Di Depan Reruntuhan RS Al-Shifa, 170 Dokter Gaza Deklarasikan Kelompok Perisai Kemanusiaan

26 December 2025, 19:02.

Foto: PIC

GAZA (PIC) – Dari tengah reruntuhan dan dari jantung lokasi yang ingin dijadikan saksi kematian oleh penjajah zionis, kehidupan kembali bangkit.

Di depan Kompleks Medis Al-Shifa, yang selama dua tahun agresi genosida zionis telah berubah menjadi ikon luka, pengepungan, dan kehancuran, 170 dokter pria dan wanita dari Gaza berdiri sebagai “Kelompok Perisai Kemanusiaan”. Mereka menyatakan kemenangan kemanusiaan atas mesin pembunuh.

Mereka merayakan kelulusan dan perolehan sertifikasi Dewan Palestina, dalam sebuah momen yang melampaui upacara akademis; untuk menjadi bukti sejarah tentang ketahanan, ketekunan, dan komitmen yang tak tergoyahkan terhadap kehidupan.

Pemilihan lokasi bukanlah kebetulan. Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza, menyaksikan salah satu kejahatan paling keji dalam sejarah modern.

Yakni pengepungan yang mencekik, serangan militer, pembunuhan lebih ratusan orang, penangkapan puluhan staf medis, dan penghancuran sistematis fasilitas perawatan kesehatan.

Dari reruntuhan itulah muncul “Kelompok Perisai Kemanusiaan”, yang menyatakan bahwa yang gagal dihancurkan oleh peluru dan tank adalah semangat rakyat Palestina.

Dalam pemandangan yang mengagumkan ini, Gaza tampak menulis babak baru sejarahnya melalui tangan para dokternya.

Para dokter tersebut terus melanjutkan aktivitas dan studi mereka di bawah pengeboman, pengungsian, kelaparan dan ketakutan, bekerja di ruang operasi tanpa listrik atau obat-obatan, menggendong yang terluka dengan tangan mereka sendiri, dan tidak pernah meninggalkan pasien mereka hingga saat-saat terakhir.

Beberapa dokter kehilangan rumah mereka; yang lain kehilangan keluarga mereka. Dari kelompok ini, sepuluh dokter gugur.

Direktur Kompleks Medis Al-Shifa, Dr. Muhammad Abu Salmiya, menangkap momen itu dalam beberapa kata yang kaya makna: “Mereka menghancurkan rumah sakit, tetapi mereka tidak dapat menghancurkan manusia … Dokter Palestina bangkit kembali seperti burung phoenix, untuk memberi tahu dunia: Kami tetap ada.” Ini bukan sekadar kata-kata, tetapi kenyataan yang terungkap di depan mata kita.

Penulis dan analis politik Helmi Al-Asmar melihat sesuatu yang melampaui logika dalam peristiwa itu, menulis: “Gaza bukan berasal dari planet ini.”

Bagaimana mungkin sebuah kota yang terkepung, dibombardir siang dan malam, dapat meluluskan dokter dan merayakan perjuangan? Bagaimana mungkin sebuah rumah sakit yang menjadi tempat pembantaian kembali menjadi landasan harapan? 

Dari sini, dari tempat yang penjajah coba akhiri segalanya, sebuah pesan yang jelas muncul bagi dunia: “Gaza dibom, tetapi tidak mati; Gaza terkepung, tetapi melahirkan harapan.” 

Dari Rumah Sakit Al-Shifa, tempat gugurnya para generasi pejuang, lahirlah generasi baru dokter kehidupan. 

Mereka berdiri sebagai perisai kemanusiaan melawan kematian, dan sebagai bukti nyata bahwa semangat manusia lebih kuat daripada teror, agresi, dan perang. (PIC)

Foto: PIC

Foto: PIC

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pemukim Zionis: ‘Gaza Adalah Warisan Leluhur Kami. Gaza Akan Dihuni Orang Yahudi’
Lembaga Bantuan Medis Palestina: 1.200 Pasien Meninggal di Gaza karena Kurangnya Pelayanan Kesehatan »