Penjajah Zionis Berupaya Menghambat Fase Lanjutan Gencatan Senjata

25 November 2025, 17:17.

Tank, kendaraan militer, helikopter, dan drone ‘Israel’ terlihat berkeliaran di sekitar pelintasan setelah gencatan senjata diberlakukan pada 14 Oktober 2025. [Mostafa Alkharouf – Anadolu Agency] 

GAZA (Middle East Monitor) – Penjajah zionis ‘Israel’ tengah berupaya menciptakan “realitas baru” di wilayah Gaza menjelang fase lanjutan gencatan senjata.

Kehadiran “pasukan stabilisasi internasional” diperkirakan akan membatasi kemampuan ‘Israel’ melakukan serangan harian seperti di Lebanon, menurut harian Yedioth Ahronoth yang dikutip Anadolu pada Ahad (23/11/2025).

Media tersebut menyebut zionis ‘Israel’ berlomba mempercepat perubahan situasi di lapangan karena setiap pelanggaran akan menjadi lebih sensitif setelah pasukan asing hadir.

Laporan itu menegaskan bahwa ‘Israel’ ingin menerapkan “model Lebanon” di Gaza, tetapi menghadapi kondisi yang jauh lebih kompleks.

Serdadu ‘Israel’ tercatat telah membunuh sedikitnya 342 warga Palestina dan melukai 875 lainnya sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober.

Tekanan mediator, yang mendorong masuk ke fase kedua kerangka gencatan senjata, disebut turut membuat ‘Israel’ kesulitan mempertahankan pendekatannya.

Zionis ‘Israel’ menolak melangkah ke fase lanjutan dengan dalih sepihak bahwa Hamas belum mengembalikan tiga jenazah sandera, meski kelompok tersebut telah membebaskan 20 tawanan hidup dan menyerahkan 27 dari 28 jenazah yang tercatat.

Surat kabar itu juga mencatat bahwa ‘Israel’ telah memberi sinyal bahwa Hamas tidak akan diberi ruang menyusun kembali kekuatannya.

Fase kedua gencatan senjata disebut mencakup pemulihan kondisi Gaza, pembukaan kembali pelintasan Rafah, perluasan bantuan kemanusiaan, mobilitas keluar-masuk wilayah, hingga penarikan bertahap militer penjajah.

“Pasukan stabilisasi internasional”—yang telah disetujui Dewan Keamanan PBB dan diperkirakan berasal dari negara-negara Arab dan Muslim—disebut akan tiba dalam beberapa pekan untuk pelatihan. 

Sejak Oktober 2023, serangan penjajah ‘Israel’ telah menewaskan lebih dari 69.000 warga Gaza, mayoritas perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 170.000 orang, meninggalkan wilayah tersebut dalam kondisi luluh lantak.

Fase pertama gencatan senjata saat ini meliputi pertukaran tawanan ‘Israel’ dengan tawanan Palestina serta rencana rekonstruksi Gaza. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serang Kamp Pengungsian, Penjajah Zionis Perlebar Jalur Akses Militer
Hamas Serukan Dunia Islam Perkuat Gaza sebagai Benteng Pembebasan Masjidil Aqsha »