Agresi Penjajah Zionis ke Gaza Ditunggangi Kepentingan Kampanye Pemilu Rezim Negara Palsu ‘Israel’

8 August 2022, 11:06.
Seorang anak Palestina berusia lima tahun yang terluka dilarikan ke rumah sakit setelah serangan udara penjajah zionis di Kota Gaza, 5 Agustus 2022. Gadis itu kemudian tewas akibat luka-lukanya. Foto: AFP

Seorang anak Palestina berusia lima tahun yang terluka dilarikan ke rumah sakit setelah serangan udara penjajah zionis di Kota Gaza, 5 Agustus 2022. Gadis itu kemudian tewas akibat luka-lukanya. Foto: AFP

PALESTINA (Middle East Eye) – Penjajah zionis ‘Israel’, Jumat (5/8/2022) hingga Ahad (7/8/2022), meluncurkan serangkaian serangan udara dan tembakan artileri ke wilayah Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan, sejak serangan Jumat lalu, 44 orang gugur–termasuk 15 anak-anak dan 4 wanita–dan 360 warga terluka.

Analis Palestina dan ‘Israel’ mengatakan kepada Middle East Eye (MEE) bahwa serangan terbaru penjajah zionis di wilayah Gaza tidak beralasan dan aneh.

Bagaimana peristiwa itu bermula?

Awal pekan ini, penjajah menangkap Bassam el-Saadi, seorang anggota senior dari faksi militer Jihad Islam Palestina (PIJ), di kota Jenin, Tepi Barat terjajah.

Ketika Jihad Islam tidak menanggapi, penjajah ‘Israel’ justru melancarkan serangan udara yang menewaskan puluhan warga Palestina, termasuk tokoh Jihad Islam, Tayseer Jabari, di Gaza.

Penjajah zionis mengklaim sepihak bahwa Jihad Islam telah merencanakan serangan. Akan tetapi, mereka tidak memberikan bukti atas tuduhan yang mengada-ada itu.

Menyikapi pengeboman wilayah Gaza, Jihad Islam mengatakan bahwa mereka telah menembakkan lebih dari 100 roket ke wilayah Palestina yang diduduki penjajah zionis.

Mereka menegaskan bahwa tidak ada garis merah dalam pertempuran ini, dan Kota Tel Aviv akan jatuh di bawah tembakan roket.

Hamas dan Jihad Islam telah menjanjikan tindakan pembalasan yang keras terhadap agresi ‘Israel’.

Lantas, mengapa penjajah zionis menyerang Gaza? Benarkah untuk mencegah serangan Jihad Islam?

“Intinya adalah setelah ‘Israel’ mengklaim mencegah serangan Jihad Islam, sekarang mereka justru menerima roket-roket; yang tampaknya tidak akan terjadi jika ‘Israel’ tidak menyerang terlebih dahulu,” kata analis veteran ‘Israel’, Meron Rapoport.

Rapoport memandang rezim ‘Israel’ berupaya “menghukum Jihad Islam” yang bersikap tidak menyerang sebagai pembalasan atas penangkapan Bassam el-Saadi, mengingat kelompok itu hanya meluncurkan roket setelah ‘Israel’ melakukan serangan udara di Gaza.

Negara palsu ‘Israel’ akan menggelar pemungutan suara pada bulan November 2022.

Politisi zionis kemungkinan besar berusaha untuk memoles dan memperkuat “citra” mereka, guna  mengungguli “mantan perdana menteri negara palsu”–si gembong zionis–Benjamin Netanyahu.

“Kemungkinan besar Yair Lapid ingin menetapkan posisinya sebagai “perdana menteri yang kuat”, kurang dari tiga bulan sebelum pemilihan umum. Sementara blok (oposisi) Benjamin Netanyahu masih unggul dalam jajak pendapat,” kata Rapoport.

Seorang anggota parlemen Palestina (dari wilayah Palestina yang diduduki ‘Israel’), Sami Abu Shehadeh, menyatakan agresi di Gaza sebagai bagian dari kampanye pemilihan oleh “Perdana Menteri sementara negara palsu” Yair Lapid dan “Menteri Pertahanan” Benny Gantz.

“Agresi terkini zionis ‘Israel’ di Gaza menunjukkan keinginan Lapid dan Gantz bersama koalisi rezim untuk melakukan apa saja agar tetap berkuasa, termasuk membunuh seorang gadis berusia lima tahun,” kata Abu Shehadeh.

“Kejahatan perang ini adalah bagian dari kampanye pemilu yang tidak bermoral, untuk menunjukkan bahwa mereka bisa sama bengisnya dengan Benjamin Netanyahu,” kata Shehadeh kepada MEE.

Sebelumnya, Netanyahu, sekarang pemimpin oposisi, mendalangi tiga agresi terhadap Gaza selama masa jabatannya sebagai perdana menteri negara palsu ‘Israel’.

“Rakyat Palestina sangat membutuhkan perlindungan internasional. Penjajah telah meningkatkan serangan dan kejahatannya di Palestina. Ini bukan hanya tentang kelompok tertentu: serangan mereka beralih dari organisasi HAM ke keluarga Syaikh Jarrah,” kata Shehadeh. (Middle East Eye)

Foto: @AlRayChannel

Foto: @AlRayChannel

Foto: @AlRayChannel

Foto: @AlRayChannel

Foto: @AlRayChannel

Foto: @AlRayChannel

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penangkapan Warga Palestina Berlanjut, Setidaknya 22 Orang Diculik di Sejumlah Daerah
UPDATE – 45 Warga Palestina Tewas Akibat Agresi Tiga Hari Penjajah Zionis di Gaza, 360 Orang Terluka »