Indonesia Bantu Sekolah Darurat Pengungsi Syria di Perbatasan Turki

6 May 2012, 19:15.

Meskipun jumlahnya baru 3000 dolar Amerika, bantuan ikhlas masyarakat Indonesia untuk pengungsi Syria di perbatasan Turki ini bermanfaat besar bagi kelangsungan pendidikan anak-anak terusir itu. foto: Madrasah Al-Basyair

ANTAKYA, Ahad (Sahabatalaqsha.com): Satu lagi amanah masyarakat Indonesia ditunaikan oleh Sahabat Al-Aqsha. Amanah itu berupa penyaluran dana bantuan untuk sekolah darurat bagi anak-anak korban teror rezim Syria, yang mengungsi ke perbatasan Turki-Syria.

Dana sebesar 3000 dolar Amerika itu disalurkan lewat Al-Sarraa Foundation for Humanitarian Relief yang juga memiliki perwakilan di Istanbul.

“Alhamdulillah, foto-foto sekolah yang diambil langsung oleh relawan SA di perbatasan Turki-Syria sudah kita terima,” kata Amirrul Iman Direktur Operasional Sahabat Al-Aqsha. Amirrul menambahkan, selain dengan Al-Sarraa Foundation, dalam menyalurkan bantuan ini SA juga bekerja sama dengan Haluan Malaysia.

Menurut Mustafa Syakir, Direktur Sekolah Al-Basyair di Antakya, sekolah darurat ini sudah berjalan selama delapan bulan terakhir ini. Jumlah anak pengungsi Syria yang belajar di sekolah ini 180 orang siswa dan siswi. Usianya beragam, dari 7 sampai 15 tahun.

Tanda terima dari Madrasah Al-Basyair, sekolah darurat untuk 180 orang anak pengungsi Syria di perbatasan Turki-Syria kepada Sahabat Al-Aqsha. foto: Sahabat Al-Aqsha

“Terima kasih kami ucapkan atas ketulusan rakyat Indonesia, membantu saudara-saudaranya yang sedang dizalimi di Syria. Semoga Allah mudahkan penyelesaian berbagai masalah yang sedang dihadapi rakyat Indonesia,” kata Mustafa saat berbicara lewat telfon dengan Sahabat Al-Aqsha.

Jumlah dana yang disalurkan SA untuk sekolah darurat itu, sangat kecil dibandingkan kebutuhan pengungsi yang kini berjumlah 15 ribu orang di sepanjang perbatasan kedua negara itu.

Sebagaimana diketahui secara luas, sejak Pebruari 2011, rakyat Syria yang menuntut perubahan dan keadilan telah mengalami teror berupa pembunuhan, penangkapan, penyiksaan, dan berbagai kezaliman lainnya.

Kota-kota seperti Dara’a, Homs, Idlib dan wilayah sekitar ibukota Damaskus seperti Duma dan Ma’dhomiyah telah menjadi pusat-pusat perlawanan rakyat terhadap kezaliman ini.

Berbagai jenis teror tersebut mengakibatkan ribuan rakyat Syria mengungsi ke luar negeri, diantaranya ke perbatasan Turki.

“Syria merupakan bagian dari negeri Syam, yang satu kesatuan dengan Palestina dan Masjidil Aqsha,” jelas Amirrul, “karena itu masyarakat Indonesia yang faham, menyalurkan dana bantuannya untuk pengungsi Syria lewat Sahabat Al-Aqsha.”

Semoga ujung dari pergolakan di Syria adalah kebaikan sempurna bagi Islam dan umat Islam.* (Sahabatalaqsha.com)

Dana bantuan masyarakat Indonesia itu diantaranya juga dibelikan makanan untuk siswa siswi selama dua bulan ke depan. foto: Madrasah Al-Basyair

Juga untuk alat-alat belajar. foto: Madrasah Al-Basyair

Semoga kezaliman ini cepat berakhir, dan ujungnya ialah kejayaan Islam dan umat Islam. Amin. foto: Madrasah Al-Basyair

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Aksi Mogok Makan Ribuan Tahanan Palestina Memasuki Pekan Ke Tiga
Lanjutkan Mogok Makan, Sepuluh Orang Tahanan Dilarikan ke Rumah Sakit »