Di Tengah Krisis yang Kian Parah, Muhajirin Gaza Hadapi Beratnya Musim Dingin di Tenda-Tenda Rapuh

10 January 2026, 21:10.

Foto: PIC

GAZA (PIC) – Awan di Gaza sarat dengan hujan; yang mengubah tanah menjadi genangan lumpur. Para muhajirin di wilayah Gaza menghadapi musim dingin yang keras dengan tenda-tenda berkualitas rendah yang tersedia sebagai tempat berlindung mereka.

Para pakar tempat berlindung menemukan fakta bahwa ribuan tenda yang diberikan kepada pengungsi Palestina tidak layak digunakan dalam kondisi musim dingin yang ekstrem.

Tenda-tenda tersebut gagal memenuhi standar perlindungan dasar dan tidak tahan terhadap badai hujan atau angin kencang.

Berdasarkan perkiraan PBB, temuan penilaian, yang dilaporkan oleh The Guardian, menunjukkan bahwa badai yang melanda Gaza dalam beberapa pekan terakhir telah merobek atau mencabut ribuan tenda.

Kerusakan tersebut secara langsung memengaruhi sekira 235.000 orang, sebagian besar anak-anak, perempuan, dan lansia.

Tenda Perlu Diganti, Bukan Diperbaiki

Klaster Tempat Berlindung Palestina, yang mengoordinasikan pekerjaan ratusan organisasi kemanusiaan, melaporkan bahwa sebagian besar tenda yang baru-baru ini didistribusikan membutuhkan penggantian total.

Kelompok tersebut menyoroti bahwa tenda-tenda tersebut berkualitas buruk dan strukturnya lemah. Tenda-tenda tersebut tidak kedap air dan tidak memiliki alas lantai.

Laporan tersebut juga menjelaskan adanya cacat desain yang menyebabkan air hujan menggenang di atas tenda hingga akhirnya roboh.

Insinyur Ahmad Al-Sharafi mengatakan bahwa tenda yang dirancang untuk penggunaan kemanusiaan pada musim dingin harus tahan terhadap angin minimal 70 kilometer per jam dan memiliki lantai yang ditinggikan serta insulasi kedap air ganda.

“Tenda-tenda di Gaza adalah tenda musim panas berbiaya rendah, yang langsung rusak saat badai pertama,” tegas Sharafi. Ia menambahkan bahwa lingkungan tersebut tidak siap dengan tanah berlumpur, tidak ada sistem drainase, dan kurang infrastruktur dasar.

“Air Mencapai Dada Anak-Anak Kami”

Di wilayah Gaza Selatan, Um Mohammad Baslah (34 tahun) berdiri di dalam tendanya; mencoba mengeringkan kasur yang benar-benar basah kuyup.

“Air banjir tiba-tiba masuk ke dalam tenda pada malam hari dan kami mulai berteriak dan mengangkat anak-anak ke atas kursi,” kata Baslah.

Ia menjelaskan bahwa anak bungsunya menggigil kedinginan saat tenda robek di salah satu sisinya. “Air mencapai dada anak-anak kami,” katanya.

Baslah mengatakan tenda-tenda tersebut merupakan bantuan kemanusiaan, tetapi gagal melindungi warga Gaza. Hujan menerjang lebih deras daripada kekuatan tempat berlindung.

Anak-Anak dalam Risiko Serius

Para dokter memperingatkan konsekuensi kesehatan yang parah akibat paparan berkepanjangan kondisi dingin dan lembap, terutama di kalangan anak-anak.

Dr. Alaa Abu Daqqa, seorang dokter anak di pusat medis lapangan, mengatakan telah terjadi peningkatan tajam kasus infeksi dada, asma, penyakit kulit, dan kekurangan gizi.

“Anak-anak yang tidur di tanah basah di dalam tenda yang robek menghadapi risiko kesehatan dan jiwa yang serius karena kondisi tempat berlindung merupakan faktor kunci dalam penyebaran penyakit,” Abu Daqqa menekankan, seraya menambahkan bahwa kesehatan akan memburuk ketika tempat berlindung rusak.

Kekhawatiran tentang Kualitas Bantuan

Laporan The Guardian, yang disusun oleh jurnalis Jason Burke di Baitul Maqdis dan Saham Tantoush di Gaza, menimbulkan pertanyaan serius tentang kualitas bantuan yang masuk ke Gaza di luar saluran PBB.

Laporan tersebut juga menyoroti kurangnya pengawasan dan akuntabilitas. 

Organisasi kemanusiaan dan penduduk mengatakan bahwa tenda yang tersedia di pasar komersial mahal dan tidak cocok untuk kondisi cuaca ekstrem di Gaza. 

Sebagian besar penduduk Gaza yang berjumlah sekitar 2,3 juta orang telah mengalami pengungsian berulang kali sejak dimulainya agresi genosida zionis pada Oktober 2023.  

Hal ini terjadi di tengah kehancuran infrastruktur berskala luas dan prospek rekonstruksi yang masih terancam. 

Di tengah krisis yang kian parah, keluarga-keluarga muhajirin kini menghadapi musim dingin yang berat di dalam tenda-tenda rapuh. (PIC)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pada Masa Gencatan Senjata, Krisis Gas Semakin Parah Di Gaza
Musim Dingin Kian Berat, Sudah Belasan Anak Gaza Meninggal Dunia »