<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SA2Gaza &#124; Sahabat Al-Aqsha</title>
	<atom:link href="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza</link>
	<description>Amanah Indonesia untuk Gaza dan Al-Aqsha</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Jan 2013 07:03:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
		<item>
		<title>Bismillaah… Ini Poster Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia</title>
		<link>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=526</link>
		<comments>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=526#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jan 2013 22:47:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Al-Aqsha</dc:creator>
				<category><![CDATA[SA2Gaza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[<strong>JAKARTA, Sabtu (SahabatAlAqsha.com): </strong>Dengan bertawakkal hanya kepada Allah, kami mengundang kita semua mendukung tunainya amanah ini. Gambar-gambar yang lebih lengkap bisa dilihat di sini <a href="http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=9309" target="_blank">“Coming Soon: Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia di Gaza Insya Allah…”</a>

Semoga Allah ridha.* <strong>(Sahabat Al-Aqsha)</strong>

<a href="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/SA-Haluan-Sarraa-RSBIM-Gaza-medres.jpg"><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/SA-Haluan-Sarraa-RSBIM-Gaza-medres-424x600.jpg" width="424" height="600" /></a>

Silakan diklik untuk resolusi lebih besar. Jazakumullah khayran atas dukungannya dalam bentuk apapun. desain poster: Tim Sahabat Al-Aqsha]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, Sabtu (SahabatAlAqsha.com): </strong>Dengan bertawakkal hanya kepada Allah, kami mengundang kita semua mendukung tunainya amanah ini. Gambar-gambar yang lebih lengkap bisa dilihat di sini <a href="http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=9309" target="_blank">“Coming Soon: Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia di Gaza Insya Allah…”</a></p>
<p>Semoga Allah ridha.* <strong>(Sahabat Al-Aqsha)</strong></p>
<p><a href="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/SA-Haluan-Sarraa-RSBIM-Gaza-medres.jpg"><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/SA-Haluan-Sarraa-RSBIM-Gaza-medres-424x600.jpg" width="424" height="600" /></a></p>
<p>Silakan diklik untuk resolusi lebih besar. Jazakumullah khayran atas dukungannya dalam bentuk apapun. desain poster: Tim Sahabat Al-Aqsha
<div class="TweetButton_button" style="float: left; margin-left: 10px;;height:20px;margin-bottom:5px;"><a href="http://twitter.com/share data-url="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=526" data-text="Bismillaah… Ini Poster Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia"data-count="none" data-via="sahabatalaqsha" data-hashtags="SA2Gaza" data-lang="en""><img src="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/wp-content/plugins/tweetbutton-for-wordpress/images/tweet.png" style="border:none" /></a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?feed=rss2&#038;p=526</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhirnya Surya Injakkan Kaki di Gaza (Sesudah Dulu Ditembak Tentara ‘Israel’)</title>
		<link>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=532</link>
		<comments>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=532#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2013 03:15:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Al-Aqsha</dc:creator>
				<category><![CDATA[SA2Gaza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=532</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Suryadll.jpg" width="300" height="421" />

Surya Fachrizal bersama Kak Bimo dan Salim A. Fillah di Juhrud Dik, mendekati titik terdepan berhadapan dengan para sniper zionis di Gaza Timur. foto: Sahabat Al-Aqsha

<strong>JALUR GAZA, Jum’at (SahabatAlAqsha.com):</strong> Ngomong-ngomong masih ingat Surya Fachrizal?

Ya, ini relawan Sahabat Al-Aqsha yang juga wartawan Majalah Hidayatullah, yang 2,5 tahun lalu ditembak oleh tentara zionis ‘Israel’ di atas kapal Mavi Marmara. Dengan izin Allah, untuk pertama kalinya sejak ditembak tentara zionis 31 Mei 2010, Surya baru-baru ini menginjakkan kaki di bumi Gaza yang dirindu-rindukannya, bersama Tim Amanah Indonesia (SA2Gaza).

Dua setengah tahun yang lalu, bersama dua relawan Sahabat Al-Aqsha yang lain, Surya diizinkan Allah ikut serta memperkuat tim relawan Indonesia yang berjumlah 12 orang bergabung ke dalam Armada Kebebasan untuk Gaza (<em>Freedom Flotilla to Gaza</em>). Sembilan relawan lain berasal dari KISPA dan MER-C Indonesia.

Penyerangan atas enam kapal <em>Freedom Flotilla</em> yang membawa ribuan ton bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza terjadi di perairan internasional di Laut Mediterania, saat para relawan melakukan solat subuh di geladak kapal Mavi Marmara.

Surya termasuk diantara 50 orang yang ditembaki. Peluru zionis itu merangsek dadanya, menyerempet paru-paru dan liver, merobek diafragma, dan bersarang di atas tulang panggul kanannya.

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Lubang-masuk-dan-sayatan-untuk-tube-keluar-darah-Surya-Fachrizal.jpg" width="210" height="158" />

Lubang masuknya peluru zionis dan sayatan tube untuk keluarkan darah Surya yang disayatkan saat ia masih di helikopter zionis. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Bekas-operasi-dada-dan-perut-Surya-Fachrizal.jpg" width="315" height="420" />

Bekas dada dan perut Surya yang dioperasi oleh dokter-dokter zionis di RS Rambam Haifa tanpa mengeluarkan pelurunya. Foto ini diambil saat Surya sudah dievakuasi ke RS Militer Raja Hussein di Amman Yordania, 2,5 tahun silam. foto: Sahabat Al-Aqsha

&#160;

Dadanya dioperasi dan dibelah oleh dokter-dokter zionis di Rumah Sakit Rambam di Haifa, tapi pelurunya tidak dikeluarkan. Hampir sebulan kemudian baru disadari, peluru itu masih ada di dalam tubuhnya, lalu dioperasi ulang dan dikeluarkan oleh dokter-dokter di RS Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta.

Surya yang pendiam hanya mesem-mesem ditanya bagaimana perasaannya tiba di Gaza. “Alhamdulillah… Senang,” katanya singkat.

Salah seorang anggota tim kita berseloroh, “Ya Surya saja yang menyerahkan beasiswa calon dokter Palestina, nanti kalau terpaksa dirawat lagi biar yang menangani dokter Palestina, jangan dokter zionis… Hehehe…”

Semoga Allah balas setiap kesakitan dan susah payah Surya membantu saudara-saudaranya umat Islam Palestina. Semoga anak keturunan Surya (dan kita semua) termasuk yang akan ikut membebaskan Masjidil Aqsha dan tanah suci Palestina.

