“Tidak Ada Seorang pun yang Memberitahu Kami Ramadan Telah Tiba!”

28 February 2026, 16:42.

(Middle East Eye) – Dengan datangnya bulan suci Ramadan, laporan tentang penyiksaan dan perlakuan kasar terhadap tawanan Palestina di penjara-penjara ‘Israel’ semakin meningkat.

Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan mengatakan dalam sebuah pernyataan akhir pekan lalu bahwa para tawanan di Penjara Ofer ‘Israel’ tidak diberi tahu kapan mereka harus mulai dan berbuka puasa.

Komisi tersebut juga menyebutkan bahwa dalam beberapa kasus, para tawanan sama sekali tidak diberitahu tentang kedatangan Ramadan.

Khaled Mahajna, pengacara komisi tersebut, mengingat sebuah kejadian ketika ia bertanya kepada seorang tawanan tentang bagaimana puasanya.

“Dia menatapku dan berkata, ‘Hari ini Ramadan? Tidak ada yang memberitahu kami bahwa Ramadan sudah dimulai,’” kata Mahajna, menggarisbawahi bahwa administrasi penjara berusaha untuk “menghapus” kebahagiaan para tawanan Palestina.

Mahajna mengatakan bahwa beberapa tawanan Palestina tidak diberi makan sahur, sedangkan untuk iftar mereka hanya diberi sisa-sisa makanan.

Sementara itu, serdadu ‘Israel’ telah menahan lebih dari 100 warga Palestina dari Tepi Barat terjajah sejak awal Ramadan, termasuk perempuan, anak-anak, dan mantan tawanan, kata Palestinian Prisoner’s Society pada hari Ahad.

Menurut kelompok hak asasi manusia tersebut, lebih dari 9.300 warga Palestina saat ini ditahan di penjara-penjara ‘Israel’, termasuk 350 anak-anak. (Middle East Eye)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Ramadan di Gaza: Tradisi Sosial Memudar, Ibadah Menjadi Ruang Penguat 
Bahaya Dompet Digital di Gaza: Masyarakat Tanpa Uang Tunai di Bawah Kontrol Militer Penjajah  »