Presiden Suriah: “Zionis Berusaha Mengekspor Krisisnya ke Negara Lain dan Menghindari Tanggung Jawab Genosida”
7 December 2025, 18:47.

Foto: Izettin Kasim – Anadolu Agency
SURIAH (Middle East Monitor) – Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa, Sabtu (6/12/2025), memperingatkan bahwa setiap upaya zionis ‘Israel’ untuk mengubah Perjanjian 1974 akan mengubah kawasan itu menjadi tempat berbahaya; dengan konsekuensi yang belum dapat diprediksi.
Berbicara dalam sesi dialog di Forum Doha 2025, Al-Sharaa mengatakan zionis ‘Israel’ berusaha mengekspor krisisnya ke negara lain dan menghindari tanggung jawab atas agresi genosida yang terjadi di Gaza.
Al-Sharaa mengatakan zionis membenarkan semua tindakannya dengan dalih “masalah keamanan”.
Sementara Suriah, sejak pembebasannya, telah mengirim pesan positif yang bertujuan memperkuat stabilitas regional.
Al-Sharaa menegaskan bahwa zionis harus mematuhi secara ketat perjanjian 1974 yang mengatur garis gencatan senjata di Dataran Tinggi Golan.
Ia mempertanyakan logika di balik seruan penetapan zona penyangga demiliterisasi, dengan mengatakan bahwa usulan tersebut gagal membahas siapa yang akan mengamankan wilayah tersebut jika pasukan Suriah dilarang masuk.
“Ada banyak pertanyaan seputar tuntutan zona demiliterisasi. Siapa yang akan melindungi wilayah ini jika tentara Suriah dilarang masuk?” ujarnya.
“Setiap perjanjian harus menjamin kepentingan Suriah,” ujarnya. “Suriah adalah pihak yang rentan terhadap serangan ‘Israel’, jadi, siapa yang lebih berhak menuntut penarikan pasukan dan pengaturan keamanan?” tegas Al-Sarra. (Middle East Monitor)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