Yang berminat membaca kembali peristiwa sekitar ditembaknya Surya diantaranya di dua arsip laporan ini. Silakan diklik: <a title="Surya Dievakuasi" href="http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=3433" target="_blank">[Foto] Proses Pemindahan Surya Fachrizal di Yordan</a> dan ini <a title="Ditembak di Mavi Marmara" href="http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=3466" target="_blank">Ditembak Israel di Mavi Marmara</a> * <strong>(Sahabat Al-Aqsha)</strong>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Suryadll.jpg" width="300" height="421" /></p>
<p>Surya Fachrizal bersama Kak Bimo dan Salim A. Fillah di Juhrud Dik, mendekati titik terdepan berhadapan dengan para sniper zionis di Gaza Timur. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><strong>JALUR GAZA, Jum’at (SahabatAlAqsha.com):</strong> Ngomong-ngomong masih ingat Surya Fachrizal?</p>
<p>Ya, ini relawan Sahabat Al-Aqsha yang juga wartawan Majalah Hidayatullah, yang 2,5 tahun lalu ditembak oleh tentara zionis ‘Israel’ di atas kapal Mavi Marmara. Dengan izin Allah, untuk pertama kalinya sejak ditembak tentara zionis 31 Mei 2010, Surya baru-baru ini menginjakkan kaki di bumi Gaza yang dirindu-rindukannya, bersama Tim Amanah Indonesia (SA2Gaza).</p>
<p>Dua setengah tahun yang lalu, bersama dua relawan Sahabat Al-Aqsha yang lain, Surya diizinkan Allah ikut serta memperkuat tim relawan Indonesia yang berjumlah 12 orang bergabung ke dalam Armada Kebebasan untuk Gaza (<em>Freedom Flotilla to Gaza</em>). Sembilan relawan lain berasal dari KISPA dan MER-C Indonesia.</p>
<p>Penyerangan atas enam kapal <em>Freedom Flotilla</em> yang membawa ribuan ton bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza terjadi di perairan internasional di Laut Mediterania, saat para relawan melakukan solat subuh di geladak kapal Mavi Marmara.</p>
<p>Surya termasuk diantara 50 orang yang ditembaki. Peluru zionis itu merangsek dadanya, menyerempet paru-paru dan liver, merobek diafragma, dan bersarang di atas tulang panggul kanannya.</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Lubang-masuk-dan-sayatan-untuk-tube-keluar-darah-Surya-Fachrizal.jpg" width="210" height="158" /></p>
<p>Lubang masuknya peluru zionis dan sayatan tube untuk keluarkan darah Surya yang disayatkan saat ia masih di helikopter zionis. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Bekas-operasi-dada-dan-perut-Surya-Fachrizal.jpg" width="315" height="420" /></p>
<p>Bekas dada dan perut Surya yang dioperasi oleh dokter-dokter zionis di RS Rambam Haifa tanpa mengeluarkan pelurunya. Foto ini diambil saat Surya sudah dievakuasi ke RS Militer Raja Hussein di Amman Yordania, 2,5 tahun silam. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dadanya dioperasi dan dibelah oleh dokter-dokter zionis di Rumah Sakit Rambam di Haifa, tapi pelurunya tidak dikeluarkan. Hampir sebulan kemudian baru disadari, peluru itu masih ada di dalam tubuhnya, lalu dioperasi ulang dan dikeluarkan oleh dokter-dokter di RS Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta.</p>
<p>Surya yang pendiam hanya mesem-mesem ditanya bagaimana perasaannya tiba di Gaza. “Alhamdulillah… Senang,” katanya singkat.</p>
<p>Salah seorang anggota tim kita berseloroh, “Ya Surya saja yang menyerahkan beasiswa calon dokter Palestina, nanti kalau terpaksa dirawat lagi biar yang menangani dokter Palestina, jangan dokter zionis… Hehehe…”</p>
<p>Semoga Allah balas setiap kesakitan dan susah payah Surya membantu saudara-saudaranya umat Islam Palestina. Semoga anak keturunan Surya (dan kita semua) termasuk yang akan ikut membebaskan Masjidil Aqsha dan tanah suci Palestina.</p>
<p>Yang berminat membaca kembali peristiwa sekitar ditembaknya Surya diantaranya di dua arsip laporan ini. Silakan diklik: <a title="Surya Dievakuasi" href="http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=3433" target="_blank">[Foto] Proses Pemindahan Surya Fachrizal di Yordan</a> dan ini <a title="Ditembak di Mavi Marmara" href="http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=3466" target="_blank">Ditembak Israel di Mavi Marmara</a> * <strong>(Sahabat Al-Aqsha)</strong>
<div class="TweetButton_button" style="float: left; margin-left: 10px;;height:20px;margin-bottom:5px;"><a href="http://twitter.com/share data-url="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=532" data-text="Akhirnya Surya Injakkan Kaki di Gaza (Sesudah Dulu Ditembak Tentara ‘Israel’)"data-count="none" data-via="sahabatalaqsha" data-hashtags="SA2Gaza" data-lang="en""><img src="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/wp-content/plugins/tweetbutton-for-wordpress/images/tweet.png" style="border:none" /></a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?feed=rss2&#038;p=532</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beasiswa Calon Dokter Palestina: Tanda Cinta Sahabat Twitter dan Pengunjung Website Kita</title>
		<link>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=529</link>
		<comments>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=529#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2013 22:51:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Al-Aqsha</dc:creator>
				<category><![CDATA[SA2Gaza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Gaza-Beasiswa30Mhsw-SA2Gaza2-lores1.jpg" width="640" height="480" />

Relawan Sahabat Al-Aqsha Surya Fachrizal serahkan dana beasiswa 30 mahasiswa kedokteran Palestina kepada pengurus Al-Sarraa Foundation di Jalur Gaza. (Inzet) Enam dari 30 calon dokter yang mendapatkan beasiswa. Semua data pribadi mereka ada pada kita, untuk selalu kita ejakan doa-doa terbaik. foto: Sahabat Al-Aqsha

<strong>JALUR GAZA, Jum’at (SahabatAlAqsha.com): </strong><em>Alhamdulillah</em>, sebuah amanah penting lagi selesai ditunaikan. Dalam rangkaian kunjungan di Jalur Gaza, Tim Amanah Indonesia (SA2Gaza) telah menyerahkan beasiswa senilai USD 18,000 untuk 30 mahasiwa kedokteran Palestina yang sedang kuliah di beberapa universitas di Sudan. Beasiswa itu untuk digunakan selama masa kuliah Januari sampai Juni 2013.

Penyerahan dilakukan oleh relawan Sahabat Al-Aqsha Surya Fachrizal kepada Abu Abdurrahman, salah seorang pengurus <em>Al-Sarraa Foundation</em> di depan kantor Direktorat Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Kesehatan Palestina, yang berlokasi di komplek Rumah Sakit Syifa di Gaza City.

Membantu 30 calon dokter ini sudah dilakukan Sahabat Al-Aqsha sejak awal tahun 2012 lalu. Menurut Ketua Umum Fanni Rahman, “Kepinginnya kita menguliahkan calon-calon dokter Palestina ini di Indonesia, seperti yang dilakukan <em>ikhwan</em> kita di Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) kepada empat calon dokter Palestina.”

Namun menurut Fanni, birokrasi untuk mendatangkan mahasiswa Palestina kuliah ke Indonesia terlalu rumit. “Jadi kita diarahkan oleh <em>Al-Sarraa</em> untuk potong kompas, mengongkosi kuliah 30 mahasiswa yang sedang belajar di Sudan.”

Kenapa Sudan?

Masih menurut Fanni, mereka yang kuliah di negara lain yang lebih kaya seperti Yordania, Kuwait, Saudi, atau negara Barat sudah banyak yang mengongkosi, “Jadi kita diminta membantu para mahasiswa yang berkuliah di negara yang lebih sederhana.”

Mewakili seluruh keluarga besar Sahabat Al-Aqsha, Fanni menyampaikan: “Terima kasih yang tulus sedalam-dalamnya kepada seluruh Sahabat Al-Aqsha di dunia maya, baik di <em>Twitter</em> maupun para pengunjung setia <em>Website</em> Sahabat Al-Aqsha, karena telah serius bergerak nyata membantu penguatan barisan saudara-saudara kita.”

“Para calon dokter itu, bukan saja akan bertugas menjalankan amanah-amanah kemanusiaan, bahkan saya yakin mereka juga calon-calon pemimpin yang akan membebaskan Masjidil Aqsha bersama kita,” katanya sambil mengingatkan kita semua akan Asy-Syahid Dr Abdul Aziz Al-Rantissi, seorang dokter spesialis anak yang menggantikan Syeikh Ahmad Yasin, menjadi orang nomor satu dalam perjuangan kemerdekaan tanah suci itu.

Direktur <em>Al-Sarraa Foundation</em> Abu Ahmad Ziyad menyampaikan rasa gembiranya, “Ini wujud persaudaraan yang sangat murni. Saya terharu atas besarnya perhatian Sahabat-sahabat di <em>Twitter</em> dan <em>Website</em> Sahabat Al-Aqsha. Anda semua begitu serius mengemban amanah ini. Mudah-mudahan para calon dokter kita belajar lebih giat lagi untuk mencari ridha Allah. Terima kasih, terima kasih… Allah Pemberi Balasan yang Maha Sempurna.”

