Mantan Tahanan Suriah di Penjara Zionis: ‘Israel’ Terus Melakukan Penahanan Warga Sipil di Suriah Selatan

26 December 2025, 19:04.

Suasana daerah Al Qunaitra, tempat yang selama setahun terakhir sejak jatuhnya rezim Assad, serdadu zionis telah menahan lebih dari 40 orang, juga mendirikan sembilan pangkalan militer di dalam dan sekitar permukiman sipil dan bukit-bukit strategis [Bakr Al Kasem – Anadolu Agency]

SURIAH (Middle East Minitor) – Penjajah zionis ‘Israel’ terus melakukan tindakan penyerangan di Suriah selatan, termasuk menahan warga sipil. 

Demikian kesaksian seorang pria Suriah yang baru-baru ini dibebaskan setelah berbulan-bulan ditahan oleh penjajah zionis ‘Israel’, lapor Anadolu

Ali Abdullah, salah satu dari puluhan warga Suriah yang ditahan oleh serdadu zionis di Suriah selatan, dibebaskan setelah ditahan di penjara ‘Israel’ selama lebih dari lima bulan. 

Abdullah, 20 tahun, tinggal di Desa Ma’ariya, yang terletak di antara Quneitra dan Daraa di Suriah Selatan. 

Abdullah mengatakan kepada Anadolu bahwa ia ditahan pada 29 Juni 2025, ketika serdadu zionis menyerang desanya. Ia ditahan selama satu hari di dekat perbatasan sebelum digiring ke wilayah Palestina terjajah. 

Menurut Abdullah, ia pertama kali dipindahkan ke Penjara Sde Teiman di Gurun Naqab, tempat ia ditahan selama sekitar dua bulan, sebelum dipindahkan ke Penjara Ofer di Tepi Barat terjajah. 

Abdullah mengatakan bahwa ia diinterogasi di Penjara Ofer dan ditahan selama berbulan-bulan, meskipun tidak menghadapi tuduhan kriminal apa pun. 

“Saya ditahan selama 5 bulan dan 10 hari, meskipun saya tidak melakukan kejahatan apa pun. Ada sekira 60 hingga 70 warga Suriah bersama saya di penjara. Hanya empat orang yang dibebaskan,” kata Abdullah. 

Abdullah menggambarkan tekanan psikologis berat yang dialaminya selama penahanan, dengan menyatakan bahwa tangan dan kakinya diikat sebagai bagian dari “hukuman”. Beberapa tahanan menderita masalah kesehatan serius akibat praktik tersebut.

Ia juga ditahan di sel isolasi selama 10 hari dengan tangan diborgol di belakang punggungnya.

“Dalam kondisi seperti itu, Anda tidak bisa makan atau pergi ke toilet. Di penjara, hanya diberikan satu kali makan sehari,” katanya.

Abdullah mengungkapkan penjaga penjara menekan para tahanan selama ibadah, dengan menghina dan mencaci maki mereka.

Setelah dibebaskan, Abdullah kembali ke desanya, mengatakan bahwa pelanggaran ‘Israel’ terhadap wilayah Suriah terus berlanjut.

“Serdadu zionis sering melintasi perbatasan, mendirikan pos pemeriksaan, dan menahan warga sipil,” katanya.

Abdullah, yang tinggal sekitar 500600 meter (1.6401.970 kaki) dari perbatasan Suriah, menambahkan: “Kami di sini, ini tanah kami. Bahkan jika mereka menangkap atau menahan kami, kami tidak akan menyerahkan tanah ini.”

Menurut informasi yang dihimpun berbagai sumber, penjajah zionis menangkap dan menahan 40 orang di Provinsi Quneitra di Suriah Selatan selama satu tahun terakhir sejak tumbangnya rezim Assad. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Lembaga Bantuan Medis Palestina: 1.200 Pasien Meninggal di Gaza karena Kurangnya Pelayanan Kesehatan
Turkiye Perkuat Sistem Radar di Suriah, Penjajah Zionis Kalang Kabut »