Zionis ‘Israel’ Serang Daerah Dekat Damaskus, Qatar dan Yordania Mengecam Keras
30 November 2025, 19:43.

Foto: Izz Aldien Alqasem – Anadolu Agency
SURIAH (Middle East Monitor) – Qatar dan Yordania, Jumat (28/11/2025), mengecam keras serangan zionis ‘Israel’ di daerah Beit Jinn dekat Damaskus.
Serangan itu menewaskan dan melukai beberapa warga sipil, Qatar dan Yordania menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan Suriah dan hukum internasional, lapor Anadolu Agency.
Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan eskalasi tersebut memperdalam ketegangan dan melemahkan upaya untuk mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan.
Kementerian tersebut mendesak masyarakat internasional untuk segera mengambil tindakan guna menghentikan pelanggaran ‘Israel’, melindungi warga sipil, dan meminta pertanggungjawaban pelaku serangan di bawah hukum internasional.
Qatar menegaskan kembali solidaritas penuh dengan pemerintah dan rakyat Suriah, menyatakan dukungannya atas semua upaya yang bertujuan untuk mengakhiri serangan dan menjaga keamanan, stabilitas, dan integritas wilayah Suriah.
Yordania juga mengutuk serangan ‘Israel’. Pemerinah Yordania menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya dan provokatif yang hanya memicu ketegangan dan konflik regional.
Kementerian Luar Negeri Yordania mengatakan kerajaan mengutuk keras serangan dan penyerangan tersebut, yang mengakibatkan kematian dan cedera puluhan warga Suriah.
Serangan tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah serta pelanggaran terhadap hukum internasional.
Kementerian tersebut menegaskan kembali penolakan mutlak Yordania atas serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu merupakan kerugian langsung bagi nyawa warga negara Suriah dan pelanggaran kedaulatan.
Kementerian juga menyerukan penghentian segera semua tindakan zionis ‘Israel’ di wilayah Suriah.
Sedikitnya 13 orang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, dan 24 orang terluka pada Jumat (28/11/2025) dini hari akibat serangan ‘Israel’ terhadap Beit Jinn dan jalan menuju ke sana, di daerah pedesaan di sekitar ibu kota Damaskus, menurut media pemerintah.
Militer zionis mengklaim sepihak bahwa mereka telah menahan anggota “Jaama Islamiya”, dengan tuduhan bahwa mereka beroperasi di wilayah Beit Jinn di Suriah selatan dan melancarkan serangan terhadap pemukim ilegal ‘Israel’.
Zionis melancarkan 47 serangan di Suriah selatan pada bulan November, menurut penghitungan Anadolu.
Data pemerintah Suriah menunjukkan bahwa sejak Desember 2024, zionis ‘Israel’ telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan udara di Suriah dan lebih dari 400 serangan lintas batas ke provinsi-provinsi selatan.
Setelah jatuhnya rezim diktator Bashar al-Assad pada akhir 2024, zionis memperluas pendudukannya di Dataran Tinggi Golan Suriah dengan merebut zona penyangga demiliterisasi, sebuah langkah yang melanggar perjanjian tahun 1974 dengan Suriah. (Middle East Monitor)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