Kita masih membuka kesempatan siapa saja yang berkenan membantu periode beasiswa berikutnya untuk 30 calon dokter kita, yaitu Juli sampai Desember 2013, masih diperlukan USD 18,000 lagi. Semoga Allah mudahkan dan limpahi keberkahan atas amal shalih ini.* <strong>(Sahabat Al-Aqsha)</strong>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Gaza-Beasiswa30Mhsw-SA2Gaza2-lores1.jpg" width="640" height="480" /></p>
<p>Relawan Sahabat Al-Aqsha Surya Fachrizal serahkan dana beasiswa 30 mahasiswa kedokteran Palestina kepada pengurus Al-Sarraa Foundation di Jalur Gaza. (Inzet) Enam dari 30 calon dokter yang mendapatkan beasiswa. Semua data pribadi mereka ada pada kita, untuk selalu kita ejakan doa-doa terbaik. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><strong>JALUR GAZA, Jum’at (SahabatAlAqsha.com): </strong><em>Alhamdulillah</em>, sebuah amanah penting lagi selesai ditunaikan. Dalam rangkaian kunjungan di Jalur Gaza, Tim Amanah Indonesia (SA2Gaza) telah menyerahkan beasiswa senilai USD 18,000 untuk 30 mahasiwa kedokteran Palestina yang sedang kuliah di beberapa universitas di Sudan. Beasiswa itu untuk digunakan selama masa kuliah Januari sampai Juni 2013.</p>
<p>Penyerahan dilakukan oleh relawan Sahabat Al-Aqsha Surya Fachrizal kepada Abu Abdurrahman, salah seorang pengurus <em>Al-Sarraa Foundation</em> di depan kantor Direktorat Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Kesehatan Palestina, yang berlokasi di komplek Rumah Sakit Syifa di Gaza City.</p>
<p>Membantu 30 calon dokter ini sudah dilakukan Sahabat Al-Aqsha sejak awal tahun 2012 lalu. Menurut Ketua Umum Fanni Rahman, “Kepinginnya kita menguliahkan calon-calon dokter Palestina ini di Indonesia, seperti yang dilakukan <em>ikhwan</em> kita di Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) kepada empat calon dokter Palestina.”</p>
<p>Namun menurut Fanni, birokrasi untuk mendatangkan mahasiswa Palestina kuliah ke Indonesia terlalu rumit. “Jadi kita diarahkan oleh <em>Al-Sarraa</em> untuk potong kompas, mengongkosi kuliah 30 mahasiswa yang sedang belajar di Sudan.”</p>
<p>Kenapa Sudan?</p>
<p>Masih menurut Fanni, mereka yang kuliah di negara lain yang lebih kaya seperti Yordania, Kuwait, Saudi, atau negara Barat sudah banyak yang mengongkosi, “Jadi kita diminta membantu para mahasiswa yang berkuliah di negara yang lebih sederhana.”</p>
<p>Mewakili seluruh keluarga besar Sahabat Al-Aqsha, Fanni menyampaikan: “Terima kasih yang tulus sedalam-dalamnya kepada seluruh Sahabat Al-Aqsha di dunia maya, baik di <em>Twitter</em> maupun para pengunjung setia <em>Website</em> Sahabat Al-Aqsha, karena telah serius bergerak nyata membantu penguatan barisan saudara-saudara kita.”</p>
<p>“Para calon dokter itu, bukan saja akan bertugas menjalankan amanah-amanah kemanusiaan, bahkan saya yakin mereka juga calon-calon pemimpin yang akan membebaskan Masjidil Aqsha bersama kita,” katanya sambil mengingatkan kita semua akan Asy-Syahid Dr Abdul Aziz Al-Rantissi, seorang dokter spesialis anak yang menggantikan Syeikh Ahmad Yasin, menjadi orang nomor satu dalam perjuangan kemerdekaan tanah suci itu.</p>
<p>Direktur <em>Al-Sarraa Foundation</em> Abu Ahmad Ziyad menyampaikan rasa gembiranya, “Ini wujud persaudaraan yang sangat murni. Saya terharu atas besarnya perhatian Sahabat-sahabat di <em>Twitter</em> dan <em>Website</em> Sahabat Al-Aqsha. Anda semua begitu serius mengemban amanah ini. Mudah-mudahan para calon dokter kita belajar lebih giat lagi untuk mencari ridha Allah. Terima kasih, terima kasih… Allah Pemberi Balasan yang Maha Sempurna.”</p>
<p>Kita masih membuka kesempatan siapa saja yang berkenan membantu periode beasiswa berikutnya untuk 30 calon dokter kita, yaitu Juli sampai Desember 2013, masih diperlukan USD 18,000 lagi. Semoga Allah mudahkan dan limpahi keberkahan atas amal shalih ini.* <strong>(Sahabat Al-Aqsha)</strong>
<div class="TweetButton_button" style="float: left; margin-left: 10px;;height:20px;margin-bottom:5px;"><a href="http://twitter.com/share data-url="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=529" data-text="Beasiswa Calon Dokter Palestina: Tanda Cinta Sahabat Twitter dan Pengunjung Website Kita"data-count="none" data-via="sahabatalaqsha" data-hashtags="SA2Gaza" data-lang="en""><img src="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/wp-content/plugins/tweetbutton-for-wordpress/images/tweet.png" style="border:none" /></a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?feed=rss2&#038;p=529</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ZIS Indosat dan BM Hidayatullah Bantu Pusat Pengobatan Kanker di Gaza</title>
		<link>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=534</link>
		<comments>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=534#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2013 06:29:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Al-Aqsha</dc:creator>
				<category><![CDATA[SA2Gaza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=534</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Gaza-PusatKanker-ZISIndosat-lores.jpg" width="500" height="375" />

Bantuan Rp 155.000.000 dari para Muhsinin ZIS Indosat untuk Pusat Pengobatan Kanker Al-Huda di kota Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Gaza-PusatKanker-BMH.jpg" width="360" height="270" />

Bantuan USD 5,340 dari para Muhsinin Baitul Maal Hidayatullah untuk Pusat Pengobatan Kanker Al-Huda di kota Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha

&#160;

&#160;

<strong>JALUR GAZA, Kamis (SahabatAlAqsha.com): </strong>Dua lembaga amil zakat infaq dan shadaqah Indonesia menitipkan amanah dana kepada Sahabat Al-Aqsha, untuk disampaikan kepada rakyat Gaza. Tim Amanah Indonesia (SA2Gaza) memutuskan untuk menyalurkan dana sejumlah lebih dari Rp 200 juta itu untuk membeli peralatan pengobatan pasien kanker di Jalur Gaza. Kedua lembaga itu ialah <strong>ZIS Indosat</strong> dan <strong>Baitul Maal Hidayatullah</strong>.

Sejak zionis ‘Israel’ gunakan senjata berbahan kimia seperti bom fosfor putih tahun 2008, jumlah penderita kanker di Jalur Gaza meningkat drastis. Menurut informasi dari para pengurus <em>Palestinian Cancer Patients Friends Society (PCPFS) </em>kepada Tim Relawan Amanah Indonesia (SA2Gaza), dalam tiga tahun terakhir, penderita kanker di Gaza mencapai 1500 orang per tahun.

Direktur <em>Al-Sarraa Foundation</em> Abu Ahmad Ziyad menyampaikan, “Menurut laporan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) antara pertengahan tahun 2010 sampai 2011, sebanyak 4.843 pasien kanker dari Gaza dirujuk ke pusat-pusat perawatan di Mesir. Banyak yang terlambat dirawat, karena waktu itu dicegah keluar Gaza oleh Israel dan Mesir.”

Ironisnya, kata Abu Ahmad Ziyad, tidak sedikit diantara penderita kanker akibat fosfor putih dan senjata kimia lain itu, yang terpaksa berobat ke tempat asal bom-bom itu, yaitu ke Tel Aviv. “Soalnya di Gaza hanya ada dua rumah sakit yang memiliki peralatan pengobatan kanker,” kata salah seorang dokter, pengurus (PCPFS).<em><strong>
</strong></em>

Hal itu diantaranya dialami Randa, yang dilaporkan oleh Tim Amanah Indonesia (SA2Gaza) terdahulu bulan April 2012 lalu dari Gaza. Randa terpaksa diperiksa sampai ditelanjangi oleh tentara zionis Israel di perbatasan, supaya bisa dilarikan ke Tel Aviv. Silakan baca laporannya di sini <a title="Kena Kanker Ganas Bom Fosfor Putih, Randa Tak Takut Mati" href="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=445" target="_blank">(Kena Kanker Ganas Bom Fosfor Putih, Randa Tak Takut Mati)</a> .

Karena itu, <em>Al-Sarraa Foundation</em> mengarahkan dua lembaga kemanusiaan Indonesia, yang diwakili oleh Sahabat Al-Aqsha, untuk membantu sebuah klinik yang sedang dalam proses diubah jadi Pusat Pengobatan Kanker Al-Huda di kota Gaza.

Sesudah mendengarkan penjelasan detil dari para pasien, para dokter, dan para pengurus di Pusat Pengobatan Kanker Al-Huda, dengan izin dari pengurus ZIS Indosat dan BMH, maka Sahabat Al-Aqsha memutuskan menyalurkan sejumlah dana yang dititipkan masyarakat lewat kedua lembaga itu, untuk membeli peralatan pengobatan kanker.

ZIS Indosat menyumbangkan Rp 155.000.000 untuk Pusat Kanker ini, sedangkan sejumlah BMH USD5,340. Dana itu kini telah diterima oleh Al-Sarraa Foundation yang sekaligus akan melakukan pembelian peralatan dan obat-obatan yang diperlukan. “Insya Allah kami akan melaporkan secara rinci proses pembelian peralatan itu kepada Sahabat Al-Aqsha,” jelas Direktur <em>Al-Sarraa Foundation</em>.

Total dana yang diperlukan untuk melengkapi Pusat Kanker itu tidak kurang dari Rp 5 miliar rupiah. Diantara alat-alat yang diperlukan ialah mesin kemoterapi, mamografi, penyimpan bank darah, perlengkapan rawat inap, monitor, alat pengejut jantung, dan sebagainya.

Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha M. Fanni Rahman, yang memantau seluruh proses penyerahan bantuan tersebut dari markas Sahabat Al-Aqsha di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, menyampaikan, “Dengan perasaan gembira yang tulus, kami sampaikan terima kasih dan selamat kepada para <em>Muhsinin</em> ZIS Indosat dan Baitul Maal Hidayatullah. Allah telah memuliakan harta Anda lewat amal<em> fii Sabiilillah</em> ini… Insya Allah, kita bergerak terus seperti ini sampai Masjidil Aqsha dan tanah suci Palestina merdeka! Dan Anda diantara para pemegang sahamnya!” * <strong>(Sahabat Al-Aqsha)</strong>

<strong>INFAQ TERBAIK ANDA:</strong>

Bank Syariah Mandiri
No. Rek. 1540006443
an. M Fanni bdn Palestina

Bank Muamalat
No Rek. 9244632778
an. M Fanni cq Sahabat Al-Aqsha

Konfirmasi via sms :
0852 2844 6666 / 0818 110697

Konfirmasi via email :

sahabat@sahabatalaqsha.com

&#160;

&#160;

&#160;

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Gaza-PusatKanker-Meeting-panorama.jpg" width="800" height="189" />

Perjumpaan Tim Relawan Amanah Indonesia (SA2Gaza) dengan para pasien kanker, para dokter, dan para pengurus di Pusat Pengobatan Kanker Al-Huda, kota Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Gaza-PusatKanker-Dalam.jpg" width="360" height="480" />

Salah satu suduk klinik Al-Huda yang insya Allah sebentar lagi akan diubah jadi Pusat Pengobatan Kanker pertama di Jalur Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Gaza-Pusat-Kanker-4Pasien-lores.jpg" width="580" height="356" />

Empat orang pasien kanker yang dipertemukan dengan tim relawan kita. Semoga Allah lekaskan kesembuhannya, ampuni seluruh dosanya, tambahkan imannya, dan sabarkan keluarga. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Gaza-PusatKanker-Tahfizh.jpg" width="700" height="266" />

Hanya di Gaza, salah satu ruangan di Pusat Pengobatan Kanker Al-Huda digunakan juga sebagai pusat pendidikan tahfizhul Quran setiap sore. Bahkan tempat penyakit ganas pun dihiasi dengan keindahan dan mu’jizat Al-Quran. foto: Sahabat Al-Aqsha]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Gaza-PusatKanker-ZISIndosat-lores.jpg" width="500" height="375" /></p>
<p>Bantuan Rp 155.000.000 dari para Muhsinin ZIS Indosat untuk Pusat Pengobatan Kanker Al-Huda di kota Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Gaza-PusatKanker-BMH.jpg" width="360" height="270" /></p>
<p>Bantuan USD 5,340 dari para Muhsinin Baitul Maal Hidayatullah untuk Pusat Pengobatan Kanker Al-Huda di kota Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>JALUR GAZA, Kamis (SahabatAlAqsha.com): </strong>Dua lembaga amil zakat infaq dan shadaqah Indonesia menitipkan amanah dana kepada Sahabat Al-Aqsha, untuk disampaikan kepada rakyat Gaza. Tim Amanah Indonesia (SA2Gaza) memutuskan untuk menyalurkan dana sejumlah lebih dari Rp 200 juta itu untuk membeli peralatan pengobatan pasien kanker di Jalur Gaza. Kedua lembaga itu ialah <strong>ZIS Indosat</strong> dan <strong>Baitul Maal Hidayatullah</strong>.</p>
<p>Sejak zionis ‘Israel’ gunakan senjata berbahan kimia seperti bom fosfor putih tahun 2008, jumlah penderita kanker di Jalur Gaza meningkat drastis. Menurut informasi dari para pengurus <em>Palestinian Cancer Patients Friends Society (PCPFS) </em>kepada Tim Relawan Amanah Indonesia (SA2Gaza), dalam tiga tahun terakhir, penderita kanker di Gaza mencapai 1500 orang per tahun.</p>
<p>Direktur <em>Al-Sarraa Foundation</em> Abu Ahmad Ziyad menyampaikan, “Menurut laporan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) antara pertengahan tahun 2010 sampai 2011, sebanyak 4.843 pasien kanker dari Gaza dirujuk ke pusat-pusat perawatan di Mesir. Banyak yang terlambat dirawat, karena waktu itu dicegah keluar Gaza oleh Israel dan Mesir.”</p>
<p>Ironisnya, kata Abu Ahmad Ziyad, tidak sedikit diantara penderita kanker akibat fosfor putih dan senjata kimia lain itu, yang terpaksa berobat ke tempat asal bom-bom itu, yaitu ke Tel Aviv. “Soalnya di Gaza hanya ada dua rumah sakit yang memiliki peralatan pengobatan kanker,” kata salah seorang dokter, pengurus (PCPFS).<em><strong><br />
</strong></em></p>
<p>Hal itu diantaranya dialami Randa, yang dilaporkan oleh Tim Amanah Indonesia (SA2Gaza) terdahulu bulan April 2012 lalu dari Gaza. Randa terpaksa diperiksa sampai ditelanjangi oleh tentara zionis Israel di perbatasan, supaya bisa dilarikan ke Tel Aviv. Silakan baca laporannya di sini <a title="Kena Kanker Ganas Bom Fosfor Putih, Randa Tak Takut Mati" href="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=445" target="_blank">(Kena Kanker Ganas Bom Fosfor Putih, Randa Tak Takut Mati)</a> .</p>
<p>Karena itu, <em>Al-Sarraa Foundation</em> mengarahkan dua lembaga kemanusiaan Indonesia, yang diwakili oleh Sahabat Al-Aqsha, untuk membantu sebuah klinik yang sedang dalam proses diubah jadi Pusat Pengobatan Kanker Al-Huda di kota Gaza.</p>
<p>Sesudah mendengarkan penjelasan detil dari para pasien, para dokter, dan para pengurus di Pusat Pengobatan Kanker Al-Huda, dengan izin dari pengurus ZIS Indosat dan BMH, maka Sahabat Al-Aqsha memutuskan menyalurkan sejumlah dana yang dititipkan masyarakat lewat kedua lembaga itu, untuk membeli peralatan pengobatan kanker.</p>
<p>ZIS Indosat menyumbangkan Rp 155.000.000 untuk Pusat Kanker ini, sedangkan sejumlah BMH USD5,340. Dana itu kini telah diterima oleh Al-Sarraa Foundation yang sekaligus akan melakukan pembelian peralatan dan obat-obatan yang diperlukan. “Insya Allah kami akan melaporkan secara rinci proses pembelian peralatan itu kepada Sahabat Al-Aqsha,” jelas Direktur <em>Al-Sarraa Foundation</em>.</p>
<p>Total dana yang diperlukan untuk melengkapi Pusat Kanker itu tidak kurang dari Rp 5 miliar rupiah. Diantara alat-alat yang diperlukan ialah mesin kemoterapi, mamografi, penyimpan bank darah, perlengkapan rawat inap, monitor, alat pengejut jantung, dan sebagainya.</p>
<p>Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha M. Fanni Rahman, yang memantau seluruh proses penyerahan bantuan tersebut dari markas Sahabat Al-Aqsha di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, menyampaikan, “Dengan perasaan gembira yang tulus, kami sampaikan terima kasih dan selamat kepada para <em>Muhsinin</em> ZIS Indosat dan Baitul Maal Hidayatullah. Allah telah memuliakan harta Anda lewat amal<em> fii Sabiilillah</em> ini… Insya Allah, kita bergerak terus seperti ini sampai Masjidil Aqsha dan tanah suci Palestina merdeka! Dan Anda diantara para pemegang sahamnya!” * <strong>(Sahabat Al-Aqsha)</strong></p>
<p><strong>INFAQ TERBAIK ANDA:</strong></p>
<p>Bank Syariah Mandiri<br />
No. Rek. 1540006443<br />
an. M Fanni bdn Palestina</p>
<p>Bank Muamalat<br />
No Rek. 9244632778<br />
an. M Fanni cq Sahabat Al-Aqsha</p>
<p>Konfirmasi via sms :<br />
0852 2844 6666 / 0818 110697</p>
<p>Konfirmasi via email :</p>
<p>sahabat@sahabatalaqsha.com</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Gaza-PusatKanker-Meeting-panorama.jpg" width="800" height="189" /></p>
<p>Perjumpaan Tim Relawan Amanah Indonesia (SA2Gaza) dengan para pasien kanker, para dokter, dan para pengurus di Pusat Pengobatan Kanker Al-Huda, kota Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Gaza-PusatKanker-Dalam.jpg" width="360" height="480" /></p>
<p>Salah satu suduk klinik Al-Huda yang insya Allah sebentar lagi akan diubah jadi Pusat Pengobatan Kanker pertama di Jalur Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Gaza-Pusat-Kanker-4Pasien-lores.jpg" width="580" height="356" /></p>
<p>Empat orang pasien kanker yang dipertemukan dengan tim relawan kita. Semoga Allah lekaskan kesembuhannya, ampuni seluruh dosanya, tambahkan imannya, dan sabarkan keluarga. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2013/01/Gaza-PusatKanker-Tahfizh.jpg" width="700" height="266" /></p>
<p>Hanya di Gaza, salah satu ruangan di Pusat Pengobatan Kanker Al-Huda digunakan juga sebagai pusat pendidikan tahfizhul Quran setiap sore. Bahkan tempat penyakit ganas pun dihiasi dengan keindahan dan mu’jizat Al-Quran. foto: Sahabat Al-Aqsha
<div class="TweetButton_button" style="float: left; margin-left: 10px;;height:20px;margin-bottom:5px;"><a href="http://twitter.com/share data-url="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=534" data-text="ZIS Indosat dan BM Hidayatullah Bantu Pusat Pengobatan Kanker di Gaza"data-count="none" data-via="sahabatalaqsha" data-hashtags="SA2Gaza" data-lang="en""><img src="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/wp-content/plugins/tweetbutton-for-wordpress/images/tweet.png" style="border:none" /></a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?feed=rss2&#038;p=534</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cooming Soon: “Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia” di Gaza, Insya Allah…</title>
		<link>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=536</link>
		<comments>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=536#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2012 06:30:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Al-Aqsha</dc:creator>
				<category><![CDATA[SA2Gaza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM1.jpg"><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM1-800x278.jpg" width="560" height="195" /></a>

