Bebas, Pesepakbola Palestina yang Disekap Zionis Selama 3 Tahun

11 July 2012, 15:17.

JAKARTA, Rabu (Sahabatalaqsha.com): Pesepakbola Palestina yang disekap di penjara Zionis dan melancarkan aksi mogok makan berbulan-bulan, Mahmoud al-Sarsak akhirnya dibebaskan. Hari Selasa (10/ 7/ 2012) kemarin, ia tiba di Jalur Gaza.

Seperti dikutip dari laman Maan News, kerabat-kerabatnya berkumpul di wilayah Palestina yang berbatasan dengan penyeberangan ‘Israel’, Erez di Utara Jalur Gaza. Mereka bersuka cita menunggu kedatangan Sarsak yang bertahan selama 90 hari lebih tanpa makanan karena memprotes penahanan dirinya yang tidak melalui proses hukum.

Sarsak kini dirawat di rumah sakit Shifa di kota Gaza untuk pemulihan. Pesepakbola berusia 25 tahun ini disekap di penjara Zionis sejak Juli 2009. Tidak ada tuduhan yang jelas atas penangkapannya dan penahannya pun tidak melalui proses hukum.

Ia lalu melancarkan aksi protes dengan mogok makan dan setuju untuk mengakhirinya pada 18 Juni lalu setelah penjajah Zionis sepakat untuk membebaskannya.

Ia tergabung dalam tim sepakbola lokal di kamp pengungsi Rafah di Selatan Jalur Gaza sejak berusia 14 tahun. Dan ia menjadi pemain termuda yang bermain di Liga A Palestina ketika itu.

Kemahirannya bermain bola, membuat pemain tengah ini menarik perhatian seorang pelatih Jerman. Pelatih ini melihat aksinya saat Sarsak bermain untuk tim nasional Palestina di Norwegia.

Ia kemudian mendapatkan kesempatan bermain untuk tim di Tepi Barat. Namun, penjajah Zionis keburu menahannya pada 22 Juli 2009 di penyeberangan Erez.

Sementara itu, seorang warga Gaza lainnya, Akram al-Rekhawi, 39, hingga kini masih melancarkan aksi mogok makannya dan sudah menginjak hari ke-90. Ia pun menuntut penjajah Zionis untuk membebaskannya.

Ia kini dalam kondisi sakit. Penjajah Zionis menyekapnya sejak Juni 2004 dan ia kini sudah menjalani delapan tahun masa tahanannya dari hukuman sembilan tahun.

Tahanan lainnya, Samer Al-Barq, 36, kini menginjak hari ke-50 mogok makan, setelah penjajah Zionis memperpanjang masa penahanan administratifnya. Ada juga tahanan Hassan Safadi, 34, yang sudah 20 hari mogok makan. Penjajah Zionis memperpanjang masa penahanan administratif Safadi yang merupakan pelanggaran atas kesepakatan yang tercapai bulan Mei lalu untuk menghentikan aksi mogok makan besar-besaran tahanan Palestina. Sebelum kesepakatan itu dicapai, Safadi melancarkan aksi mogok selama 71 hari. (MR/Sahabat al-Aqsha)

image

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bom Meledak Belakangan, 4 Bocah Palestina Luka-luka
Provokasi Lagi… Zionis ‘Israel’ Kembali Bombardir Gaza »