Musim Dingin Kian Berat, Sudah Belasan Anak Gaza Meninggal Dunia

12 January 2026, 21:25.

Seorang kerabat berduka setelah bayi Palestina berusia satu minggu, Mahmoud al-Akra, meninggal dunia akibat cuaca dingin yang ekstrem di Deir al Balah, Gaza tengah pada 10 Januari 2026. [Stringer – Anadolu Agency]

GAZA (PIC | Middle East Monitor) – Kantor Media Pemerintah Gaza (GMO) telah memperingatkan konsekuensi kemanusiaan yang dahsyat akibat gelombang dingin ekstrem yang melanda wilayah Palestina yang terkepung dan digempur genosida.

“Jumlah korban jiwa akibat gelombang dingin ekstrem di kamp-kamp pengungsian telah meningkat menjadi 21 sejak agresi genosida dimulai. Semua korban adalah muhajirin, termasuk 18 anak-anak, sebuah indikator nyata dari bencana kemanusiaan yang membahayakan kelompok masyarakat yang paling rentan,” kata GMO, Ahad (11/1/2026).

GMO mencatat bahwa kematian ini disebabkan oleh kurangnya alat pemanas, tidak adanya tempat berlindung yang aman, serta kekurangan parah selimut dan pakaian musim dingin.

Kondisi kian parah imbas pembatasan penjajah yang terus berlanjut terhadap aliran bantuan kemanusiaan ke Gaza.

GMO memperingatkan bahwa kemungkinan cuaca yang akan datang bakal membawa embun beku.

Paparan berkepanjangan terhadap kondisi yang keras tersebut dapat meningkatkan jumlah korban jiwa, terutama di kalangan anak-anak, pasien, dan orang lanjut usia; kecuali jika tindakan mendesak diambil.

GMO mengimbau komunitas internasional, PBB, dan kelompok hak asasi manusia (HAM) untuk bertindak segera guna menyediakan tempat perlindungan yang aman bagi para muhajirin di Gaza.

Juga berupaya maksimal agar pasokan pemanas dan bantuan kemanusiaan dapat masuk tanpa hambatan.  

Pernyataan GMO dirilis sehari setelah kematian seorang bayi berusia satu minggu, Mahmoud al-Aqraa, yang meninggal karena hipotermia. 

Kedinginan yang parah menyebabkan tubuhnya gemetar tak terkendali, kata ayahnya, Adnan al-Aqraa, kepada Anadolu Agency. Bayi tersebut meninggal di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Gaza tengah. 

Kematian terkini akibat cuaca dingin merupakan konsekuensi langsung dari kerusakan rumah dan infrastruktur yang meluas, blokade Israel yang berkelanjutan, dan pengusiran paksa lebih dari 1,5 juta warga Palestina. (PIC | Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Di Tengah Krisis yang Kian Parah, Muhajirin Gaza Hadapi Beratnya Musim Dingin di Tenda-Tenda Rapuh
Dampak Kejahatan Penjajah Zionis, Belasan Ribu Pengidap Kanker di Gaza Kian Terancam »