(Silakan klik gambar ini) Bekas gedung Pusat Pameran Dagang Internasional di zaman antek-antek Israel berkuasa di Gaza ini akan diubah jadi “Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia” insya Allah. foto: Sahabat Al-Aqsha

<b>JALUR GAZA, Ahad (SahabatAlAqsha.com):</b>
<div>

<strong>Nama Amanah:</strong>

Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia

</div>
<div>

<strong>Pemberi Amanah:</strong>

Al-Sarraa Foundation yang didirikan oleh para ulama pejuang yang tergabung dalam Rabitah Ulama Filistin (Perhimpunan Ulama Palestina)

<strong>Pengemban Amanah:</strong>

Sahabat Al-Aqsha Indonesia, Haluan Malaysia

<strong><strong>Bangunan: </strong></strong>

<strong>Bekas gedung Pusat Pameran Internasional di Gaza di bawah penjajah zionis Israel dan Otorita Palestina</strong>

&#160;

</div>
<div><strong>Lokasi:</strong></div>
<div>

Asy-Syuja’iyyah, Jalan Shalahuddin Al-Ayyubi, jalan protokol utama yang menghubungkan seluruh wilayah Jalur Gaza dari Beit Lahiya di Utara sampai Rafah di Selatan

</div>
<div>

Jurubicara Sahabat Al-Aqsha menjelaskan, “Kita tidak perlu membangun apa-apa, tanah dan bangunannya milik pemerintah sudah tersedia sempurna, di lokasi utama. Ini proyek yang sangat bagus dan hemat, tidak perlu mengeluarkan uang sepesepun untuk membangun apa-apa.”

Menurut Salim A. Fillah, kita hanya perlu beramai-ramai mendukung beroperasinya RS Bedah Indonesia-Malaysia ini dengan membantu pembelian perlengkapan rumah sakit, obat-obatan, pengadaan SDM, dan renovasi interior agar lebih sesuai dengan keperluan rumah sakit.

</div>
<div>
<div>

Pemerintah Perdana Menteri Ismail Haniyah memutuskan untuk mengubah fungsi gedung berlantai tujuh yang cukup lama menanggur ini, untuk dijadikan rumah sakit bedah.

Pertanyaan pertama semua orang: kenapa bikin rumah sakit baru padahal yg sedang dibangun di Beit Lahiya belum jadi?

Jawabannya justru datang dari Al-Akh, Saudara penghubung kita dengan Perdana Menteri Ismail Haniyah, “Rakyat Gaza jumlahnya 1,7 juta jiwa. Waktu diserang zionis ‘Israel’ delapan hari bulan Nopember lalu, lebih dari 1500 orang luka-luka, patah, putus, bolong, robek, keracunan, diamputasi,  termutilasi karena pecahan-pecahan bom dan efek bahan peledak kimia Israel.”

Ia melanjutkan, “Rumah-rumah sakit kami kewalahan. Tidak cukup cuma satu. Kalian bikin sepuluh pun kami gembira.”

Insya Allah, rincian penjelasan proyek RS Bedah Indonesia-Malaysia ini akan menyusul dalam waktu dekat. Untuk sementara, mohon berkenan mencermati foto-foto di bawah ini, dan doakan agar Allah mudahkan segera beroperasinya amanah persaudaraan Palestina, Indonesia, Malaysia ini.

Semoga Allah ridha.* <b>(Sahabat Al-Aqsha)</b>

</div>
</div>
<div><b>INFAQ TERBAIK ANDA DI SINI:</b></div>
<div>

Bank Syariah Mandiri
No. Rek. 1540006443
an. M Fanni bdn Palestina

Bank Muamalat
No Rek. 9244632778
an. M Fanni cq Sahabat Al-Aqsha

Konfirmasi via sms :
0852 2844 6666 / 0818 110697

E-mail: <a href="mailto:sahabat@sahabatalaqsha.com" target="_blank">sahabat@sahabatalaqsha.com</a>

</div>
<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM2.jpg" width="420" height="315" />

Ini proyek Allah. Sebenarnya Allah tidak perlu bantuan. Justru kita yang dibantu Allah dengan amanah ini. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM3.jpg" width="420" height="315" />

In tanshurullaaha yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM6.jpg" width="360" height="270" />

Kalau kamu menolong Allah.. Allah akan menolong kamu, dan mengokohkan kaki(dan hati)mu. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM7.jpg" width="360" height="270" />

Sambil didoakan ya… foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM8.jpg" width="360" height="270" />

Semoga Allah mudahkan ikhtiar mengoperasikan Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia ini. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM9.jpg" width="300" height="225" />

Menyatukan hati, langkah, dan shaf Indonesia, Malaysia, Palestina, untuk menyebarkan rahmat ke seluruh alam. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM10.jpg" width="350" height="263" />

Perjuangan mereka di sana, menguatkan kita yang di sini. Amal shalih kita di sini, mengokohkan mereka yang di sana. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM11.jpg" width="400" height="300" />

Ya Allah, Engkau yang Mampu, kami tak berdaya, Engkau yang Kaya, kami tak punya apa-apa, Engkau yang menggerakkan, kami hanya makhluk biasa, Engkau yang Mensukseskan, kami hanya mengikuti bimbinganmu. Mudahkan dan Berkahi ya Rabb… foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM14.jpg" width="400" height="300" />

Semoga pekerjaan kecil dan langkah sederhana ini jadi terowongan setiap orang yang mendoakan, membantu, dan memperjuangkan menuju Syurga Firdaus. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM17.jpg" width="400" height="300" />

Semoga Allah jaga kemurnian hati, keikhlasan, dan kualitas amal ini dari awal sampai akhirnya dihisab, menjadi tambahan timbangan kebaikan bagi kami semua ya Rabb… foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM5-450x600.jpg" width="450" height="600" />

