 April–2 Mei: 24

(Sumber: Civilian Impact Monitoring Project)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Bunuh Pemuda Palestina di Daerah Bireh Ramallah
Deportasi Warga Rohingya dari Jammu Picu Kepanikan, Sejumlah Muhajirin Pilih Kembali ke Bangladesh »