Dua Warga Yaman yang Mengkritik Milisi Syiah Houthi Segera Diproses di “Pengadilan Politik”

21 January 2023, 22:52.

YAMAN (Arab News) – Dua warga Yaman yang ditangkap oleh milisi syiah Houthi–setelah memposting video kritikan terhadap kelompok tersebut melalui YouTube–akan diseret ke “pengadilan”, sebagaimana dilaporkan Arab News, Kamis (19/1/2023).

Sikap Houthi itu tak ayal menyebabkan kelompok-kelompok hak asasi menuduh milisi tersebut menggunakan “pengadilannya” untuk membungkam siapa saja yang berani bersuara melawan mereka, meskipun itu dari pendukungnya sendiri.

Mustafa Al-Mumari dan Ahmed Hajar ditangkap bulan lalu setelah mereka menuduh Houthi sebagai “pencuri dan perampok”, menyebutkan nama-nama pejabat yang mereka katakan korup, dan mengkritik sistem perpajakannya.

Abdul Majeed Sabra, seorang pengacara pembela di Sanaa, mengatakan bahwa dua orang lainnya yang ditangkap pada saat yang sama, Ahmed Elaw dan Hamoud Al-Mesbahi, telah dibebaskan dengan jaminan.

Elaw ditahan karena sebuah video di mana dia mendesak Houthi untuk mengatasi korupsi dan menyatakan belas kasihan kepada para tahanan. Al-Mesbahi sedang bersama Al-Mumari pada saat penangkapannya.

Keempat pemuda ini, yang sebelumnya menyatakan dukungan untuk gerakan tersebut di media sosial, hadir di “Pengadilan Kriminal Khusus” milik Houthi di Sanaa.

Tindakan keras milisi terhadap YouTuber dan pemengaruh media sosial telah mendorong organisasi-organisasi HAM untuk menuduh mereka membungkam kebebasan berbicara dan menggunakan “pengadilan” untuk menyelesaikan masalah dengan lawan politiknya.

“Organisasi Houthi di Yaman telah melakukan pelanggaran ekstrem terhadap orang-orang yang dianggap sebagai lawannya, dengan cara membuka penjara dan pengadilan politik,” jelas lembaga kemanusiaan SAM di Twitter.

Lembaga yang berbasis di Jenewa itu mengatakan bahwa berbagai pelanggaran HAM dan penculikan telah meningkat sejak kudeta Houthi pada akhir 2014.

Milisi tersebut membentuk pengadilan politik untuk membenarkan eksekusi terhadap lawan mereka dan penyitaan properti mereka. (Arab News)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Muhajirin Rohingya Buka Suara soal Penindasan yang Dilakukan Polisi Elit Bangladesh
Amnesty International Kecam Langkah Tentara Lebanon Mendeportasi Ratusan Muhajirin Suriah »