Waspadai Kurma Produksi ‘Israel’!

21 July 2012, 10:34.

JAKARTA, Sabtu (Sahabatalaqsha.com): Bulan Ramadhan tidak bisa dilepaskan dengan sunnah berbuka puasa dengan kurma. Seperti tradisi Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam, banyak umat Islam yang berbuka puasa dengan buah penuh gizi ini.

Tetapi bagaimana jika kurma yang kita makan ternyata hasil produksi Zionis ‘Israel’, penjajah yang telah membunuh anak-anak Palestina yang tidak bersalah, mencuri lahan-lahan warga sipil dan menyiksa para tahanan Palestina yang disekap di penjara-penjaranya?

Pernahkah Anda mendengar kurma jenis Medjool? Kalau Anda mengetik kurma Medjool di mesin pencari google, ada berbagai artikel yang menyebutkan kehebatan kurma jenis ini. Sayangnya, menurut situs Sixteen Minutes to Palestine, kurma ini berasal dari permukiman ‘Israel’!

Saat ini Muslim Amerika untuk Palestina (AMP) meluncurkan kampanye pemboikotan untuk memberitahu para konsumen dan pemilik bisnis bahwa ada beberapa kurma di pasaran yang ternyata berasal dari permukiman ‘Israel’. Kampanye itu berjudul “This Ramadan, Make a Date with Justice: Choose Occupation-Free Dates”.

DARI PERMUKIMAN ILEGAL YAHUDI

Lebih dari separuh jenis kurma yang terkenal di dunia ternyata diproduksi oleh penjajah Zionis ‘Israel’. Dan salah satunya adalah kurma Medjool. Kurma-kurma ini tumbuh di wilayah permukiman ilegal Yahudi di Lembah Yordan dan area Laut Mati. Wilayah-wilayah ini berada di atas lahan Palestina yang dijajah ‘Israel’.

Penjajah Zionis mengekspor hasil produksi kurmanya ke seluruh dunia dan mengeruk keuntungan hingga US$265 juta. Sebagian besar kurma produksi ‘Israel’ ini dipasarkan oleh Hadiklaim, sebuah perusahaan pengekspor kurma dari ‘Israel’ dan beberapa wilayah permukiman ilegal, terutama dari Lembah Yordan.

Hadiklaim memasarkan kurma-kurma tersebut dengan berbagai merek, seperti Jordan River, Jordan River Bio-Top dan King Solomon. Sejak Zionis ‘Israel’ menjajah Tepi Barat, termasuk Lembah Yordan dan Utara Laut Mati pada 1967, mereka mengontrol lahan garapan terbesar di Tepi Barat.

Penjajah Zionis juga terus memperluas wilayah permukiman ilegal Yahudi yang menyalahi hukum kemanusiaan internasional. Zionis ‘Israel’ tidak memedulikan hukum internasional dan terus mencuri lahan-lahan rakyat Palestina di Lembah Yordan dan berbagai wilayah lainnya di Tepi Barat.

Hal lain yang perlu dicermati dan menjadi alasan tambahan mengapa kita tidak perlu membeli kurma-kurma buatan ‘Israel’ karena mereka juga mengeksploitasi tenaga kerja yang membantu perusahaan-perusahaan Zionis ini menumpuk keuntungan.

Para pekerja Palestina yang memanen kurma ini terus dieksploitasi, mendapat perlakuan diskriminatif, tidak memperoleh jaminan keamanan kerja dan pastinya tidak sejahtera. Mereka juga dibayar di bawah upah minimum dengan penghasilan sekitar US$2 per jam (kadang bisa kurang juga). Dan tragisnya, seringkali upah mereka ditahan berbulan-bulan.

Buruh-buruh Palestina di Lembah Yordan juga seringkali diminta tetap bertahan di atas pohon kurma setinggi 40 kaki sampai delapan jam lamanya. Mereka tidak diizinkan beristirahat bahkan hanya untuk ke kamar mandi. Dan beberapa dari buruh ini adalah anak-anak di bawah usia kerja. Anak-anak kecil lebih disukai karena dianggap lebih ringan dan lincah saat memanjat pohon.

Pada tahun 2008, Biro Pusat Statistik Palestina menemukan, lebih dari tujuh ribu anak-anak palestina usia antara 5-17 tahun bekerja di Lembah Yordan.

Pada Juli 2005, lebih dari 170 jenis organisasi sipil Palestina bersatu untuk mengkampanyekan pemboikotan, divestasi dan sanksi atas penjajah ‘Israel’ agar mau mengikuti hukum internasional dan prinsip-prinsip HAM.

IKUT KAMPANYE PEMBOIKOTAN

Dan Ramadhan tahun ini, Anda pun dapat ikut dalam kampanye pemboikotan ‘Israel’. Sebarkan informasi soal kurma Medjool ini dan ikut dalam kampanye di twitter dengan hashtag #JusticeDates. (MR/ Sahabat al-Aqsha)

image

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Tahanan Administratif Terlama Akhirnya Dibebaskan dari Penjara Zionis
Penjajah Zionis Culik 700 Anak Palestina Setiap Tahun »