Semoga shalawat dan salam Engkau limpahkan kepada Panglima dan Imam kami, pria yang perjuangan dan kemuliaan akhlaqnya menjadi sebab kami mengikutinya sampai akhir zaman. Semoga berjumpa dengan di Mahsyar nanti dalam keadaan beliau mengenal kami, amiin. foto: Sahabat Al-Aqsha]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM1.jpg"><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM1-800x278.jpg" width="560" height="195" /></a></p>
<p>(Silakan klik gambar ini) Bekas gedung Pusat Pameran Dagang Internasional di zaman antek-antek Israel berkuasa di Gaza ini akan diubah jadi “Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia” insya Allah. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><b>JALUR GAZA, Ahad (SahabatAlAqsha.com):</b></p>
<div>
<p><strong>Nama Amanah:</strong></p>
<p>Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia</p>
</div>
<div>
<p><strong>Pemberi Amanah:</strong></p>
<p>Al-Sarraa Foundation yang didirikan oleh para ulama pejuang yang tergabung dalam Rabitah Ulama Filistin (Perhimpunan Ulama Palestina)</p>
<p><strong>Pengemban Amanah:</strong></p>
<p>Sahabat Al-Aqsha Indonesia, Haluan Malaysia</p>
<p><strong><strong>Bangunan: </strong></strong></p>
<p><strong>Bekas gedung Pusat Pameran Internasional di Gaza di bawah penjajah zionis Israel dan Otorita Palestina</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div><strong>Lokasi:</strong></div>
<div>
<p>Asy-Syuja’iyyah, Jalan Shalahuddin Al-Ayyubi, jalan protokol utama yang menghubungkan seluruh wilayah Jalur Gaza dari Beit Lahiya di Utara sampai Rafah di Selatan</p>
</div>
<div>
<p>Jurubicara Sahabat Al-Aqsha menjelaskan, “Kita tidak perlu membangun apa-apa, tanah dan bangunannya milik pemerintah sudah tersedia sempurna, di lokasi utama. Ini proyek yang sangat bagus dan hemat, tidak perlu mengeluarkan uang sepesepun untuk membangun apa-apa.”</p>
<p>Menurut Salim A. Fillah, kita hanya perlu beramai-ramai mendukung beroperasinya RS Bedah Indonesia-Malaysia ini dengan membantu pembelian perlengkapan rumah sakit, obat-obatan, pengadaan SDM, dan renovasi interior agar lebih sesuai dengan keperluan rumah sakit.</p>
</div>
<div>
<div>
<p>Pemerintah Perdana Menteri Ismail Haniyah memutuskan untuk mengubah fungsi gedung berlantai tujuh yang cukup lama menanggur ini, untuk dijadikan rumah sakit bedah.</p>
<p>Pertanyaan pertama semua orang: kenapa bikin rumah sakit baru padahal yg sedang dibangun di Beit Lahiya belum jadi?</p>
<p>Jawabannya justru datang dari Al-Akh, Saudara penghubung kita dengan Perdana Menteri Ismail Haniyah, “Rakyat Gaza jumlahnya 1,7 juta jiwa. Waktu diserang zionis ‘Israel’ delapan hari bulan Nopember lalu, lebih dari 1500 orang luka-luka, patah, putus, bolong, robek, keracunan, diamputasi,  termutilasi karena pecahan-pecahan bom dan efek bahan peledak kimia Israel.”</p>
<p>Ia melanjutkan, “Rumah-rumah sakit kami kewalahan. Tidak cukup cuma satu. Kalian bikin sepuluh pun kami gembira.”</p>
<p>Insya Allah, rincian penjelasan proyek RS Bedah Indonesia-Malaysia ini akan menyusul dalam waktu dekat. Untuk sementara, mohon berkenan mencermati foto-foto di bawah ini, dan doakan agar Allah mudahkan segera beroperasinya amanah persaudaraan Palestina, Indonesia, Malaysia ini.</p>
<p>Semoga Allah ridha.* <b>(Sahabat Al-Aqsha)</b></p>
</div>
</div>
<div><b>INFAQ TERBAIK ANDA DI SINI:</b></div>
<div>
<p>Bank Syariah Mandiri<br />
No. Rek. 1540006443<br />
an. M Fanni bdn Palestina</p>
<p>Bank Muamalat<br />
No Rek. 9244632778<br />
an. M Fanni cq Sahabat Al-Aqsha</p>
<p>Konfirmasi via sms :<br />
0852 2844 6666 / 0818 110697</p>
<p>E-mail: <a href="mailto:sahabat@sahabatalaqsha.com" target="_blank">sahabat@sahabatalaqsha.com</a></p>
</div>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM2.jpg" width="420" height="315" /></p>
<p>Ini proyek Allah. Sebenarnya Allah tidak perlu bantuan. Justru kita yang dibantu Allah dengan amanah ini. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM3.jpg" width="420" height="315" /></p>
<p>In tanshurullaaha yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM6.jpg" width="360" height="270" /></p>
<p>Kalau kamu menolong Allah.. Allah akan menolong kamu, dan mengokohkan kaki(dan hati)mu. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM7.jpg" width="360" height="270" /></p>
<p>Sambil didoakan ya… foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM8.jpg" width="360" height="270" /></p>
<p>Semoga Allah mudahkan ikhtiar mengoperasikan Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia ini. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM9.jpg" width="300" height="225" /></p>
<p>Menyatukan hati, langkah, dan shaf Indonesia, Malaysia, Palestina, untuk menyebarkan rahmat ke seluruh alam. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM10.jpg" width="350" height="263" /></p>
<p>Perjuangan mereka di sana, menguatkan kita yang di sini. Amal shalih kita di sini, mengokohkan mereka yang di sana. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM11.jpg" width="400" height="300" /></p>
<p>Ya Allah, Engkau yang Mampu, kami tak berdaya, Engkau yang Kaya, kami tak punya apa-apa, Engkau yang menggerakkan, kami hanya makhluk biasa, Engkau yang Mensukseskan, kami hanya mengikuti bimbinganmu. Mudahkan dan Berkahi ya Rabb… foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM14.jpg" width="400" height="300" /></p>
<p>Semoga pekerjaan kecil dan langkah sederhana ini jadi terowongan setiap orang yang mendoakan, membantu, dan memperjuangkan menuju Syurga Firdaus. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM17.jpg" width="400" height="300" /></p>
<p>Semoga Allah jaga kemurnian hati, keikhlasan, dan kualitas amal ini dari awal sampai akhirnya dihisab, menjadi tambahan timbangan kebaikan bagi kami semua ya Rabb… foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/RSIM5-450x600.jpg" width="450" height="600" /></p>
<p>Semoga shalawat dan salam Engkau limpahkan kepada Panglima dan Imam kami, pria yang perjuangan dan kemuliaan akhlaqnya menjadi sebab kami mengikutinya sampai akhir zaman. Semoga berjumpa dengan di Mahsyar nanti dalam keadaan beliau mengenal kami, amiin. foto: Sahabat Al-Aqsha
<div class="TweetButton_button" style="float: left; margin-left: 10px;;height:20px;margin-bottom:5px;"><a href="http://twitter.com/share data-url="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=536" data-text="Cooming Soon: “Rumah Sakit Bedah Indonesia-Malaysia” di Gaza, Insya Allah…"data-count="none" data-via="sahabatalaqsha" data-hashtags="SA2Gaza" data-lang="en""><img src="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/wp-content/plugins/tweetbutton-for-wordpress/images/tweet.png" style="border:none" /></a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?feed=rss2&#038;p=536</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Foto-foto) Salim A. Fillah Mengemban Amanah ke Bumi Para Nabi, Para Syuhada</title>
		<link>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=540</link>
		<comments>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=540#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2012 13:40:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Al-Aqsha</dc:creator>
				<category><![CDATA[SA2Gaza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[<strong>JALUR GAZA, Rabu (SahabatAlAqsha.com):</strong> Sudah sejak tahun lalu Salim A. Fillah, penulis buku laris dan da’i spesialis Sirah Nabawiyah, berkenan menjadi jurubicara Sahabat Al-Aqsha. Dengan izin Allah Salim kali ini ikut dalam misi “Amanah Indonesia untuk Gaza dan Al-Aqsha” (Sahabat Al-Aqsha ke Gaza).

Selain berfungsi sebagai jurubicara, Salim menjaga agar seluruh anggota tim senantiasa lurus niat dan kuat semangat. Sebagai anggota tim termuda, Salim dengan rendah hati rajin melayani anggota yang lain. Diantaranya tanpa diminta  mengupaskan apel atau jeruk saat <em>briefing</em> ba’da Subuh, yang lalu dibagi-bagikan dengan tangannya sendiri kepada setiap anggota tim.

Kemana-mana Salim juga membawakan tas Ketua Tim, meskipun setiap kali mau dibawakan Mas Ketua selalu menolak, dan daripada waktu habis untuk berdebat dan tarik-menarik tas… maka direlakanlah Salim men-<em>cangking</em> tas tersebut.

<em>Followers Twitter</em>nya kini berjumlah lebih dari 91 ribu. Silakan simak catatan-catatan Salim di <em>Twitter</em> antara tanggal 12 sampai 21 Desember 2012 di lini masa @salimafillah. Semoga Allah membalas amal <em>fii Sabiilillah</em>-nya dengan kebaikan yang melimpah seluas mungkin.

Di bawah ini sebagian foto kegiatan Salim A. Fillah sepanjang misi penuh berkah, di tanah berkah, menjumpai orang-orang yang diberkahi Allah ini.

