Perusahaan ‘Israel’ Segera Pasok Sistem Intelijen Digital di Jantung Jaringan Telekomunikasi Myanmar

17 January 2023, 21:01.
Kepala junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, saat memimpin Hari Persatuan tahunan ke-75 (STR – AFP).

Kepala junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, saat memimpin Hari Persatuan tahunan ke-75 (STR – AFP).

MYANMAR (Haaretz) – Perusahaan ‘Israel’, Cognyte, memenangkan tender untuk menyediakan sistem intelijen digital canggih yang akan dipasang di jantung jaringan telekomunikasi Myanmar, menurut dokumen yang diperoleh oleh LSM Justice For Myanmar (JFM).

Meskipun AS dan Uni Eropa telah memberlakukan embargo senjata terhadap Myanmar, ‘Israel’ menolak untuk berhenti menjual senjata kepada junta militer yang kini secara terbuka menguasai negara tersebut.

Ekspor dan kontak dengan rezim terus berlanjut bahkan ketika Myanmar melakukan pembantaian kejam terhadap etnis minoritas Rohingya pada tahun 2016–2017.

Baru setelah liputan media yang luas serta kuatnya tekanan publik, ‘Israel’ menghentikan ekspor ke Myanmar pada awal 2018.

Dokumen tersebut mengungkapkan rencana rezim Myanmar untuk memasang alat “pengawas yang sah” di semua jaringan penyedia telekomunikasi negara itu.

Sistem seperti itu digunakan di banyak negara untuk memberikan kemampuan bagi polisi dan lembaga penegak hukum untuk melacak warga negaranya.

Mereka dapat memantau berbagai aktivitas digital, mulai dari menemukan lokasi hingga menguping percakapan, meretas perangkat, maupun mengekstraksi teks dan pesan terenkripsi.

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Cognyte memenangkan tender pada Desember 2020 untuk memasok sistem ke Myanmar Post and Telecommunications, sebuah perusahaan milik negara yang dikendalikan oleh Kementerian Komunikasi negara tersebut.

Kontrak diberikan sekira sebulan sebelum junta merebut kekuasaan dalam kudeta.

Selama dua tahun terakhir, JFM telah mengungkap beberapa kesepakatan jual beli senjata yang melanggar sanksi internasional terhadap junta dan melibatkan korupsi di pihak pejabat rezim.

Di antaranya, mereka memperoleh dokumen resmi yang menunjukkan bagaimana sebuah perusahaan yang menyatakan dirinya sebagai perwakilan eksklusif untuk berbagai eksportir senjata ‘Israel’ dan juga disetujui Kementerian Pertahanan negara palsu ‘Israel’.

Perusahaan itu menawarkan berbagai macam sistem keamanan kepada militer Myanmar. Seorang eksekutif senior baru-baru ini ditangkap di Thailand karena dicurigai terlibat dalam perdagangan narkoba dan pencucian uang. (Haaretz)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Nyaris Keguguran Kesekian Kalinya, Fatima Berharap Perempuan Yaman Mendapat Layanan Kesehatan Berkualitas
VIDEO – UNHCR: 348 Muhajirin Rohingya Tewas dan Hilang di Laut Sepanjang Tahun 2022 »