Tenda-Tenda di Gaza Terendam Banjir, Bayi Dua Bulan Meninggal Dunia Akibat Kedinginan

30 December 2025, 20:34.

Foto: PIC

GAZA (PIC) – Seorang bayi laki-laki berusia dua bulan meninggal dunia akibat paparan suhu rendah yang berkepanjangan. Sementara itu, seorang pemuda tewas setelah bangunan yang rusak akibat agresi genosida runtuh di Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza, Senin (29/12/2025), menyatakan bahwa Arkan Firas yang berusia dua bulan meninggal karena hipotermia. Kematian Arkan menambah jumlah bayi yang tewas akibat cuaca dingin menjadi tiga orang.

Kementerian juga melaporkan kematian seorang pemuda Palestina akibat runtuhnya sebuah bangunan. Dengan demikian, jumlah korban yang tewas dalam insiden serupa menjadi 17 orang.

Sementara itu, kesulitan para muhajirin Gaza terus meningkat akibat badai baru yang melanda wilayah Gaza; layanan meteorologi memperkirakan penurunan suhu dan hujan lebat pada waktu yang akan datang.

Aparat di Gaza memperingatkan bahwa kondisi yang kian rapuh juga membawa bahaya baru, yakni ancaman penyakit dan infeksi karena sistem pembuangan limbah yang buruk sehingga mencemari air banjir.

Terdapat pula risiko lebih banyak bangunan yang rusak dapat runtuh selama dan setelah badai saat ini.

Tenda Terendam Banjir

Tenda-tenda rapuh para muhajirin terendam banjir dan kamp-kamp pengungsian darurat tertelan lumpur pada hari Senin (29/12/2025) setelah hujan deras musim dingin melanda daerah pesisir tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Banyak keluarga Palestina juga terpaksa tinggal di bangunan yang rusak akibat agresi zionis karena penjajah telah menghancurkan sebagian besar rumah dan bangunan di Gaza.

Penjajah juga terus memblokir masuknya rumah portabel dan bahan bangunan, juga mengabaikan komitmennya berdasarkan perjanjian gencatan senjata.

Dalam insiden terkait, penjajah sengaja melepaskan air hujan yang terkumpul dari bendungan di timur daerah Wadi Gaza sehingga membanjiri dan menyapu puluhan tenda milik keluarga muhajirin.

Menurut UNRWA pada hari Senin, setidaknya 235.000 orang di Gaza telah terdampak oleh krisis buatan penjajah.

“Berbulan-bulan agresi dan pengungsian memaksa orang-orang di Gaza untuk hidup di tengah reruntuhan yang runtuh di tempat penampungan darurat atau di tenda-tenda yang rapuh,” kata Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini di media sosial. 

“Meskipun badai Byron yang melanda Gaza pada 10 Desember adalah bencana alam, konsekuensinya adalah buatan manusia,” tegas Lazzarini. 

Hujan lebat dan angin kencang yang dipicu oleh sistem cuaca bertekanan rendah menyebabkan runtuhnya 17 bangunan dan kerusakan sebagian atau seluruhnya pada lebih dari 42.000 tenda atau tempat penampungan sementara. 

Kondisi itu berdampak pada setidaknya 235.000 orang antara tanggal 10 dan 17 Desember, kata Lazzarini, mengutip data dari Shelter Cluster di Gaza, yang merupakan koalisi bantuan internasional yang dipimpin oleh Norwegian Refugee Council. (PIC)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Cabut dan Ratakan 8.000+ Pohon, Kerugian Finansial Diperkirakan $7 Juta
56 Jurnalis Palestina Tewas Sepanjang Tahun 2025 »