Junta Militer Myanmar Blokir Akses ke Empat Desa yang Mayoritas Dihuni Warga Rohingya

5 November 2022, 18:54.
Foto: Mizzima.com

Foto: Mizzima.com

MYANMAR (Mizzima.com) – Junta militer telah memblokir akses ke empat desa di dekat pangkalan Lateya milik Border Guard Force (BGF) atau pasukan penjaga perbatasan Myanmar di wilayah Maungdaw utara, Negara Bagian Rakhine.

Kondisi itu mengakibatkan kesulitan bagi penduduk yang mayoritas merupakan etnis Rohingya.

Pada tanggal 10 Oktober, Arakan Army (AA), kelompok pemberontak lokal merebut dan menguasai pangkalan BGF di Lateya.

Menyusul perebutan pangkalan itu, junta memutus pasokan makanan ke sekitar daerah tersebut, menutup jalan-jalan terdekat, dan melarang perjalanan ke wilayah sekitar, menurut seorang warga Rohingya setempat.

Seorang penduduk Desa Lateya mengatakan, “Sejak serangan AA, kami tidak diizinkan pergi ke kota untuk makan dan bekerja karena pasukan junta telah memblokir jalan-jalan. Untuk mencari nafkah, kami harus mempertaruhkan hidup kami dan menyelinap keluar menggunakan rute lain. Kami ingin bebas bepergian dan mengunjungi wilayah-wilayah lain. Kami mengalami masa-masa sulit dan kami khawatir akan lebih banyak pertempuran yang meletus.”

Penduduk setempat juga melaporkan bahwa mereka telah kehilangan akses ke pelayanan kesehatan dan terus menghadapi krisis obat-obatan.

“Kami juga mengalami masalah kesehatan. Ada masalah dengan layanan persalinan. Sementara itu, ibu-ibu yang hamil tidak diizinkan untuk bepergian ke klinik di tempat lain. Semuanya telah diblokir oleh junta,” jelas penduduk lainnya.

Empat desa di dekat pangkalan Lateya yang diberlakukan pembatasan perjalanan adalah: Lateya, Kyauk Chaung, Kyune Pauk, dan Yaydwin Pyin.

Terdapat sekira 500 orang dari 200 rumah tangga yang tinggal di empat desa, kebanyakan dari mereka adalah etnis Rohingya. (Mizzima.com)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kapal yang Mengangkut Muhajirin Rohingya Tenggelam di Myanmar Selatan, Lebih dari 20 Orang Masih Dalam Pencarian
Sejak Berakhirnya Gencatan Senjata, Milisi Syiah Houthi Lakukan Sejumlah Serangan di Yaman »