Sejumlah Negara dan Kelompok Serukan Debat di Dewan HAM PBB Bahas Pelanggaran terhadap Kemanusiaan di Xinjiang

28 September 2022, 20:11.
Penjaga keamanan berdiri di gerbang area yang diklaim rezim komunis Cina sebagai “pusat pendidikan keterampilan dan kejuruan” di Huocheng di Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang, Cina, 3 September 2018. Foto: Reuters/Thomas Peter

Penjaga keamanan berdiri di gerbang area yang diklaim rezim komunis Cina sebagai “pusat pendidikan keterampilan dan kejuruan” di Huocheng di Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang, Cina, 3 September 2018. Foto: Reuters/Thomas Peter

(REUTERS) – Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara lain menyerukan diadakannya debat di hadapan Dewan HAM PBB untuk membahas perlakuan rezim komunis Cina terhadap Uyghur dan etnis Muslim lainnya di Xinjiang, sebagaimana ditunjukkan sebuah dokumen dan dikatakan para diplomat pada hari Senin (26/9/2022).

Langkah itu, yang membutuhkan suara mayoritas untuk disahkan, akan menjadi pertama kalinya bagi Dewan HAM PBB membahas pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan Cina, anggota tetap Dewan Keamanan yang berpengaruh kuat, secara resmi dalam 16 tahun sejarahnya.

Langkah-langkah diplomatik yang intens terus berlanjut sejak laporan Dewan HAM PBB yang sangat dinanti akhirnya dirilis akhir bulan lalu, di mana ditetapkan bahwa pelanggaran HAM serius telah dilakukan terhadap etnis minoritas Muslim di Xinjiang.

“Kita tidak bisa mengabaikan pelanggaran hak asasi manusia yang parah dan sistematis seperti itu,” ucap duta besar Inggris, Simon Manley kepada badan PBB itu, Senin (26/9/2022). “Dewan ini tidak boleh dan tidak bisa diam begitu saja.”

Cina dengan keras menyangkal segala pelanggaran dan telah mengirim delegasi pemerintahannya ke Jenewa untuk melawan apa yang diklaimnya sebagai temuan keliru oleh kantor HAM PBB. Cina juga mengatakan, pihaknya siap untuk berperang jika tindakan diambil terhadap mereka.

Draf keputusan ini didukung oleh Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Swedia, Denmark, Islandia, dan Norwegia, sebut para diplomat. Negara-negara tersebut meminta diadakan debat pada sesi Dewan HAM berikutnya yang dimulai pada bulan Februari 2023.

Dewan beranggotakan 47 negara itu terpecah dalam hal genosida yang dilakukan Cina, karena negara besar tersebut memiliki hubungan ekonomi yang mendalam dengan banyak negara berkembang dan terus mencari dukungan mereka.

Para Muhajirin Uyghur mengadakan protes di luar Gedung PBB di Jenewa pekan lalu, untuk mendesak dilakukannya tindakan segera terhadap kekejaman yang dilakukan rezim komunis Cina.

“Permintaan saya jelas bagi komunitas internasional, saya meminta kalian untuk turun tangan,” kata Gulbahar Haitiwaji, Muhajir Uyghur yang berhasil selamat setelah menghabiskan tiga tahun di kamp-kamp konsentrasi Xinjiang.

“Saya memohon kepada kalian untuk menyelamatkan kami dari tirani ini.”

Cina berusaha untuk menggalang dukungan terhadap setiap perlawanan kepada mereka, meskipun upaya tersebut sejauh ini tidak sesuai harapan. Perihal laporan PBB mengenai kondisi HAM di Xinjiang, negara anggota dewan yang memberikan suara untuk mendukung mereka berjumlah kurang dari 10. (Reuters)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Perhatian Dunia Mengalir Deras ke Ukraina, Yaman Kian Ditinggalkan; Gencatan Senjata Tak Hadirkan Perbaikan Ekonomi
Empat Warga Palestina Tewas Ditembak Serdadu Zionis di Kamp Pengungsian Jenin »