Terima kasih kepada Ustadz Salim A. Fillah atas kesabaran, kemuliaan akhlaq, ketawadhuan, pelayanan dan doa-doanya bersama Tim Amanah Indonesia selama safar bersama-sama di jalan Allah ini. Semoga setiap debu yang melekat, setiap letih yang dialami, setiap kedinginan yang menyelusup ke tulang-tulang, menjadi tambahan timbangan kebaikan yang akan menyelamatkan Ustadz dan keluarga, dan seluruh umat Muhammad <em>Sallallaahu ‘alayhi wa sallam</em>, dunia Akhirat.*<strong> (Sahabat Al-Aqsha)</strong>

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim8.jpg" width="600" height="376" />

Salim A. Fillah menjalankan tugas sebagai jurubicara Tim Amanah Indonesia (SA2Gaza) diwawancara oleh wartawan TV kampus Universitas Islam Gaza, yang didirikan oleh Syeikh Ahmad Yasin tahun 1978. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim5-800x451.jpg" width="480" height="271" />

Salim membantu Kak Bimo menyiapkan ‘kejutan’ untuk anak-anak kita di TK Bintang Al-Quran. foto: Sahabat Al-Aqsha

<a href="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim10.jpg"><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim10.jpg" width="500" height="382" /></a>

Bersama Menteri Waqaf Palestina Dr. Ismail Ridwan di kediaman beliau. foto: Sahabat Al-Aqsha

&#160;

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim6.jpg" width="600" height="357" />

Bersiap tinggalkan pelabuhan Gaza menjajal batas laut sesudah gencatan senjata, ditemani para polisi laut Palestina. foto: Sahabat Al-Aqsha

<a href="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim11.jpg"><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim11-456x600.jpg" width="319" height="420" /></a>

Bersama anak dan cucu Syeikh Ahmad Yasin di depan rumah sang Syahid. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim3.jpg" width="360" height="270" />

Hasrat hati membelai keledai, sayang maksud tak sampai, di Jabaliya, Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim4-e1356526624993.jpg" width="271" height="553" />

Bersama Dr. Abdurrahman Jamal, Pimpinan Darul Quran wal Sunnah yang membina lebih dari 1600 halaqah tahfizh Al-Quran di seluruh Jalur Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim9-449x600.jpg" width="269" height="360" />

Pertemuan favorit Salim selama di Gaza, berjumpa Ismail Haniyah di tengah kamp pengungsian tempat tinggal perdana menteri Palestina yang hafal 30 juz Al-Quran. foto: Sahabat Al-Aqsha]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JALUR GAZA, Rabu (SahabatAlAqsha.com):</strong> Sudah sejak tahun lalu Salim A. Fillah, penulis buku laris dan da’i spesialis Sirah Nabawiyah, berkenan menjadi jurubicara Sahabat Al-Aqsha. Dengan izin Allah Salim kali ini ikut dalam misi “Amanah Indonesia untuk Gaza dan Al-Aqsha” (Sahabat Al-Aqsha ke Gaza).</p>
<p>Selain berfungsi sebagai jurubicara, Salim menjaga agar seluruh anggota tim senantiasa lurus niat dan kuat semangat. Sebagai anggota tim termuda, Salim dengan rendah hati rajin melayani anggota yang lain. Diantaranya tanpa diminta  mengupaskan apel atau jeruk saat <em>briefing</em> ba’da Subuh, yang lalu dibagi-bagikan dengan tangannya sendiri kepada setiap anggota tim.</p>
<p>Kemana-mana Salim juga membawakan tas Ketua Tim, meskipun setiap kali mau dibawakan Mas Ketua selalu menolak, dan daripada waktu habis untuk berdebat dan tarik-menarik tas… maka direlakanlah Salim men-<em>cangking</em> tas tersebut.</p>
<p><em>Followers Twitter</em>nya kini berjumlah lebih dari 91 ribu. Silakan simak catatan-catatan Salim di <em>Twitter</em> antara tanggal 12 sampai 21 Desember 2012 di lini masa @salimafillah. Semoga Allah membalas amal <em>fii Sabiilillah</em>-nya dengan kebaikan yang melimpah seluas mungkin.</p>
<p>Di bawah ini sebagian foto kegiatan Salim A. Fillah sepanjang misi penuh berkah, di tanah berkah, menjumpai orang-orang yang diberkahi Allah ini.</p>
<p>Terima kasih kepada Ustadz Salim A. Fillah atas kesabaran, kemuliaan akhlaq, ketawadhuan, pelayanan dan doa-doanya bersama Tim Amanah Indonesia selama safar bersama-sama di jalan Allah ini. Semoga setiap debu yang melekat, setiap letih yang dialami, setiap kedinginan yang menyelusup ke tulang-tulang, menjadi tambahan timbangan kebaikan yang akan menyelamatkan Ustadz dan keluarga, dan seluruh umat Muhammad <em>Sallallaahu ‘alayhi wa sallam</em>, dunia Akhirat.*<strong> (Sahabat Al-Aqsha)</strong></p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim8.jpg" width="600" height="376" /></p>
<p>Salim A. Fillah menjalankan tugas sebagai jurubicara Tim Amanah Indonesia (SA2Gaza) diwawancara oleh wartawan TV kampus Universitas Islam Gaza, yang didirikan oleh Syeikh Ahmad Yasin tahun 1978. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim5-800x451.jpg" width="480" height="271" /></p>
<p>Salim membantu Kak Bimo menyiapkan ‘kejutan’ untuk anak-anak kita di TK Bintang Al-Quran. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><a href="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim10.jpg"><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim10.jpg" width="500" height="382" /></a></p>
<p>Bersama Menteri Waqaf Palestina Dr. Ismail Ridwan di kediaman beliau. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim6.jpg" width="600" height="357" /></p>
<p>Bersiap tinggalkan pelabuhan Gaza menjajal batas laut sesudah gencatan senjata, ditemani para polisi laut Palestina. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><a href="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim11.jpg"><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim11-456x600.jpg" width="319" height="420" /></a></p>
<p>Bersama anak dan cucu Syeikh Ahmad Yasin di depan rumah sang Syahid. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim3.jpg" width="360" height="270" /></p>
<p>Hasrat hati membelai keledai, sayang maksud tak sampai, di Jabaliya, Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim4-e1356526624993.jpg" width="271" height="553" /></p>
<p>Bersama Dr. Abdurrahman Jamal, Pimpinan Darul Quran wal Sunnah yang membina lebih dari 1600 halaqah tahfizh Al-Quran di seluruh Jalur Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/Salim9-449x600.jpg" width="269" height="360" /></p>
<p>Pertemuan favorit Salim selama di Gaza, berjumpa Ismail Haniyah di tengah kamp pengungsian tempat tinggal perdana menteri Palestina yang hafal 30 juz Al-Quran. foto: Sahabat Al-Aqsha
<div class="TweetButton_button" style="float: left; margin-left: 10px;;height:20px;margin-bottom:5px;"><a href="http://twitter.com/share data-url="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=540" data-text="(Foto-foto) Salim A. Fillah Mengemban Amanah ke Bumi Para Nabi, Para Syuhada"data-count="none" data-via="sahabatalaqsha" data-hashtags="SA2Gaza" data-lang="en""><img src="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/wp-content/plugins/tweetbutton-for-wordpress/images/tweet.png" style="border:none" /></a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?feed=rss2&#038;p=540</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedih Harus Keluar Gaza, tapi Alhamdulillah Semua Amanah Tunai (Catatan dari Palestina)</title>
		<link>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=542</link>
		<comments>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=542#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2012 06:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Al-Aqsha</dc:creator>
				<category><![CDATA[SA2Gaza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[<strong>JALUR GAZA, Selasa (SahabatAlAqsha.com):</strong> Sesudah 12 hari di Jalur Gaza <em>alhamdulillah</em> Tim Amanah Indonesia (SA2Gaza; Sahabat Al-Aqsha to Gaza) dengan izin Allah menuntaskan seluruh amanah yang diembankan oleh masyarakat Indonesia.

“Rasanya berat sekali akan meninggalkan Gaza kali ini, semoga Allah jadikan ini semata-mata karena iman,” kata salah seorang tim kita yang sudah beberapa kali melakukan perjalanan misi ini.

Selain menyampaikan berbagai amanah, tim relawan kita juga mengunjungi berbagai tokoh dan lembaga penting di kalangan masyarakat Palestina, serta menyusuri tempat-tempat penting di wilayah Jalur Gaza yang sejak 5 tahun lalu sampai hari ini masih dikepung armada zionis ‘Israel’. “Kami menyaksikan berbagai perbaikan sangat menggembirakan,” kata Ketua Tim kita.

Secara garis besar, Tim kita mengemban lima amanah utama:

1. Mengumpulkan data lapangan perkembangan TK Bintang Al-Quran serta menindaklanjuti bantuan operasional tahun ajaran 2012-2013 di Jabaliya, Gaza Utara

2. Mengumpulkan data lapangan dan menindaklanjuti bantuan pembangunan Madrasah Islamiyah Malaysia-Indonesia di Deiril Balah, Gaza Tengah

3. Mengumpulkan data lapangan dan menindaklanjuti bantuan beasiswa untuk para mahasiswa kedokteran Palestina yang berkuliah di beberapa universitas di Sudan

4. Menyerahkan bantuan musim dingin kepada saudara-saudara kita di kamp-kamp pengungsian di Jalur Gaza

5. Menjajaki kemungkinan kerjasama antara lembaga pendidikan di Indonesia dengan di Palestina.

Alhamdulillah kesemua amanah tersebut dengan izin Allah tuntas dilaksanakan.

