Penjajah Zionis Lakukan 497 Pelanggaran Selama Gencatan Senjata, Bunuh 342 Warga Gaza

25 November 2025, 17:18.

Foto: Saeed M. M. T. Jaras – Anadolu Agency

GAZA (Middle East Monitor) – Penjajah zionis telah melakukan 497 pelanggaran gencatan senjata di wilayah Gaza; yang menewaskan 342 orang dan melukai 875 orang, demikian dilaporkan Kantor Media Pemerintah Gaza (GMO), lapor Anadolu.

GMO menegaskan bahwa penjajah zionis secara sistematis merusak perjanjian tersebut melalui serangan mematikan dan serangan berulang.

GMO mengatakan 27 pelanggaran tercatat pada hari Sabtu (22/11/2025), yang mengakibatkan 24 kematian dan 87 cedera.

GMO menyebut pola tersebut sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional dan protokol kemanusiaan yang melekat pada perjanjian gencatan senjata.

Pelanggaran penjajah ‘Israel’ sejak 10 Oktober meliputi 142 penembakan yang menargetkan warga sipil, rumah, dan tenda pengungsian; 21 serangan darat di luar “garis kuning”.

Berikutnya 228 serangan udara, artileri, dan darat; serta 100 penghancuran rumah dan bangunan sipil, yang menurut GMO merupakan upaya untuk memperluas kehancuran.

GMO mengatakan 35 warga Palestina juga telah ditahan dalam tindakan penyerbuan penjajah. Penjajah berupaya menciptakan realitas baru yang berdarah yang mengancam keamanan dan stabilitas di Jalur Gaza.

Pertahanan Sipil Gaza sebelumnya mengatakan bahwa setidaknya 22 warga Palestina tewas pada hari Sabtu akibat serangan udara ‘Israel’ yang menghantam rumah dan kendaraan di beberapa wilayah Gaza; sebuah pelanggaran baru terhadap gencatan senjata. 

Penjajah zionis baru-baru ini meningkatkan kembali serangan di sebelah timur “garis kuning”, menghancurkan wilayah yang luas, dan membuat zona di sekitarnya sangat berbahaya bagi warga sipil. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hamas Serukan Dunia Islam Perkuat Gaza sebagai Benteng Pembebasan Masjidil Aqsha
Abu Salmiya: Sistem Kesehatan Gaza Masih Belum Pulih, Blokade Tak Kunjung Usai »