Rezim India Gencar Lakukan Upaya Deportasi, Kian Banyak Muhajirin Rohingya Pilih Kembali ke Bangladesh

11 June 2022, 20:59.
Muhajirin Rohingya di Silchar, Assam, India, 2 Juni 2022.

Muhajirin Rohingya di Silchar, Assam, India, 2 Juni 2022.

INDIA (The Diplomat) – Dalam beberapa tahun terakhir, telah banyak Muhajirin Rohingya yang ditangkap saat melintasi perbatasan “secara tidak resmi” dari Bangladesh ke India.

Bulan lalu, dua kelompok Muhajirin ditangkap di Assam dan Tripura di India bagian timur laut. Akan tetapi, kali ini rencana mereka adalah untuk kembali ke Bangladesh, bukan untuk pindah ke India.

Sekira 26 Muhajirin Rohingya dari tiga keluarga, termasuk 12 anak di bawah umur dan delapan wanita, ditangkap pada tanggal 29 Mei lalu dikirim ke pusat penahanan di Silchar di Assam.

Mereka telah datang ke India dari Bangladesh pada tahun 2012 dan berlindung di Malda sebelum pindah ke Jammu di India utara. Banyak Muhajirin Rohingya yang bermukim di kamp-kamp pengungsian di Jammu.

“Penyelidikan awal menunjukkan bahwa para pengungsi Rohingya ini berasal dari Jammu dan mereka sedang dalam perjalanan ke Bangladesh,” jelas Inspektur Polisi India, Cachar Ramandeep Kaur.

Lalu pada tanggal 3 Mei, 24 Muhajirin Rohingya lainnya ditangkap di Tripura karena berencana memasuki Bangladesh melalui Kailashahar. Investigasi mengungkapkan bahwa mereka juga berasal dari Jammu.

Ada sebagian Muhajirin yang berhasil melewati perbatasan India, namun kemudian ditangkap di Bangladesh. Pada tanggal 12 Mei, sekelompok Muhajirin yang sebagian besar terdiri dari wanita dan anak-anak ditangkap di Moulvibazar, Bangladesh. Mereka dalam perjalanan menuju kamp pengungsian Cox’s Bazar.

Seorang narasumber di kamp pengungsian Cox’s Bazar mengungkap bahwa tujuh Muhajirin ditangkap di Kamp-26 di Chakmarkul pada tanggal 24 Mei, sehari setelah tiba dari India. Selanjutnya, mereka dipindahkan ke Pusat Transit UNHCR di Kutupalong.

Apa yang mendorong para pengungsi Rohingya untuk kembali ke Bangladesh?

Berbicara dengan syarat anonim, seorang aktivis Muhajirin Rohingya yang bermukim di New Delhi mengatakan bahwa para pengungsi di Jammu telah melakukan “upaya nekad” selama beberapa bulan terakhir untuk kembali ke Bangladesh.

“Sekira 2.000 pengungsi telah mencapai Bangladesh dari Jammu melalui beberapa rute yang berbeda,” katanya.

Menurut aktivis hak asasi manusia Rohingya tersebut, pemicu kepulangan ke Bangladesh karena rezim India berupaya “memindahkan mereka ke pusat-pusat penahanan dan kemudian mendeportasi mereka ke Myanmar”.

“Situasi di Bangladesh tidak kalah suram, tetapi setidaknya para pengungsi tidak dikirim ke pusat-pusat penahanan di sana,” tukasnya.

Dia mengutip kasus Hasina Begum, yang dideportasi dari India bulan lalu ke Myanmar. Sebelum dideportasi, Hasina telah menghabiskan hampir satu tahun di penjara, terpisah dari suami dan ketiga anaknya. Beberapa minggu kemudian, Muhajirin lain yang diidentifikasi sebagai Jafar Alam juga dideportasi ke Myanmar.

Semenjak tahun lalu, lebih dari 200 Muhajirin Rohingya telah ditangkap dan dipenjarakan oleh pihak berwenang di Jammu. Hal tersebut membuat mereka panik dan takut akan penahanan maupun deportasi.

Migrasi etnis minoritas Rohingya dari Myanmar negara tetangga telah dimulai sejak akhir 1970-an, di mana junta militer mulai melakukan upaya genosida terhadap mereka.

Pada tahun 2017, hampir satu juta Muhajirin Rohingya mengungsi ke Bangladesh, sementara sekira 40.000 lainnya memasuki India dan sekira 5.000 di antaranya menetap di Jammu. (The Diplomat)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu Penjajah Zionis Hancurkan Bangunan Empat Lantai di Kota Beit Jala
Proses Pengolahan Limbah Berjalan, Pantai Gaza Kini Semakin Bersih dan Aman »