Krisis Sampah di Gaza Memburuk, Sumber Daya Kian Menipis

1 March 2026, 14:12.

Foto: PIC

GAZA (PIC) – Di tengah memburuknya layanan publik, Pemerintah Kota Gaza memperingatkan krisis sampah di kota itu semakin serius.

Kekurangan alat berat untuk mengangkut dan mengumpulkan sampah membuat limbah menumpuk di jalanan dan tempat pembuangan liar, meningkatkan risiko kesehatan dan lingkungan bagi warga.

Pada Jumat (27/2/2026), otoritas kota menjelaskan sektor persampahan menghadapi tantangan yang menumpuk. Sejumlah armada pengangkut sudah tua dan rusak, tidak mampu beroperasi secara rutin—terutama truk pengosong kontainer—sehingga bak-bak sampah cepat penuh. 

Masalah kian rumit karena pengangkutan limbah ke lokasi pembuangan Abu Jarad di selatan kota membutuhkan tambahan alat berat yang saat ini tidak tersedia. Akibatnya, penanganan sampah berjalan lambat dan tak sebanding dengan volume yang terus bertambah. 

Memasuki bulan Ramadan, jumlah sampah dilaporkan meningkat signifikan seiring naiknya konsumsi rumah tangga. Limbah organik yang mudah membusuk juga bertambah, memperbesar potensi penyebaran penyakit di kawasan permukiman. 

Pemerintah kota mendesak diluncurkannya proyek darurat untuk mempercepat pengumpulan dan pengangkutan sampah, termasuk memperkuat operasi pengangkutan malam hari guna mengurangi penumpukan. 

Jika kondisi ini terus berlanjut, otoritas memperingatkan dampaknya akan semakin luas: populasi serangga dan tikus meningkat, keluhan warga bertambah, beban operasional melonjak, dan kebersihan kota kian menurun.

Peringatan ini muncul di tengah situasi keamanan yang masih tegang. Sejak 10 Oktober 2025, pelanggaran gencatan senjata oleh ‘Israel’ dilaporkan terus terjadi.

Data menunjukkan 618 warga Palestina tewas sejak kesepakatan berlaku—termasuk 198 anak-anak dan 85 perempuan—serta 1.663 lainnya mengalami luka-luka. 

Sejak 7 Oktober 2023, agresi genosida ‘Israel’ di Gaza telah menyebabkan korban jiwa dan luka dalam jumlah besar, disertai kerusakan luas infrastruktur dan gelombang pengungsian.  

Laporan menyebut lebih dari 243.000 warga Palestina tewas atau terluka, mayoritas perempuan dan anak-anak, lebih dari 11.000 orang dinyatakan hilang, serta ratusan ribu lainnya mengungsi. (PIC)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Cegah Pertumpahan Darah, Hamas Desak Pakistan dan Afganistan Utamakan Ikatan Akidah dan Sejarah
Lebih dari Separuh Distribusi Bantuan ke Gaza Dihalangi dan Ditolak Penjajah ‘Israel’ »