Peneliti Ungkap Operasi Mata-mata Seluler yang Bertahun-Tahun Incar Warga Uyghur

26 September 2022, 21:46.
Sumber: The Hacker News

Sumber: The Hacker News

(The Hacker News) – Para peneliti siber, Kamis (22/9/2022), kembali menemukan adanya upaya memata-matai etnis Uyghur melalui berbagai aplikasi ponsel sebagai bagian dari operasi lama yang aktif setidaknya sejak 2015.

Pelaku, yang awalnya dikaitkan dengan hacker bernama Scarlet Mimic pada Januari 2016, dikatakan telah membuat 20 varian virus mata-mata berbasis Android yang disamarkan sebagai buku elektronik, foto, maupun Al-Quran versi audio.

Virus-virus tersebut, meskipun relatif tidak canggih dari sudut pandang teknis, hadir dengan banyak kemampuan untuk mencuri data sensitif dari perangkat yang terinfeksi, termasuk mengirim pesan singkat (SMS) maupun melakukan panggilan telepon atas nama korban, serta melacak lokasi mereka.

Selain itu, virus memungkinkan perekaman panggilan telepon masuk dan keluar beserta suara lingkungan di sekitarnya.

“Semua ini menjadikannya alat pengawasan yang kuat dan berbahaya,” kata perusahaan keamanan siber, Check Point.

Belum lama ini, para peneliti dari MalwareHunterTeam dan Cyble juga mengungkapkan sebuah buku elektronik yang ditulis oleh tokoh Muhajirin Uyghur, Dolkun Isa, digunakan sebagai kedok untuk menyebarkan virus mata-mata.

Sementara virus-virus lain selama ini berisi berbagai umpan, termasuk PDF tentang perang gerilya dan gambar yang terkait dengan penyebaran pasukan paramiliter di Urumqi, ibu kota Xinjiang, setelah serangan mematikan pada April 2014.

“Beberapa versi juga meminta izin untuk mengakses perangkat dan root, yang tidak hanya memberikan virus tersebut akses penuh ke perangkat, tetapi juga mencegah korban mencopot pemasangan virus dengan mudah,” jelas para peneliti.

Meskipun tidak jelas serangan mana yang berhasil selama tujuh tahun terakhir, fakta bahwa pembuat virus terus menyebarkan aplikasi mata-mata dengan target dan infrastruktur yang mirip, merupakan indikasi bahwa beberapa upaya tersebut telah membuahkan hasil.

“Kegigihan upaya tersebut, virus yang terus berubah dan diperbarui, serta fokus pada penargetan kelompok tertentu menunjukkan bahwa operasi selama bertahun-tahun ini telah berhasil sampai batas tertentu,” sebut Check Point. (The Hacker News)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Perang Berkepanjangan Tinggalkan Luka Mendalam di Benak Anak-anak Yaman
Turkiye Serukan Anggota OKI untuk Bersatu Melawan Ketidakadilan terhadap Umat Islam »