VIDEO – Serdadu Suriah dan Rusia Gempur Idlib, Sembilan Warga Tewas dan Puluhan Terluka

7 November 2022, 10:24.
Foto: Izzeddin Kasim/AA/picture alliance

Foto: Izzeddin Kasim/AA/picture alliance

SURIAH (DW | Middle East Monitor) – Ratusan tenda pengungsian di Idlib, Suriah, digempur rudal bom klaster Assad dan Russia. Sembilan orang, termasuk tiga anak tewas dan lebih dari 70 orang terluka.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris melaporkan, serdadu Assad menembakkan sekitar 30 roket ke kamp pengungsian, termasuk ke kamp Maram.

Pertahanan Sipil Suriah, yang dikenal sebagai White Helmets, melaporkan bahwa penembakan setidaknya enam kamp menewaskan sembilan orang dan melukai sekira 70 orang.

Gambar-gambar dari kamp Maram menunjukkan tenda-tenda hancur, sedangkan puing-puing roket dan noda darah berceceran di tanah.

Salah satu penghuni kamp, Abu Hamid, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa para Muhajirin sedang bersiap untuk bekerja ketika serangan terjadi.

VIDEO : https://www.middleeastmonitor.com/20221106-6-killed-and-75-wounded-in-syrian-regime-attack/

“Anak-anak ketakutan dan mulai berteriak,” kata pria berusia 67 tahun itu.

“Kami tidak tahu ke mana harus pergi. Itu bukan satu atau dua roket, tetapi selusin. Pecahan peluru itu terbang dari segala arah. Kami tidak tahu bagaimana melindungi diri kami sendiri,” tambahnya.

Provinsi Idlib adalah rumah bagi sekira tiga juta orang, setengah dari mereka merupakan Muhajirin.

Penembakan itu adalah pelanggaran terbaru dari gencatan senjata Maret 2020 antara Rusia dan Turki.

Kekerasan rezim Assad menjadi-jadi sejak Maret 2011. Rezim telah membunuh ratusan ribu warga Suriah. (DW | Middle East Monitor)

Foto: Ghaith Alsayed/AP/picture alliance

Foto: Ghaith Alsayed/AP/picture alliance

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Terjadi 4.196 Kelahiran dan 284 Kematian Sepanjang Oktober 2022 di Wilayah Gaza
Berupaya Hijrah ke Malaysia, Lebih dari 80 Warga Rohingya Ditahan di Tenggara Myanmar »