18.500 Pasien dan Korban Luka di Gaza Menanti Evakuasi Medis Mendesak
28 February 2026, 11:02.

GAZA (PIC) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan situasi darurat medis yang kian memburuk di wilayah Gaza.
Lebih dari 18.500 pasien dan korban luka—termasuk sekitar 4.000 anak-anak—masih sangat membutuhkan evakuasi medis segera ke luar wilayah tersebut untuk mendapatkan perawatan yang layak.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, menegaskan bahwa sistem layanan kesehatan di Gaza nyaris runtuh total.
Di tengah keterbatasan fasilitas medis dan pembatasan ketat pergerakan pasien, ribuan nyawa kini berada dalam risiko serius.
Menurut Dujarric, pembatasan di pelintasan perbatasan serta lambannya prosedur koordinasi medis membuat proses evakuasi berjalan sangat lambat.
Sementara itu, banyak pasien mengalami penurunan kondisi secara cepat karena rumah sakit di Gaza tidak memiliki kemampuan, peralatan, maupun pasokan medis yang memadai untuk menangani kasus-kasus berat.
Daftar pasien yang membutuhkan evakuasi mendesak mencakup korban serangan udara dan operasi militer, pasien kanker yang terapi rutinnya terhenti, serta penderita gagal ginjal dan penyakit kompleks lainnya yang tak dapat ditangani secara lokal akibat kelangkaan alat dan obat-obatan.
Rumah sakit yang masih beroperasi kini bekerja jauh melampaui kapasitasnya. Kekurangan obat-obatan dan bahan bakar memperparah situasi, terutama di unit perawatan intensif (ICU) dan bangsal perawatan bayi baru lahir karena kebutuhan peralatan penunjang hidup sangat krusial.
Kondisi ini, kata Dujarric, menciptakan lingkaran krisis yang semakin dalam—ketika fasilitas kesehatan tak lagi mampu memenuhi kebutuhan dasar pasien, sementara akses keluar untuk berobat pun terhambat.
PBB menyerukan percepatan prosedur evakuasi medis dan pembukaan koridor aman bagi pasien dalam kondisi kritis. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin hak atas perawatan kesehatan serta mencegah lebih banyak korban jiwa. (PIC)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
