Junta Militer Myanmar Tangkap 31 Warga Rohingya yang Berupaya Menyelamatkan Diri ke Ayeyarwady

20 September 2022, 22:33.
Beberapa dari 31 warga Rohingya yang ditangkap di lepas pantai wilayah Ayeyarwady pada 18 September 2022. Sumber: RFA

Beberapa dari 31 warga Rohingya yang ditangkap di lepas pantai wilayah Ayeyarwady pada 18 September 2022. Sumber: RFA

MYANMAR (RFA) – Sebanyak 31 warga Rohingnya ditangkap dan dikirim ke penjara oleh junta militer Myanmar, ketika mereka mencoba melarikan diri ke Desa Nwei Nyo Chaung di Kota Pathein, Ayeyarwady, Myanmar.

Mengutip laporan warga setempat, RFA melaporkan bahwa 19 pria dan 12 perempuan Rohingya ditangkap oleh serdadu junta, Ahad (18/9/2022), bersama dengan seorang anak di bawah usia 18 tahun serta lima awak perahu. Mereka semua dikirim ke Penjara Pathein pada Senin pagi (19/9/2022) waktu setempat.

“Mereka berasal dari Negara Bagian Rakhine,” kata penduduk setempat. “Mereka datang dengan perahu, dan pengemudi perahu dibayar untuk mengangkut mereka. Banyak orang yang masuk ke wilayah Ayeyarwady dan sering ditangkap.”

Wilayah Ayeyarwady yang terletak tepat di selatan Arakan (sekarang bernama Rakhine), menjadi salah satu tempat terdekat bagi etnis Muslim minoritas Rohingya untuk mengungsi.

Meningkatnya pertempuran antara Arakan Army (AA), kelompok pemberontak lokal, dengan serdadu militer di daerah tersebut menjadi penyebab banyaknya orang Rohingnya yang melarikan diri.

Selain itu, kelaparan, diskriminasi, dan sulitnya mencari penghidupan juga menjadi faktor yang mendorong warga Rohingya lari menyelamatkan diri dari keadaan yang tak manusiawi di tanah airnya.

Hal serupa juga terjadi pada 7 dan 9 September kemarin. Sebanyak 58 warga Rohingya dijatuhi hukuman dua tahun penjara di Pengadilan Bogale, setelah ditangkap pada 29 Agustus lalu ketika mereka mencoba memasuki wilayah yang sama, yaitu Ayeyarwady.

Data dari RFA menunjukkan, sejak tahun 2021 lalu hingga 6 September 2022, tercatat sekira 800 orang Rohingya mencoba meninggalkan Negara Bagian Rakhine melalui jalur darat maupun laut yang ditangkap di berbagai wilayah Myanmar.

Sekira 125 ribu Muslim Rohingya saat ini dikurung di kamp-kamp konsentrasi yang berada di Arakan. Diskriminasi dan tindakan keras terhadap etnis Rohingya yang telah dimulai beberapa dekade lalu juga telah menyebabkan lebih dari 740 ribu warga Rohingya menyelamatkan diri ke negara tetangga Bangladesh. (RFA)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Syaikh Ikrimah Sabri: Keluarga Baitul Maqdis Berhak Memilih Kurikulum Palestina, Tolak Kurikulum Zionis!
Khawatir Keselamatan Keluarga di Xinjiang, Sebagian Besar Warga Uyghur-Australia Memilih Tetap Diam »