PCBS: 74 Tahun Nakba, Jumlah Penduduk Palestina Meningkat Hampir 10 Kali Lipat

16 May 2022, 20:46.
Foto: Shehab News Agency

Foto: Shehab News Agency

PALESTINA (Palinfo | Shehab News Agency) – Menurut Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS), jumlah total penduduk Palestina di seluruh dunia mencapai 12,4 juta pada akhir tahun 2021.
Artinya, jumlah orang Palestina telah berlipat ganda sekira sepuluh kali lipat sejak peristiwa Nakba pada tahun 1948.

Statistik juga menunjukkan saat ini warga Palestina merupakan 49,9% dari populasi yang tinggal di wilayah Palestina bersejarah.

Selanjutnya, penjajah zionis terus menguasai 85% dari total wilayah Palestina, yang berjumlah 27 ribu kilometer persegi.

Ahad (15/5/2022), PCBS melaporkan bahwa jumlah total muhajirin Palestina adalah sekira 6,4 juta orang, 28,4% di antaranya tinggal di 58 kamp.
PCBS menggarisbawahi bahwa ini adalah prakiraan jumlah minimum pengungsi (muhajirin) karena banyak dari mereka yang tidak terdaftar.

Berdasarkan laporan PCBS yang dikeluarkan pada peringatan 74 tahun Nakba, peristiwa Nakba mengakibatkan perpindahan 800.000 orang Palestina dari 1,4 juta orang Palestina yang tinggal di Palestina bersejarah pada tahun 1948 di 1.300 desa dan kota.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa jumlah syuhada Arab dan Palestina telah meningkat mencapai 100.000 orang sejak Nakba, sementara satu juta orang telah ditangkap sejak 1967.

Warga Palestina memperingati Hari Nakba setiap tahun pada tanggal 15 Mei; mengenang penggusuran paksa 800.000 warga Palestina, penghancuran 500 desa, dan pembantaian sejumlah besar warga.

Berikut 16 fakta sejarah peristiwa Nakba Palestina 1948 (Sumber data: Shehab News Agency)

1. Jumlah penduduk Palestina sebelum terjadi tragedi Nakba sekira 1,4 juta jiwa. Sedangkan jumlah warga Yahudi hanya 605.000, yakni 30% dari jumlah total penduduk di Palestina.

2. Sekitar 93% luas tanah Palestina–sebelum Nakba–adalah hak milik rakyat Palestina.

3. Sementara luas tanah milik penjajah zionis hanya 7% setelah pembagian wilayah tahun 1947.

4. Sesuai keputusan pembagian wilayah pada bulan November 1947, tanah seluas 56% diberikan kepada “negara palsu zionis”.

5. Sekira 50% (497.000 jiwa) penduduk “negara palsu zionis” adalah warga Arab-Palestina dan 80% kepemilikan tanah di “negara palsu zionis” adalah milik warga Palestina.

6. Sebelum Nakba, warga Palestina menempati 1.300 desa dan kota di Palestina. Akan tetapi, saat tragedi Nakba, penjajah mengambil alih 774 desa dan kota, di mana 531 di antaranya hancur total.

7. Sekira 85% (lebih dari 840.000 jiwa) warga Palestina yang tinggal di wilayah-wilayah yang dijadikan negara palsu bernama ‘Israel’ saat tragedi Nakba terpaksa hijrah ke Tepi Barat, Gaza, dan negara-negara Arab.

8. Selama tragedi Nakba, gerombolan serdadu zionis melakukan 70 lebih pembantaian atas warga Palestina dan korban tewas lebih dari 15.000 jiwa.

9. Sekitar 93% luas tanah “negara palsu zionis” adalah hak milik pengungsi Palestina.

10. Tahun 1948, sebanyak 78% tanah Palestina dipakai untuk mendirikan negara palsu ‘Israel’.

11. Tahun 1948, penjajah ‘Israel’ menyita lebih dari 1.717.800 hektare tanah rakyat Palestina.

12. Hanya sekira 150.000 warga Palestina yang masih bertahan tinggal di wilayah Palestina yang diduduki negara palsu ‘Israel’.

13. Sekitar 70% tanah milik warga Palestina berpindah tangan ke zionis kurun 1948 hingga awal 50-an.

14. Saat ini 75% rakyat Palestina berstatus sebagai pengungsi.

15. 50% lebih warga Palestina tinggal di bawah tekanan di luar garis wilayah Palestina.

16. Saat ini jumlah keseluruhan penduduk di wilayah Palestina sekira 11,8 juta. Sekira 51% di antaranya adalah pemukim ilegal Yahudi. Mereka mencaplok lebih dari 85% tanah Palestina. (Palinfo | Shehab News Agency)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serangan Penjajah Zionis terhadap Mahasiswa Palestina Merupakan Terorisme dan Tindakan Rasis
Syaikh Raed Salah: Serangan saat Prosesi Pemakaman Wartawati Al-Jazeera Buktikan Kebodohan Zionis »