Gencatan Senjata di Yaman Kembali Diperpanjang Dua Bulan: Warga yang Terusir Berpeluang Pulang

6 August 2022, 16:54.
Foto: Hani Mohammed/AP (Arsip)

Foto: Hani Mohammed/AP (Arsip)

YAMAN (Aljazeera) – PBB mengatakan pihak-pihak yang berperang di Yaman telah menyepakati pembaruan gencatan senjata selama dua bulan lagi. Ini membangkitkan harapan untuk perpanjangan dan perluasan kesepakatan yang lebih besar lagi.

Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, mengatakan pada hari Selasa (2/8/2022) bahwa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan milisi syiah Houthi setuju untuk memperpanjang gencatan senjata.

“Perpanjangan gencatan senjata ini mencakup komitmen kedua pihak untuk mengintensifkan negosiasi demi mencapai kesepakatan gencatan senjata yang dapat diperluas sesegera mungkin,” jelas Grundberg.

Menurut kantor berita Reuters, PBB telah mendorong gencatan senjata enam bulan dengan berbagai langkah lanjutan, tetapi kedua belah pihak memiliki keluhan mengenai pelaksanaan gencatan senjata sebelumnya, dan juga masalah ketidakpercayaan.

Mohammed Abdel-Salam, kepala negosiator dan juru bicara Houthi, mengatakan di Twitter bahwa pembicaraan itu berfokus pada “mengonsolidasikan peluang untuk menghentikan perang dan pencabutan blokade” yang diberlakukan oleh koalisi pimpinan Saudi.

Gencatan senjata awalnya berlaku pada 2 April dan berhasil diperpanjang pada 2 Juni, meskipun kedua belah pihak saling menuduh mengenai pelanggaran gencatan senjata tersebut dan belum dicabutnya blokade Kota Taiz selama bertahun-tahun oleh Houthi.

Tiga kali gencatan senjata beruntun ini adalah penghentian pertempuran pertama dalam enam tahun terakhir dari konflik nasional yang berubah menjadi perang proksi regional Arab Saudi dan Iran.

Perang berkepanjangan di Yaman meletus pada tahun 2014, ketika milisi syiah Houthi turun dari wilayah utara dan mengambil alih ibu kota, memaksa pemerintah untuk melarikan diri ke selatan sebelum mengasingkan diri di Arab Saudi.

Koalisi yang dipimpin Saudi lalu memasuki perang pada awal 2015 untuk mengembalikan pemerintah yang diakui secara internasional ke tampuk kekuasaan. Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan jutaan warga kelaparan.

Perdamaian yang Berkelanjutan 

Dua pertiga lebih dari 30 juta warga Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan, sebut seorang pejabat PBB bulan lalu, dan negara itu telah jatuh ke ambang kelaparan.

Di bawah gencatan senjata, penerbangan komersial kembali bisa dilakukan dari ibu kota yang dikuasai pemberontak, Sanaa, ke Yordania dan Mesir. Sementara kapal tanker minyak dapat berlabuh di Pelabuhan Hodeida, yang juga berada di wilayah Houthi.

Perpanjangan gencatan senjata ini disambut baik oleh lembaga-lembaga kemanusiaan yang telah membantu mereka yang terkena dampak konflik.

“Jutaan warga Yaman terhimpit karena meroketnya harga pangan, minimnya fasilitas kesehatan dan layanan penting lainnya, serta berkurangnya peluang ekonomi,” sebut Abdulwasea Mohammed, dari badan bantuan Oxfam.

“Sekarang adalah waktunya bagi semua pihak, dan komunitas internasional, untuk bekerja mewujudkan perdamaian berkelanjutan dan inklusif yang dapat menjamin keselamatan, martabat, dan kebebasan rakyat Yaman.”

Pada hari Senin, 30 lembaga kemanusiaan yang bekerja di Yaman mengatakan bahwa sejak gencatan senjata pertama kali mulai berlaku pada 2 April, jumlah korban sipil telah menurun secara signifikan.

Kelompok-kelompok kemanusiaan tersebut, baik lokal maupun internasional, mendesak semua pihak dalam konflik ini untuk mematuhi dan memperluas perjanjian demi melindungi warga sipil di seantero Yaman.

Erin Hutchinson, Direktur Norwegian Refugee Council untuk Yaman berharap perpanjangan dua bulan ini akan memungkinkan pembukaan kembali jalan yang menghubungkan antarkota dan wilayah.

“Dengan demikian, memungkinkan lebih banyak orang yang terusir untuk kembali ke rumah mereka dengan selamat, dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau warga yang sudah terlalu lama tidak tersentuh akibat pertempuran ini,” kata Erin. (Aljazeera)

Wakil khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg. Foto: Alaa Mohammad/AFP

Wakil khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg. Foto: Alaa Mohammad/AFP

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« VIDEO – Penjajah Zionis Kembali Serang Gaza: 10 Warga Tewas, Sedikitnya 65 Orang Terluka
Perang Berkepanjangan, Puluhan Ribu Warga Yaman Membutuhkan Perawatan Medis Lanjutan »