Dua Juta Pemukim Ilegal ‘Israel’ Alami Krisis Mental Akibat Dua Tahun Genosida Gaza
26 November 2025, 22:08.

Serdadu ‘Israel’ berjaga dengan senjata berat dan kendaraan militer di pelintasan Erez pada 29 Februari 2024. [Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency]
GAZA (Middle East Monitor) – Penjajah zionis ‘Israel’ tengah menghadapi krisis kesehatan mental berskala besar,
Krisis tersebut memengaruhi hampir dua juta warganya—yang menduduki tanah Palestina secara ilegal—termasuk banyak serdadu, akibat agresi genosida berkepanjangan di Gaza.
Media lokal yang dikutip Anadolu menyebut ada lonjakan kebutuhan dukungan psikologis, peningkatan kecanduan narkoba, serta runtuhnya struktur keluarga dan komunitas.
Harian Yedioth Ahronoth menuliskan bahwa, meski publik sudah merasakan dampak psikologis perang, para ahli memperingatkan bahwa “bencana nyata” justru baru akan muncul.
Kekurangan terapis akut membuat tekanan mental sering memuncak setelah pertempuran berakhir.
Kesehatan mental ‘Israel’ disebut berada dalam kondisi terburuk dalam beberapa dekade; kekurangan staf, antrean panjang, dan infrastruktur yang tidak mampu menahan beban.
“Kita melihat mayoritas warga kini berada dalam tekanan berat setelah dua tahun perang,” kata psikolog klinis Prof. Merav Roth.
Ia juga menyoroti lonjakan tajam kecanduan. Pada tahun 2018, satu dari sepuluh warga ‘Israel’ memenuhi ambang kecanduan. Kini angkanya melonjak menjadi satu dari empat.
Di kalangan militer, tren serupa tampak. Lembaga penyiaran publik KAN mencatat 279 upaya bunuh diri dan 36 kasus bunuh diri yang telah dikonfirmasi sejak Oktober 2023.
Sementara itu, agresi genosida ‘Israel’ di Gaza selama dua tahun telah menewaskan hampir 70.000 orang, mayoritas perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 170.900 orang; meninggalkan sebagian besar wilayah itu dalam kehancuran. (Middle East Monitor)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
