Ditahan di Penjara Damon, Muslimah Palestina Diperlakukan Kasar dan Dipaksa Melepas Jilbab
24 December 2025, 21:12.

Tawanan wanita dan anak-anak tiba di Rumah Sakit Eropa dan bertemu kembali dengan keluarga mereka di timur Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, 27 Februari 2025. Foto: Abed Rahim Khatib – Anadolu Agency
PALESTINA (Middle East Monitor) – Para Muslimah Palestina yang ditahan di Penjara Damon di Haifa, wilayah Palestina terjajah, terus menghadapi perlakuan kasar dari aparat penjajah.
Termasuk pemukulan dan pelepasan paksa jilbab mereka, kata Kantor Media Tahanan Palestina pada hari Senin (22/12/2025), sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency.
Para penjaga penjara menggiring para Muslimah yang ditahan ke halaman penjara, lalu menyuruh mereka duduk di tanah, melepaskan jilbab mereka, dan menyerang mereka.
Anjing dan granat kejut juga digunakan terhadap para perempuan tersebut. Perlakuan kasar dan keji itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap semua hukum dan norma kemanusiaan.
Beberapa tawanan terluka akibat serangan tersebut, yang dilakukan dalam empat kesempatan terpisah pada bulan Desember.
Kantor Media Tahanan Palestina menyatakan penjajah zionis harus sepenuhnya bertanggung jawab atas keselamatan para tawanan perempuan. Mereka memperingatkan risiko yang ditimbulkan akibat pola penindasan yang berkelanjutan.
Mereka menyerukan kepada organisasi HAM dan kemanusiaan untuk mengambil tindakan mendesak guna menghentikan peningkatan pelanggaran terhadap para Muslimah yang ditahan di Penjara Damon.
Lebih dari 9.300 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, masih ditahan di penjara-penjara ‘Israel’.
Banyak dari mereka menghadapi penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis yang telah menyebabkan banyak kematian, menurut sejumlah organisasi HAM.
Penjajah zionis telah membunuh lebih dari 71.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 171.000 lainnya melalui agresi genosida di Gaza sejak Oktober 2023.
Militer dan pemukim ilegal juga telah membunuh setidaknya 1.102 warga Palestina di Tepi Barat terjajah, dan melukai 11.000 lainnya selama periode yang sama. (Middle East Monitor)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
