Pembocor Rahasia Kamp Penahanan Uyghur Terancam Dideportasi dari AS, Keluarganya Diintimidasi
18 December 2025, 08:44.

Sumber: Turkistan Press
UYGHUR (Turkistan Press) – Dunia internasional kembali dikejutkan dengan kabar mengkhawatirkan dari Amerika Serikat. Guan Heng, seorang warga negara Tiongkok yang berani membuka tabir kelam kamp-kamp penahanan massal di Turkistan Timur (Xinjiang), kini menghadapi ancaman deportasi yang dapat mengancam nyawanya.
World Uyghur Congress (WUC) telah mengeluarkan peringatan mendesak terkait kasus ini, yang mengungkap ironi tragis dari perlindungan hak asasi manusia di negara yang mengklaim diri sebagai benteng kebebasan.
Pada tahun 2020, Guan Heng melakukan tindakan yang memerlukan keberanian luar biasa. Dengan diam-diam, ia merekam fasilitas-fasilitas penahanan berskala besar di Turkistan Timur, menghasilkan dokumentasi visual langka yang menjadi bukti kuat penindasan sistematis terhadap umat Muslim Uyghur dan bangsa-bangsa Turki lainnya.
Rekaman rahasia yang ia buat tidak hanya menguatkan kesaksian para penyintas yang telah melarikan diri, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi jurnalisme investigasi global.
Material yang ia sebarkan kepada jurnalis dan peneliti di seluruh dunia turut berkontribusi pada peraihan Hadiah Pulitzer oleh BuzzFeed News atas liputan investigatif mereka tentang kampanye penahanan massal.
Tanpa keberanian Guan Heng, dunia mungkin tidak akan pernah melihat bukti konkret dari kejahatan kemanusiaan yang coba disembunyikan oleh pemerintah Tiongkok.
Setelah berhasil melarikan diri dari Tiongkok, Guan Heng menempuh perjalanan berbahaya melintasi berbagai negara sebelum akhirnya tiba di Amerika Serikat pada tahun 2021 untuk mencari suaka.
Sejak kedatangannya, ia hidup secara terbuka, memperoleh izin kerja yang sah, dan mengajukan permohonan suaka melalui jalur hukum yang benar. Namun, alih-alih mendapat perlindungan atas keberaniannya membela kemanusiaan, Guan justru kini ditahan di Penjara Broome County, New York, dan terancam deportasi.
Jika Guan Heng dideportasi kembali ke Tiongkok, konsekuensi yang ia hadapi akan sangat mengerikan. WUC menekankan bahwa ia akan menghadapi risiko pemenjaraan, penyiksaan, atau bahkan penghilangan paksa.
Di bawah undang-undang keamanan nasional Tiongkok yang sangat luas cakupannya, tindakan Guan yang membocorkan informasi tentang kamp-kamp penahanan dapat dikategorikan sebagai pengkhianatan terhadap negara. Bahkan, anggota keluarganya di Tiongkok telah mengalami interogasi dan pelecehan oleh aparat keamanan sebagai bentuk intimidasi dan pembalasan.
Kasus ini telah memicu keprihatinan mendalam di kalangan internasional. Para jurnalis yang mengandalkan bukti-bukti yang ia sediakan, organisasi-organisasi hak asasi manusia, serta para pakar dan peneliti Tiongkok menyuarakan alarm yang sama: mendeportasi Guan Heng akan mengirimkan pesan yang menghancurkan kepada para pembocor rahasia di seluruh dunia yang berani mengungkap kejahatan massal.
World Uyghur Congress mendesak otoritas Amerika Serikat untuk segera menghentikan semua proses deportasi terhadap Guan Heng dan memastikan bahwa permohonan suakanya mendapat peninjauan yang menyeluruh dan adil sesuai dengan hukum pengungsi AS.
Lebih dari itu, WUC mengingatkan Amerika Serikat untuk menghormati kewajiban internasional mereka berdasarkan prinsip non-refoulement, yang menyatakan bahwa pengungsi tidak boleh dikembalikan ke negara-negara di mana mereka menghadapi ancaman serius terhadap kehidupan dan kebebasan mereka. (Turkistan Press)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
