IPC: “Agresi Zionis Memang Mereda, tetapi 1,6 Juta Warga Gaza Masih Kelaparan!”

21 December 2025, 17:39.

Foto: Abed Rahim Khatib – Anadolu Agency

GAZA (Middle East Monitor) – Kondisi kelaparan di Jalur Gaza telah mereda sementara; setelah berkurangnya agresi zionis serta meningkatnya akses untuk pengiriman makanan kemanusiaan dan perdagangan. 

Namun, situasi secara keseluruhan tetap kritis, menurut temuan baru yang dirilis oleh Integrated Food Security Phase Classification (IPC), lapor Anadolu Agency

Antara 16 Oktober hingga 30 November 2025, sekira 1,6 juta orang, atau 77% dari populasi yang dianalisis, mengalami tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi yang diklasifikasikan sebagai Fase 3 IPC (krisis) atau lebih buruk, kata IPC. 

Jumlah itu termasuk lebih dari setengah juta orang dalam keadaan Darurat (Fase 4 IPC) dan lebih dari 100.000 orang menghadapi Bencana (Fase 5 IPC), klasifikasi yang paling parah.

Meskipun perkembangan terkini di tengah gencatan senjata yang rapuh, termasuk rencana “perdamaian” yang diusulkan dan peningkatan arus masuk makanan, telah membantu meringankan kondisi yang paling ekstrem, IPC memperingatkan bahwa prospeknya tetap suram.

Diperkirakan, mulai tanggal 1 Desember hingga 15 April 2026, sekira 1,6 juta orang masih menghadapi tingkat kerawanan pangan tingkat krisis atau lebih buruk.

Termasuk sekira 571.000 orang dalam kondisi darurat dan sekira 1.900 orang dalam kondisi bencana; yang mencerminkan pengurangan dalam hasil yang paling ekstrem, tetapi bukan kembalinya stabilitas.

“Dalam skenario terburuk, yang akan mencakup berlanjutnya agresi zionis dan penghentian arus masuk kemanusiaan dan perdagangan, penduduk di seluruh wilayah Gaza berisiko mengalami kelaparan hingga pertengahan April 2026,” IPC memperingatkan.

Situasi gizi juga menunjukkan beberapa peningkatan dibandingkan dengan analisis sebelumnya, tetapi tetap mengkhawatirkan.

Hampir 101.000 anak berusia enam hingga 59 bulan diperkirakan akan menderita kekurangan gizi akut di seluruh Gaza hingga pertengahan Oktober 2026, termasuk lebih dari 31.000 kasus parah.

Selama periode yang sama, diperkirakan 37.000 wanita hamil dan menyusui juga diproyeksikan mengalami kekurangan gizi akut dan membutuhkan perawatan. 

IPC menekankan bahwa akses kemanusiaan dan stabilitas yang berkelanjutan sangat penting untuk mencegah terulangnya kelaparan yang mengancam nyawa. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Yaman: Dari Intimidasi hingga Eksekusi, Rakyat Sipil di Bawah Teror Milisi Syiah Houthi
Penjajah Zionis Berambisi Perluas Pengaruh Global Melalui Kesepakatan Teknologi dan AI  »