Sejumlah Muslimah Rohingya Segera Berangkat ke Argentina, Bersaksi Dalam Sidang Genosida Myanmar

3 July 2022, 11:13.
Muhajirin Rohingya, yang melintasi perbatasan dari Myanmar dua hari sebelumnya, berjalan setelah mendapat izin dari tentara Bangladesh untuk melanjutkan perjalanan ke kamp pengungsi di Palang Khali, Bangladesh, 19 Oktober 2017. Foto: Reuters

Muhajirin Rohingya, yang melintasi perbatasan dari Myanmar dua hari sebelumnya, berjalan setelah mendapat izin dari tentara Bangladesh untuk melanjutkan perjalanan ke kamp pengungsi di Palang Khali, Bangladesh, 19 Oktober 2017. Foto: Reuters

(VoA News) – Sekelompok perempuan dan gadis Rohingya diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Argentina dalam waktu dua bulan ke depan, untuk bersaksi dalam sidang atas kejahatan genosida Myanmar oleh pengadilan di Buenos Aires, Argentina.

Melalui komunikasi jarak jauh, para korban genosida tersebut sebelumnya telah memberikan kesaksian masing-masing mengenai kekerasan seksual yang terjadi ke pengadilan.

Pengadilan Argentina memiliki prinsip “keadilan universal”, yakni konsep hukum yang menyatakan bahwa tindakan-tindakan kejam yang dilakukan terhadap umat manusia, termasuk genosida, di mana pun kejadiannya, dapat diadili di mana saja.

Kasus ini bermula dari operasi brutal serdadu Myanmar pada tahun 2017 terhadap Muslim Rohingya di negara mayoritas Buddha tersebut. Lebih dari 370 desa Rohingya dibakar, para perempuan dinodai, hingga puluhan ribu nyawa menghilang.

PBB menyatakan, tindakan militer Myanmar tersebut merupakan kejahatan genosida. Lebih dari 740.000 warga Rohingya dipaksa menyelamatkan diri ke Bangladesh dan hidup di kamp-kamp pengungsian yang kumuh dan sudah melebihi kapasitas, hingga saat ini, dengan kondisi yang terus memburuk.

Tun Khin, presiden Burmese Rohingya Organization U.K. (BROUK), mengatakan bahwa kemungkinan besar sidang untuk mendengar kesaksian para wanita Rohingya itu akan dilaksanakan dalam waktu maksimal dua bulan ini.

BROUK mengajukan gugatan terhadap militer Myanmar pada 13 November 2021, dan pengadilan federal Argentina menerima kasus tersebut pada bulan berikutnya. Proses hukum terhadap Myanmar dan para pemimpinnya juga masih berlangsung di Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Tun Khin mengatakan, kehadiran para perempuan Rohingya ini akan menjadi momen bersejarah, di mana untuk pertama kalinya, bangsa Rohingya dapat berbicara di depan pengadilan internasional dan memberi kesaksian langsung guna menjatuhkan hukuman kepada militer Myanmar atas kekejaman yang dilakukannya. (VoA News)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Dokumen yang Bocor Menguak Penindasan Sistematis dan Terorganisir Rezim Cina terhadap Warga Uyghur
Muslimah Palestina Berusia 68 Tahun Meninggal di Penjara Penjajah Zionis »