Enam Warga Suriah Ditemukan Meninggal di Dalam Kapal Muhajirin yang Tiba di Pelabuhan Italia

13 September 2022, 16:22.
Kapal Angkatan Laut Turki TCG Gokceada menyelamatkan 17 pengungsi di lepas pantai Misrata, Libya tanggal 6 Mei 2022. Belasan orang tersebut terdampar di kapal selama 10 hari di lepas pantai Misrata. [Kementerian Pertahanan Nasional Turki-Anadolu Agency]

Kapal Angkatan Laut Turki TCG Gokceada menyelamatkan 17 pengungsi di lepas pantai Misrata, Libya tanggal 6 Mei 2022. Belasan orang tersebut terdampar di kapal selama 10 hari di lepas pantai Misrata. [Kementerian Pertahanan Nasional Turki-Anadolu Agency]

ITALIA (Middle East Monitor) – Enam muhajirin Suriah, termasuk tiga anak-anak, ditemukan meninggal di atas kapal pengungsi yang tiba, Senin (12/9/2022), di Pelabuhan Pozzallo, Sisilia, wilayah selatan Italia.

“Mereka meninggal karena kehausan, kelaparan, dan luka bakar parah. Ini tidak dapat diterima,” tulis perwakilan Badan Pengungsi PBB (UNHCR) untuk Italia, Chiara Cardoletti, di Twitter.

“Memperkuat penyelamatan di laut adalah satu-satunya cara untuk mencegah tragedi ini,” kata Chiara.

UNHCR mengatakan bahwa keenam korban yang meninggal termasuk di antara 26 orang yang berada di kapal selama berhari-hari, lapor Reuters.

Dua dari anak-anak yang meninggal berusia 1 atau 2 tahun. Sedangkan anak lainnya berusia 12 tahun. Jenazah dua perempuan, termasuk seorang lansia, juga ditemukan.

“Seorang perempuan lainnya dan putrinya diterbangkan dari kapal ke rumah sakit di pulau terdekat Malta, Ahad (12/9/2022),” kata UNHCR.

Badan PBB itu mengatakan lebih dari 1.200 orang tewas atau hilang tahun ini ketika mencoba menyeberangi Laut Tengah dan mencapai wilayah Eropa. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pemukim Ilegal Bersenjata Serang Penduduk dan Penggembala Palestina di Desa Al-Tuana
Selasa Dini Hari, Serdadu Zionis Tangkap Belasan Warga Palestina di Tepi Barat dan Baitul Maqdis »