Kondisi Kelaparan di Gaza Masih Sangat Parah, Penjajah Batasi Aktivitas Lembaga Kemanusiaan

23 December 2025, 19:11.

Foto: PIC

GAZA (PIC) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa risiko kelaparan di Gaza kian meningkat. Kondisi itu membahayakan ratusan ribu warga Palestina di tengah memburuknya kerawanan pangan dan kekurangan gizi.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Ghebreyesus, mengatakan setidaknya 1,6 juta orang di Gaza kemungkinan menghadapi tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi hingga pertengahan April 2026.

“Prakiraan menunjukkan bahwa lebih dari 100.000 anak dan 37.000 wanita hamil dan menyusui akan menderita kekurangan gizi akut pada April 2026,” kata Ghebreyesus, 21 Desember 2025.

Ia mencatat bahwa sistem kesehatan Gaza kesulitan untuk mengatasi situasi ini karena hanya sekira 50 persen fasilitas kesehatan yang beroperasi sebagian dan menghadapi kekurangan peralatan penyelamat jiwa dan perlengkapan medis penting yang parah.

Ghebreyesus menekankan bahwa upaya untuk mencegah kelaparan di wilayah yang terkepung itu tetap sangat rapuh.

Skenario terburuk, termasuk peningkatan kembali agresi atau penghentian pengiriman bantuan kemanusiaan karena pembatasan operasional, dapat mendorong seluruh wilayah Gaza ke dalam kelaparan skala penuh pada pertengahan April 2026.

Ia menggarisbawahi bahwa peningkatan layanan penyelamatan jiwa dan perluasan akses ke perawatan kesehatan di Gaza membutuhkan persetujuan mendesak untuk masuknya pasokan dan peralatan medis penting ke wilayah Gaza.

Menurut Dirjen WHO, lebih dari 16.500 pasien di Gaza masih menunggu evakuasi medis darurat.

Aktivitas Lembaga Kemanusiaan Dibatasi

Dokter Tanpa Batas (Médecins Sans Frontières/MSF), Senin (22/12/2025), memperingatkan dampak dari langkah-langkah baru zionis terkait pendaftaran LSM internasional yang beroperasi di Gaza dan Tepi Barat terjajah.

MSF menekankan bahwa langkah-langkah ini akan membahayakan pekerjaan kemanusiaan dan merampas akses ratusan ribu warga Palestina terhadap layanan kesehatan yang menyelamatkan jiwa.

MSF mengatakan bahwa aturan baru penjajah untuk mendaftarkan LSM internasional dapat menyebabkan ratusan ribu orang di Gaza tidak dapat mengakses layanan kesehatan yang menyelamatkan jiwa pada tahun 2026.

MSF mencatat bahwa dengan persyaratan tersebut, penjajah mengancam untuk mencabut pendaftaran organisasi mulai 1 Januari 2026. 

MSF memperingatkan bahwa kegagalan untuk mematuhi prosedur ini akan mencegah LSM, termasuk MSF sendiri, untuk terus memberikan layanan penting kepada warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.  

Hilangnya kemampuan organisasi kemanusiaan independen dan berpengalaman untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan, di tengah kehancuran sistem perawatan kesehatan Gaza yang meluas, bakal kian menyulitkan penduduk Gaza. 

MSF menyerukan kepada penjajah untuk memastikan bahwa LSM internasional dapat mempertahankan dan melanjutkan respons kemanusiaan yang independen di Gaza. Kondisi saat ini pun, respons kemanusiaan di Gaza masih sangat terbatas. (PIC)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Berambisi Perluas Pengaruh Global Melalui Kesepakatan Teknologi dan AI 
Penjajah Zionis Dirikan 13 Situs Militer Baru Setelah Gencatan Senjata Diberlakukan »