Bayi Gaza Berusia Delapan Bulan Meninggal Akibat Kedinginan

11 December 2025, 22:25.

Foto: PIC

GAZA (PIC | Middle East Monitor) – Rahaf Abu Jazar, bayi berusia delapan bulan, meninggal dunia pada hari Kamis (11/12/2025) di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza. 

Sumber medis mengatakan bayi tersebut meninggal setelah terpapar suhu rendah dalam waktu yang panjang. 

Sang ibu mengatakan kepada saluran satelit Al Jazeera bahwa ia telah berusaha sebaik mungkin untuk menjaga putrinya tetap hangat. 

“Hujan turun, sangat dingin, dan saya hanya memiliki sedikit barang untuk menghangatkannya. Saya memberinya makan dan menidurkannya. Saya membungkusnya sebaik mungkin, tetapi itu tidak cukup,” katanya.

“Hujan terus turun, dan dingin semakin parah. Saya panik sepanjang malam karena hawa dingin terus merayap masuk. Kemudian, tiba-tiba, saya menemukan bayi kecil saya tak bergerak. Ia meninggal,” kenangnya.

Sumber medis mengatakan bahwa kematian bayi perempuan ini menunjukkan situasi kemanusiaan yang berbahaya di Jalur Gaza. 

Khususnya bagi anak-anak dan keluarga muhajirin yang tinggal di tenda-tenda rapuh yang tidak layak untuk menahan cuaca dingin dan badai yang keras.

Keluarga-keluarga muhajirin di Gaza saat ini menghadapi risiko mematikan akibat paparan cuaca dingin dan hujan karena mereka tidak menemukan bahan-bahan tempat berlindung yang memadai. 

Mereka juga tidak menemukan alat pemanas, makanan, selimut, pakaian musim dingin, bahkan perawatan kesehatan yang layak.

Puluhan tenda yang menampung keluarga muhajirin terendam banjir pada hari Rabu (10/12/2025) di berbagai kamp pengungsian, terutama di daerah al-Mawasi di Khan Yunis, Gaza selatan.

250 Ribu Keluarga Hadapi Tantangan Berat

Pertahanan Sipil Gaza mengatakan telah menerima banyak panggilan darurat dari para muhajirin di Gaza selatan. Banyak keluarga yang terjebak di dalam tenda mereka akibat hujan lebat. 

Pertahanan Sipil Gaza mengungkapkan bahwa lebih dari 250.000 keluarga yang tinggal di kamp-kamp pengungsian di seluruh Jalur Gaza menghadapi kondisi yang sulit karena cuaca dingin dan hujan lebat terus berlanjut.

Sebagian besar keluarga ini berlindung di tenda-tenda usang yang tidak layak untuk menghadapi banjir.

Diperkirakan, hujan lebat akan terjadi pada Kamis siang, sore, dan malam; yang berlangsung hingga Jumat (12/12/2025) pagi.

Pertahanan Sipil mencatat bahwa sebagian wilayah Gaza akan mengalami hujan deras sesekali, terutama pada Jumat pagi, dengan curah hujan yang bervariasi di distrik lain. Mereka memperingatkan risiko banjir di wilayah yang luas di wilayah Gaza. (PIC | Middle East Monitor)

Deir al-Balah, Gaza, 11 Desember 2025. Foto: Mohammed Nassar – Anadolu Agency

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Gerakan Hamas Siap Menyetujui Gencatan Senjata Jangka Panjang
Miliki Ikatan Sejarah yang Kuat, Turkiye Tak Akan Biarkan Kondisi Suriah Kembali Kacau »