Penjajah Ancam Hancurkan Lapangan Sepak Bola di Kamp Aida, Ruang Terbuka yang Tersisa untuk Anak-Anak Muhajirin

23 December 2025, 19:13.

Foto: PIC

PALESTINA (PIC) – Di lapangan sepak bola kecil yang berdekatan dengan tembok pemisah apartheid di Tepi Barat terjajah, anak-anak dari Kamp Pengungsian Aida biasa berlatih dan bermain sepak bola.

Sebagian besar dari mereka tidak terpengaruh oleh beton menjulang tinggi yang mengelilingi area tersebut, sampai mereka terkejut oleh keputusan penjajah untuk menghancurkan fasilitas tersebut, yang telah menjadi tempat langka bagi penduduk kamp yang padat penduduk di utara Bayt Lahm.

Abdullah Adnan, anggota tim sepak bola nasional Palestina, mengatakan; “Lapangan itu benar-benar memberi saya kemampuan untuk berlatih. Tanpa tempat ini, saya tidak akan memiliki kesempatan untuk mewakili tim nasional.”

Adnan lahir dan dibesarkan di Kamp Aida, seperti banyak pemuda yang pertama kali melakukan dribel bola di lapangan ini.

Pada awal Desember, anak-anak yang datang bermain menemukan perintah pembongkaran yang dikeluarkan oleh serdadu penjajah yang dipasang di pintu masuk lapangan.

Mereka lantas membawanya ke Muhannad Abu Srour, direktur olahraga Klub Shabab Aida, yang mengatakan, “Kami terkejut dengan keputusan penjajah untuk menghancurkan lapangan sepak bola di Kamp Aida.”

Lokasi 500 Anak-Anak Muhajirin Berlatih

Lapangan tersebut, yang ukurannya kira-kira setengah dari lapangan standar, melayani lebih dari 500 anak yang berlatih di sana secara teratur.

Abu Srour menambahkan, “Lapangan ini adalah satu-satunya ruang terbuka yang kami miliki. Menutupnya merupakan kemunduran bagi impian anak-anak dan membungkam aspirasi warga Palestina untuk menjadi bagian dari olahraga ini.”

Sementara itu, Adnan, 18 tahun, menggambarkan lapangan tersebut sebagai “penyelamat”. Tanpanya ia akan terpaksa bermain di jalanan atau meninggalkan permainan sama sekali.

Penjajah zionis telah menduduki Tepi Barat sejak 1967. Mereka terus-menerus melakukan penghancuran rumah dan fasilitas Palestina dengan dalih membangun tanpa izin.

Dalam perintah penghancuran, penjajah mengklaim lapangan tersebut dibangun “tanpa izin”. Namun, mantan wali kota Bayt Lahm, Anton Salman, bersikeras bahwa lokasi tersebut sepenuhnya legal.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah kota menyewa lahan tersebut dari pemiliknya, Gereja Armenia, pada tahun 2021. Setelah itu, area itu dikelola oleh komite rakyat kamp, ??sebuah penjelasan yang dikonfirmasi oleh kepala komite, Saeed al-Ezza.

Seperti kamp pengungsi Palestina lainnya, Kamp Aida didirikan untuk menampung ratusan ribu pengungsi yang mengungsi pada tahun 1948.

Seiring waktu, kamp ini telah menjadi lingkungan beton yang padat. Al-Ezza mengatakan, “Lebih dari 7.000 orang tinggal di sebidang tanah kecil ini. Jalan-jalannya sempit, dan kami tidak punya tempat lain untuk bernapas lega.”

Raih Prestasi Olahraga

Abu Srour menyoroti prestasi yang dimungkinkan oleh lapangan tersebut. Ia mencatat bahwa aktivitasnya telah memungkinkan kelompok-kelompok pemuda untuk bepergian dan berpartisipasi dalam acara olahraga di luar Palestina pada saat pengepungan di Tepi Barat semakin intensif.

Ia mengatakan, “Lebih mudah untuk pergi dan bermain di Prancis daripada pergi dan bermain di Nablus,” yang jaraknya kurang dari 100 kilometer.

Sejak dimulainya agresi genosida pada 7 Oktober, penjajah zionis telah mendirikan ratusan pos pemeriksaan tambahan di seluruh wilayah Tepi Barat, yang semakin mempersulit pergerakan karena jaringan jalan yang diperuntukkan bagi para pemukim ilegal. 

Menurut Abu Srour, sebuah tim sepak bola dari Ramallah, sekitar 20 kilometer jauhnya, membutuhkan waktu enam jam untuk mencapai Kamp Aida. 

Selama sesi latihan yang melibatkan sekira 50 anak berusia antara lima dan 10 tahun, pelatih Mahmoud Jandiyya mengungkapkan harapannya agar lapangan tetap ada.

“Tembok itu ada dan kami merasa seperti berada di penjara, tetapi yang terpenting adalah lapangan tetap ada dan anak-anak terus bermain. Jika lapangan dihancurkan, mimpi anak-anak akan ikut hancur bersamanya,” ujarnya. (PIC)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Dirikan 13 Situs Militer Baru Setelah Gencatan Senjata Diberlakukan
Muhajirin Gaza Hadapi Musim Dingin yang Berat, Rumah-Rumah Rapuh Terancam Runtuh »