250 Lebih Akademisi Eropa Serukan Pemboikotan ‘Israel’

12 July 2012, 09:53.

JAKARTA, Kamis (Sahabatalaqsha.com): Lebih dari 250 akademisi Eropa dari 14 negara Eropa telah menandatangani sebuah surat terbuka untuk Komisioner Riset Uni Eropa (UE), Màire Geoghegan-Quinn agar memboikot semua perusahaan ‘Israel’ dan lembaga negara yang terlibat dalam pelanggaran HAM di Palestina dari program pendanaan UE.

Surat itu, seperti dikutip dari laman Electronic Intifada, di antaranya ditandatangani oleh Gérard Toulouse, anggota Akademik Sains Perancis dan Malcolm Levitt dari Inggris. Beberapa perusahaan ‘Israel’ yang mereka soroti adalah Ahava dan Elbit System.

Ahava adalah perusahaan kosmetik ‘Israel’ yang berbasis di sebuah permukiman ilegal sementara Elbit System merupakan perusahaan konstruksi yang terlibat dalam pembangunan dinding aparteid ‘Israel’ serta menyuplai pesawat-pesawat tempur tak berawak kepada negeri Zionis ini yang kemudian digunakan untuk membunuh warga sipil Palestina dalam serangannya di Gaza pada 2008-2009.

Kedua perusahaan itu diizinkan berpartisipasi dalam program pendanaan UE sebagai bagian dari keanggotaan ‘Israel’ di skema Seventh Framework Programme/ FP7 untuk riset.

“Sebagai pendukung perdamaian Palestina-’Israel’, kami minta komisi Eropa untuk memboikot perusahaan-perusahaan dan lembaga yang terlibat dalam pelanggaran HAM dari pendanaan UE. Pelanggaran terhadap hukum internasional dan HAM pasti akan terus terjadi jika institusi-institusi, seperti UE terus mendanai mereka,” tulis surat itu.

Beberapa universitas Eropa telah menggelar sejumlah kampanye pemboikotan perusahaan-perusahaan ‘Israel’ yang terlibat HAM dari pendanaan UE. Kampanye ini juga merupakan tanggapan mereka atas seruan dari akademisi Palestina dan masyarakat sipil. (MR/ Sahabat al-Aqsha)

image

image

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Cari Cara untuk Legitimasi Permukiman Ilegal Yahudi
Jelang Ramadhan, Penjajah Zionis Semakin Batasi Aktivitas Warga Palesatina »