Wabah Kolera Kian Menyebar di Tengah Minimnya Pelayanan dan Fasilitas Kesehatan di Suriah

22 January 2023, 10:31.
Seorang anak dirawat di sebuah rumah sakit di Idlib. Foto: Asharq al-Awsat

Seorang anak dirawat di sebuah rumah sakit di Idlib. Foto: Asharq al-Awsat

SURIAH (Asharq al-Awsat) – Organisasi lokal dan otoritas kesehatan, Selasa (17/1/2023), memperingatkan tentang peningkatan jumlah kematian akibat kolera yang belum pernah terjadi sebelumnya di Suriah barat laut dalam beberapa hari terakhir.

Kekhawatiran juga meningkat atas penyebaran penyakit tersebut di kamp-kamp pengungsian.

Lebih dari setengah juta Muhajirin tinggal di Atmeh, di dekat perbatasan Suriah-Turki. Para Muhajirin mengungkapkan ketakutan mereka akan wabah kolera karena kurangnya layanan kesehatan.

“Para pengungsi sangat takut dan cemas setelah enam kematian akibat kolera dilaporkan, dan lebih dari 50 kasus ditemukan beberapa hari lalu,” kata Ahmed Al-Ali, direktur salah satu kamp Atmeh.

Ahmed menjelaskan bahwa semua upaya yang dilakukan tim kesehatan dan Syrian Civil Defense–dalam melakukan sosialisasi guna mengambil tindakan pencegahan kepada para Muhajirin–tidak akan berhasil selama kamar mandi di kamp pengungsian masih digunakan bersama, tenda-tenda terlalu penuh, dan saluran pembuangan dibiarkan terbuka.

“Solusi yang dibutuhkan untuk menghindari bencana kemanusiaan yang mengerikan adalah menyediakan vaksin secepat mungkin, serta menyediakan air bersih dan deterjen yang cukup untuk setiap keluarga, serta menyediakan pusat kesehatan untuk merawat yang terinfeksi,” tegas Al-Ali.

Sementara itu, Syrian Civil Defense Organization di Suriah barat laut mengatakan bahwa 20 kematian akibat kolera baru-baru ini tercatat di pedesaan Idlib dan Aleppo. Sementara jumlah kasus infeksi meningkat menjadi 555.

Syria’s Response Coordinators Group, sebuah organisasi nirlaba di Suriah, mengatakan bahwa jumlah kasus kolera yang dicurigai di kamp telah mencapai 6.893, yang mencakup sembilan kematian di antaranya.

Mereka menambahkan bahwa anak-anak dan remaja adalah yang paling rentan terdampak.

Direktorat Kesehatan Idlib mengatakan, pada 14 Januari 2023, secara total di wilayah Suriah barat laut terjadi lebih dari 37.500 kasus kolera, termasuk 6.000 pada bulan Januari saja.

Di wilayah tersebut terjadi 20 kematian akibat penyakit kolera, menandakan bahwa epidemi itu masih terus menyebar. (Asharq al-Awsat)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« ETGE: “Kemerdekaan Turkistan Timur Akan Hentikan Genosida terhadap Bangsa Uyghur”
Kisah Suami-Istri di Gaza yang Terpisah Akibat Blokade Zionis »