Aplikasi untuk Memata-matai Etnis Uyghur Beredar Luas, Berkedok Buku Elektronik

7 September 2022, 20:45.
Foto: The Hacker News

Sumber: The Hacker News

(The Hacker News) – Sebuah aplikasi mata-mata dengan kemampuan mengumpulkan informasi penting untuk sistem operasi Android, telah ditemukan dengan menyamar sebagai buku elektronik yang kemungkinan dirancang untuk menargetkan etnis Muslim minoritas Uyghur di Cina.

Aplikasi itu datang dengan kedok sebuah buku berjudul “The China Freedom Trap,” sebuah biografi yang ditulis oleh seorang tokoh Muhajirin Uyghur, Dolkun Isa.

“Mengingat konflik yang sedang berlangsung antara rezim Cina dengan komunitas Uyghur, aplikasi mata-mata yang menyamar sebagai buku tersebut adalah jebakan yang digunakan oleh pelaku untuk menyebarkan virus berbahaya terhadap komunitas yang ditargetkan,” jelas lembaga keamanan siber, Cyble, dalam sebuah laporan yang diterbitkan Senin (5/9/2022).

Keberadaan sampel virus, yang datang dengan nama paket “com.emc.pdf,” pertama kali diungkapkan oleh peneliti dari MalwareHunterTeam akhir bulan lalu.

Didistribusikan secara tidak resmi di luar Google Play Store, aplikasi tersebut setelah di-instal dan dibuka, akan menampilkan beberapa halaman buku, termasuk surat yang konon dikirim oleh Michael Kozak dan Sam Brownback kepada Isa pada 15 Juni 2018, sebagai ucapan turut berduka cita atas meninggalnya ibu Isa.

Akan tetapi, pada kenyataannya, program tersebut telah direkayasa untuk: menyembunyikan ikon aplikasi, mencuri informasi perangkat dan kartu SIM, mencuri pesan SMS, kontak dan daftar panggilan.

Juga untuk menangkap informasi ponsel di sekitarnya (kekuatan sinyal, lokasi ID seluler), melakukan panggilan dan mengirim SMS atas nama korban, menghapus SMS dan daftar panggilan, serta mengambil gambar dari kamera perangkat dan menangkap tampilan layarnya.

“Pelaku memanfaatkan berbagai metode, termasuk konflik regional dan biogeografis, untuk memenuhi niat jahat mereka,” kata para peneliti, “dalam kasus ini, mereka terlihat mengambil keuntungan dari konflik Uyghur-Cina untuk menargetkan individu yang kurang waspada.” (The Hacker News)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bersuara Lantang, Penyair Muda Rohingnya Ungkap Kondisi Riil Bangsanya pada Dunia
Ujian Muhajirin Yaman: Menyelamatkan Diri dari Peperangan, Dilanda Banjir Bandang »