Lembaga Bantuan Medis Palestina: 1.200 Pasien Meninggal di Gaza karena Kurangnya Pelayanan Kesehatan
26 December 2025, 19:03.

Foto: PIC
GAZA (PIC) – Lembaga Bantuan Medis Palestina memperingatkan tentang komplikasi serius dan berpotensi mengancam jiwa yang dihadapi para pasien dengan penyakit kronis di wilayah Gaza.
Terutama karena kekurangan obat-obatan penting dan pembatasan perjalanan yang terus diberlakukan penjajah zionis untuk perawatan kesehatan di luar negeri.
Direktur Lembaga Bantuan Medis Palestina, Muhammad Abu Afash, mengatakan bahwa 1.200 pasien Palestina telah meninggal di Gaza karena kurangnya perawatan kesehatan dan dilarang bepergian ke luar wilayah tersebut untuk menyelesaikan perawatan mereka.
Awal bulan ini, kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa 1.092 pasien di Gaza meninggal saat menunggu evakuasi medis antara Juli 2024 dan November 2025.
Meskipun genosida zionis mereda, evakuasi medis dari Gaza terus berlangsung dengan sangat lambat karena penjajah mempertahankan pembatasan ketat terhadap keberangkatan pasien dari wilayah yang mereka kepung tersebut.
Abu Afash menambahkan bahwa 99 persen operasi ortopedi khusus telah terhenti sepenuhnya karena tidak adanya pasokan medis yang dibutuhkan.
Ia memperingatkan bahwa penangguhan tersebut menyebabkan konsekuensi kesehatan yang serius bagi pasien dan warga sipil yang terluka.
Kementerian Kesehatan Gaza juga memperingatkan tentang memburuknya persediaan obat-obatan di rumah sakit. Kementerian melaporkan kekurangan 52 persen untuk obat-obatan esensial dan 71 persen untuk perlengkapan medis habis pakai.
Kementerian mengatakan bahwa penjajah terus membatasi masuknya truk bantuan medis hingga kurang dari 30 persen dari kebutuhan bulanan Gaza, yang melanggar kewajiban yang ditetapkan dalam perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. (PIC)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
