Bagi Petani Gaza, Menanam Tak Hanya soal Pangan; Namun Deklarasi Kehidupan Bisa Tumbuh Kembali

22 November 2025, 19:28.

Petani Gaza. Foto: UN OCHA

GAZA (Al Jazeera | PIC) – Para petani di Gaza berjuang menghidupkan kembali lahan-lahan yang sudah hancur akibat serangan penjajah zionis.  

Meski tidak lagi memiliki peralatan yang layak dan bibit yang cukup, banyak dari mereka bertekad untuk membangun kembali mata pencaharian tersebut. 

Di bagian utara Kota Gaza, hamparan ladang yang dulu penuh tanaman kini berubah menjadi tanah kosong yang rusak oleh bom militer negara palsu ‘Israel’. 

“Saya dulu punya lahan empat setengah hektare dengan pohon buah dan sayuran. Ketika agresi datang, semua—yang hijau maupun yang kering—dilenyapkan. Kami mengungsi ke selatan, dan setelah kembali, kami mulai lagi dari nol,” ucap Ahmed Abu Hallima, seorang petani Gaza. 

Sektor pertanian sendiri menyumbang 10 persen perekonomian Gaza. Namun, kini 80 persen lahan pertanian hancur. Selain itu, 71 persen rumah kaca lenyap, serta kurang dari 5 persen tanah yang tersisa yang masih layak tanam. 

Jurnalis Al Jazeera Ibrahim al-Khalili melaporkan dari Kota Gaza bahwa para petani Gaza serentak kembali ke ladang mereka, menanam ulang tanah yang dihancurkan, dan membangun kembali sumber kehidupan yang hampir dihapuskan oleh agresi penjajah.

“Setiap benih baru bukan sekadar makanan. Ia adalah penghidupan, martabat, dan sebuah upaya pemulihan yang tak berbunyi,” ujarnya.

“Di Gaza, menanam tidak pernah hanya soal pangan. Bagi petani seperti Ahmed, menanam adalah deklarasi bahwa kehidupan tetap bisa tumbuh Kembali, bahkan setelah segalanya dicabut sampai ke akar.”

Penjajah Culik Penduduk Palestina di Tepi Barat 

Serdadu penjajah zionis melancarkan rangkaian penyerbuan besar di berbagai wilayah Tepi Barat sejak Rabu (19/11/2025) malam hingga Kamis (20/11/2025) pagi.

Penjajah menyasar al-Khalil, Ramallah, Nablus, Qalqilya, Tubas, Tulkarem, dan Jenin.  

Di al-Khalil, serdadu penjajah menyerbu Beit Ummar, mengubah rumah warga menjadi pos militer, dan menahan pergerakan penduduk.  

Lebih dari 40 warga Palestina diculik, sementara para tawanan dilaporkan dipukuli dan diinterogasi di lapangan olahraga yang dijadikan pusat penahanan. 

Para serdadu ‘Israel’ juga menyerbu rumah kerabat warga yang gugur, Imran al-Attrash, dan menculik beberapa anggota keluarga.  

Di wilayah yang sama, tiga anggota satu keluarga Palestina terluka akibat serangan pemukim ekstremis Yahudi di dekat Dhahr al-Hawiya.

Di Jenin, sejumlah pemuda dari Qabatiya diculik. Di Nablus, pasukan ‘Israel’ memasuki halaman Rumah Sakit Nasional dan menyerbu Beit Furik serta Desa Salem, menculik dua pemuda.

Serangan pagi hari kembali terjadi di Beit Furik. Di al-Bireh, mobil warga terbakar akibat tembakan suar saat penjajah menyerbu lingkungan Umm ash-Sharayet.

Serangan juga dilaporkan di Qalqilya, Tubas, dan Tulkarem, termasuk penangkapan seorang pemuda di Qalqilya dan penyerangan terhadap warga di Tammun.

Sementara itu, pemukim ilegal kembali melakukan serangan terpisah terhadap warga Badui dan ternak mereka di Khirbet al-Farisiya, Lembah Yordan utara. (Al Jazeera | PIC)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Rakyat Gaza Khawatir Pasukan Asing Bakal Perkuat Pembatasan, Hamas Tegas Tolak Resolusi PBB
Rencana 20 Poin Trump untuk Gaza Terang-terangan Melanggar Hukum Internasional! »