Komite PBB CERD Desak Rezim Komunis Cina Bebaskan Semua Warga Uyghur yang Ditawan

25 November 2022, 19:56.

JENEWA (OHCHR) – UN Committee on the Elimination of Racial Discrimination (CERD), Kamis (24/11/2022), mendesak Republik Rakyat Cina untuk segera mengusut semua laporan dan temuan pelanggaran HAM di Xinjiang; termasuk penyiksaan, perlakuan buruk, kekerasan seksual, kerja paksa, penangkapan, dan kematian dalam tahanan.

Komite PBB tersebut juga meminta rezim komunis Cina untuk segera membebaskan semua individu yang kebebasannya telah dirampas secara sewenang-wenang di Xinjiang, baik di pusat-pusat pelatihan kejuruan maupun fasilitas penahanan lainnya, serta memberikan informasi terperinci mengenai status dan kondisi mereka kepada keluarga mereka.

Poin-poin selanjutnya yang dinyatakan oleh CERD:

a. Mendesak Cina untuk segera menghentikan semua intimidasi dan penindasan terhadap komunitas Uyghur dan etnis Muslim lainnya, baik di dalam maupun di luar negeri;

b. Mendesak Cina untuk memastikan bahwa para korban pelanggaran HAM diberikan perawatan dan pemulihan yang memadai dan efektif;

c. Merekomendasikan agar Cina melakukan tinjauan penuh terhadap kerangka hukumnya yang mengatur keamanan nasional, “kontraterorisme”, dan hak-hak minoritas di Xinjiang, guna memastikan kepatuhan penuh terhadap kewajibannya sebagai negara anggota Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial;

d. Mendesak Cina untuk secara efektif menerapkan rekomendasi PBB tahun 2018, Komite Anti-Penyiksaan tahun 2015, dan penilaian Kantor HAM PBB mengenai kondisi di Xinjiang pada bulan Agustus 2022;

e. Mengingatkan semua negara akan tanggung jawab mereka untuk bekerja sama guna mengakhiri setiap pelanggaran serius terhadap HAM, khususnya pelanggaran serius berupa diskriminasi rasial.

Sebanyak 182 negara telah menjadi anggota International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination (ICERD).

Mereka diharuskan menjalani tinjauan rutin oleh CERD yang terdiri dari 18 pakar internasional independen tentang pengimplementasian nilai-nilai ICERD.

Pada tahun 2018, Komite tersebut meninjau laporan berkala yang disampaikan oleh Tiongkok dan mengeluarkan penilaian akhirnya yang menyatakan sejumlah keprihatinan, termasuk tentang pelanggaran HAM terhadap Uyghur dan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang.

Sesuai permintaan Komite, Tiongkok kemudian menyerahkan laporan tindak lanjutnya pada Oktober 2019. Namun, hingga tahun 2022 tidak terlihat ada perbaikan dalam situasi HAM di Xinjiang. Oleh karena itu, CERD memutuskan untuk menerapkan keputusan-keputusan di atas.

Hal ini, meskipun terlambat, menjadi tekanan tambahan dari dunia internasional kepada rezim komunis Cina atas kejahatan genosidanya terhadap bangsa Uyghur dan etnis minoritas Muslim lainnya di Xinjiang. (OHCHR)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Facebook Loloskan Gelombang Kampanye Anti-Rohingya, Belasan Aktivis Gugat Meta ke OECD
Sebelum Maupun Sesudah Gencatan Senjata, Ranjau Darat Terus Menjadi Ancaman Besar bagi Rakyat Yaman »