Cegah Pertumpahan Darah, Hamas Desak Pakistan dan Afganistan Utamakan Ikatan Akidah dan Sejarah

1 March 2026, 14:11.

Foto: PIC 

GAZA (PIC) – Di tengah meningkatnya ketegangan antara dua negara tetangga, Pakistan dan Afganistan, Gerakan Perlawanan Islam Hamas pada Jumat (27-2-2026) menyerukan agar kedua pihak menahan diri, mengutamakan dialog dan diplomasi, serta menghentikan pertumpahan darah demi mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan. 

Seruan itu muncul setelah Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, menyatakan bahwa negaranya telah memasuki “perang terbuka” dengan Afganistan.  

Ia menyebut “kesabaran Islamabad telah habis” menyusul bentrokan yang meningkat; kedua belah pihak melaporkan korban besar. 

Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan kedua negara memburuk tajam. Sejumlah pelintasan perbatasan ditutup sejak bentrokan yang meletus Oktober lalu, yang menewaskan lebih dari 70 orang dari kedua sisi. 

Dalam pernyataan resminya, Hamas menegaskan bahwa ikatan yang menyatukan rakyat Pakistan dan Afganistan—mulai dari kesamaan akidah, agama, hingga hubungan sejarah—jauh lebih kuat daripada perselisihan yang bersifat sementara.

Hamas menyerukan agar ketegangan saat ini diatasi melalui dialog konstruktif dan upaya serius untuk memperbaiki hubungan demi mencapai perdamaian dan stabilitas, serta melindungi nyawa warga sipil.

Hamas juga menekankan pentingnya mendahulukan kepentingan bersama umat dan menunjukkan kebijaksanaan serta tanggung jawab di tengah situasi yang sensitif.

Menurut Hamas, dunia Islam saat ini membutuhkan kohesi dan persatuan, terutama ketika ‘Israel’ disebut tengah berupaya membangun aliansi baru dan keluar dari isolasi internasional pascaperang di Gaza.

Menutup pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa fase saat ini menuntut persatuan barisan, kesatuan sikap, dan penguatan solidaritas di antara negara, serta masyarakat Muslim. (PIC)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bahaya Dompet Digital di Gaza: Masyarakat Tanpa Uang Tunai di Bawah Kontrol Militer Penjajah 
Krisis Sampah di Gaza Memburuk, Sumber Daya Kian Menipis »