Penjajah Lakukan Pengabaian Medis, Kesehatan Tawanan Palestina yang Sempat Lolos dari Penjara Gilboa Menurun

21 September 2022, 07:48.
Foto: Palinfo

Foto: Palinfo

PALESTINA (Palinfo) – Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan Palestina mengatakan bahwa tawanan Palestina, Ayham Kamamji, menderita berbagai masalah kesehatan di Penjara Eshel.

Akan tetapi, dia hanya diberi obat pereda nyeri oleh sipir penjajah.

Senin (19/9/2022), Komisi menjelaskan bahwa Kamamji, yang ditahan di sel isolasi, mengeluh sakit kepala terus-menerus, vertigo, nyeri di mata dan bahu, dan hipertensi.

Gangguan kesehatan tersebut muncul seiring serangan ganas interogasi terhadapnya di pusat penahanan Jalamah.

Komisi menyebut sipir penjajah menunda-nunda dalam menyediakan perawatan medis yang layak alias sengaja melakukan pengabaian medis terhadap Ayham Kamamji.

Sekitar sebulan yang lalu, Ayham sempat kehilangan ingatan selama beberapa detik setelah dia bangun. Kondisi seperti itu sering terjadi, terutama saat melaksanakan salat, kata Komisi.

“Keterpaparannya terhadap kondisi isolasi yang keras dan gugurnya saudara laki-lakinya Sha’es berdampak negatif pada kesehatan psikologis dan fisiknya. Belum lagi ia ditempatkan di antara tahanan kriminal ‘Israel’,” kata Komisi.

Ayham Kamamji (36 tahun), ditangkap pada tahun 2006. Sejak saat itu dia menjalani hukuman seumur hidup.

Dia adalah salah satu tawanan yang berhasil meloloskan diri dari Penjara Gilboa pada 6 September 2021. (Palinfo)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Khawatir Keselamatan Keluarga di Xinjiang, Sebagian Besar Warga Uyghur-Australia Memilih Tetap Diam
Amnesty: PBB Harus Minta Pertanggungjawaban Cina atas Kekejaman yang Terus Berlangsung di Xinjiang »