Pertahanan Sipil Gaza Temukan Lebih dari 30 Jenazah di Kompleks Medis Al-Shifa

11 December 2025, 22:27.

Foto: PIC

GAZA (PIC) – Tim Pertahanan Sipil Gaza telah menemukan lebih dari 30 jenazah dari sebuah kuburan massal, menurut pernyataan resmi, Rabu (10/12/2025).

Tim Pertahanan Sipil telah bekerja selama empat hari berturut-turut untuk menemukan jenazah dari kuburan darurat yang tersebar di berbagai wilayah Jalur Gaza.

Selama operasi pencarian, sebuah kuburan massal baru berisi lebih dari 30 jenazah ditemukan di dalam kompleks medis Al-Shifa.

Pertahanan Sipil memperkirakan jumlah total jenazah yang dimakamkan di kuburan tersebut sekira 300 orang. Tim akan terus melanjutkan upaya pencarian.

Awal bulan ini, Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan dimulainya proses pemindahan jenazah yang dimakamkan di dalam kompleks Al-Shifa.

Pemindahan ini, yang dikoordinasikan dengan pihak berwenang terkait, dimulai pada tanggal 7 Desember 2025.

Setelah tanggal tersebut, semua jenazah yang ditemukan akan dianggap sebagai jenazah tak dikenal dan dipindahkan ke pemakaman Deir al-Balah di Gaza tengah.

Sejak 7 Oktober 2023, penjajah zionis yang didukung oleh AS dan Eropa telah melakukan agresi genosida di Gaza selama dua tahun.

Penjajah melakukan pembunuhan, kelaparan paksa, penghancuran, pengusiran, dan penangkapan massal, dengan terus mengabaikan seruan internasional dan secara terbuka menentang putusan Mahkamah Internasional untuk menghentikan kekerasan. 

Agresi genosida zionis telah mengakibatkan lebih dari 239.000 warga Palestina tewas dan terluka, mayoritas perempuan dan anak-anak.  

Lebih dari 11 ribu orang hilang, sementara ratusan ribu orang mengungsi. Kelaparan juga telah merenggut banyak nyawa, sebagian besar anak-anak. Penghancuran pun dilakukan penjajah dalam skala luas. (PIC)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Miliki Ikatan Sejarah yang Kuat, Turkiye Tak Akan Biarkan Kondisi Suriah Kembali Kacau
Persekusi terhadap Komunitas Muslim Berlanjut, PBB Didesak Jatuhkan Embargo Senjata terhadap Junta Myanmar »