Selama 12 hari juga tim kita menziarahi berbagai tokoh perjuangan Palestina di Gaza, diantaranya Perdana Menteri Ismail Haniyah. Dengan izin Allah, Tim Amanah Indonesia berjumpa tiga kali dengan beliau dan melakukan berbagai pembicaraan penting yang insya Allah akan diceritakan dalam laporan berikutnya.

Tim ini juga mengunjungi beberapa media massa Palestina seperti Aqsa TV, Al-Resalah Media Group, juga lembaga pendidikan diantaranya Darul Quran wal Sunnah yang membina lebih dari 1600 halaqah tahifzhul Quran di seluruh Gaza.

Tujuh orang anggota Tim kita semua merasakan dirinya telah menyatu dengan masyarakat Gaza. “Kesabaran mereka luar biasa. Setelah seminggu kita semakin sadar. Mereka yang membantu kita, bukan sebaliknya,” kata Salim A. Fillah.

Semoga Allah lanjutkan berkah kebaikan ini sampai Akhirat.*<strong> (Sahabat Al-Aqsha)</strong>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JALUR GAZA, Selasa (SahabatAlAqsha.com):</strong> Sesudah 12 hari di Jalur Gaza <em>alhamdulillah</em> Tim Amanah Indonesia (SA2Gaza; Sahabat Al-Aqsha to Gaza) dengan izin Allah menuntaskan seluruh amanah yang diembankan oleh masyarakat Indonesia.</p>
<p>“Rasanya berat sekali akan meninggalkan Gaza kali ini, semoga Allah jadikan ini semata-mata karena iman,” kata salah seorang tim kita yang sudah beberapa kali melakukan perjalanan misi ini.</p>
<p>Selain menyampaikan berbagai amanah, tim relawan kita juga mengunjungi berbagai tokoh dan lembaga penting di kalangan masyarakat Palestina, serta menyusuri tempat-tempat penting di wilayah Jalur Gaza yang sejak 5 tahun lalu sampai hari ini masih dikepung armada zionis ‘Israel’. “Kami menyaksikan berbagai perbaikan sangat menggembirakan,” kata Ketua Tim kita.</p>
<p>Secara garis besar, Tim kita mengemban lima amanah utama:</p>
<p>1. Mengumpulkan data lapangan perkembangan TK Bintang Al-Quran serta menindaklanjuti bantuan operasional tahun ajaran 2012-2013 di Jabaliya, Gaza Utara</p>
<p>2. Mengumpulkan data lapangan dan menindaklanjuti bantuan pembangunan Madrasah Islamiyah Malaysia-Indonesia di Deiril Balah, Gaza Tengah</p>
<p>3. Mengumpulkan data lapangan dan menindaklanjuti bantuan beasiswa untuk para mahasiswa kedokteran Palestina yang berkuliah di beberapa universitas di Sudan</p>
<p>4. Menyerahkan bantuan musim dingin kepada saudara-saudara kita di kamp-kamp pengungsian di Jalur Gaza</p>
<p>5. Menjajaki kemungkinan kerjasama antara lembaga pendidikan di Indonesia dengan di Palestina.</p>
<p>Alhamdulillah kesemua amanah tersebut dengan izin Allah tuntas dilaksanakan.</p>
<p>Selama 12 hari juga tim kita menziarahi berbagai tokoh perjuangan Palestina di Gaza, diantaranya Perdana Menteri Ismail Haniyah. Dengan izin Allah, Tim Amanah Indonesia berjumpa tiga kali dengan beliau dan melakukan berbagai pembicaraan penting yang insya Allah akan diceritakan dalam laporan berikutnya.</p>
<p>Tim ini juga mengunjungi beberapa media massa Palestina seperti Aqsa TV, Al-Resalah Media Group, juga lembaga pendidikan diantaranya Darul Quran wal Sunnah yang membina lebih dari 1600 halaqah tahifzhul Quran di seluruh Gaza.</p>
<p>Tujuh orang anggota Tim kita semua merasakan dirinya telah menyatu dengan masyarakat Gaza. “Kesabaran mereka luar biasa. Setelah seminggu kita semakin sadar. Mereka yang membantu kita, bukan sebaliknya,” kata Salim A. Fillah.</p>
<p>Semoga Allah lanjutkan berkah kebaikan ini sampai Akhirat.*<strong> (Sahabat Al-Aqsha)</strong>
<div class="TweetButton_button" style="float: left; margin-left: 10px;;height:20px;margin-bottom:5px;"><a href="http://twitter.com/share data-url="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=542" data-text="Sedih Harus Keluar Gaza, tapi Alhamdulillah Semua Amanah Tunai (Catatan dari Palestina)"data-count="none" data-via="sahabatalaqsha" data-hashtags="SA2Gaza" data-lang="en""><img src="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/wp-content/plugins/tweetbutton-for-wordpress/images/tweet.png" style="border:none" /></a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?feed=rss2&#038;p=542</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kartu Pos Istimewa dari Anak-anak Gaza untuk Mahasiswa Indonesia (FSLDK)</title>
		<link>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=538</link>
		<comments>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=538#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2012 06:37:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Al-Aqsha</dc:creator>
				<category><![CDATA[SA2Gaza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[<strong>JALUR GAZA, Rabu (SahabatAlAqsha.com):</strong>

<a href="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/FSLDK-Postcard-SA-lores.jpg"><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/FSLDK-Postcard-SA-lores-800x337.jpg" width="800" height="337" /></a>

(Silakan diklik gambarnya) Terima kasih kepada para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam FSLDK (Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus) Indonesia, yang sejak bulan Mei 2012 ikut mengajak masyarakat Indonesia membantu TK ini. TK Bintang Al-Quran adalah TK pertama di Gaza yang 100% didanai masyarakat Indonesia. foto: Sahabat Al-Aqsha]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JALUR GAZA, Rabu (SahabatAlAqsha.com):</strong></p>
<p><a href="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/FSLDK-Postcard-SA-lores.jpg"><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/FSLDK-Postcard-SA-lores-800x337.jpg" width="800" height="337" /></a></p>
<p>(Silakan diklik gambarnya) Terima kasih kepada para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam FSLDK (Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus) Indonesia, yang sejak bulan Mei 2012 ikut mengajak masyarakat Indonesia membantu TK ini. TK Bintang Al-Quran adalah TK pertama di Gaza yang 100% didanai masyarakat Indonesia. foto: Sahabat Al-Aqsha
<div class="TweetButton_button" style="float: left; margin-left: 10px;;height:20px;margin-bottom:5px;"><a href="http://twitter.com/share data-url="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=538" data-text="Kartu Pos Istimewa dari Anak-anak Gaza untuk Mahasiswa Indonesia (FSLDK)"data-count="none" data-via="sahabatalaqsha" data-hashtags="SA2Gaza" data-lang="en""><img src="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/wp-content/plugins/tweetbutton-for-wordpress/images/tweet.png" style="border:none" /></a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?feed=rss2&#038;p=538</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kejutan Pertama, Makan Siang dengan PM Ismail Haniyah (Catatan dari Palestina)</title>
		<link>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=544</link>
		<comments>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=544#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2012 06:44:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Al-Aqsha</dc:creator>
				<category><![CDATA[SA2Gaza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[<strong>JALUR GAZA, Selasa (Sahabat Al-Aqsha):</strong> Ketujuh relawan kita seperti tersihir. Ceritanya begini. Baru hari kedua tim kita tiba di  Jalur Gaza, mereka diundang ke rumah seorang pengusaha untuk makan siang di rumahnya di tengah kota. Hujan musim dingin masih belum berhenti turun. Beberapa orang yang menyambut kami baru saja mengajak tim kita duduk-duduk di ruang tamu di lantai atas rumah besar tapi sederhana itu. Semua menunggu makan siang yang sedang disiapkan.

Nama-nama baru saja diperkenalkan. Pengalaman hidup di Gaza baru saja mulai dipertukarkan. Kopi di cawan-cawan mungil yang baunya khas dan rasanya kuat baru saja dibagi-bagikan. Asapnya harum.

Tiba-tiba saja pria bertubuh tinggi tegap itu masuk ke tengah ruangan. Berjaket hitam, ber-<em>sweater</em> abu-abu, memasuki ruangan. Wajah semua orang yang hadir terperangah lalu tersenyum lebar. Pria yang baru datang ini Ismail Haniyah, Perdana Menteri Palestina, salah satu orang yang paling ingin dibunuh oleh zionis, datang bergabung dengan kami, sendirian!

Sebenarnya tidak sendirian sama sekali. Para pengawalnya menunggu di lantai bawah dan di dekat kendaraan yang ditumpanginya. Sedangkan Ismail Haniyah naik dan masuk tanpa pengawalan. “Dia tak ingin pengawalan menggangu kita,” kata tuan rumah yang kawan lamanya.

Tanpa canggung, pria yang telah memimpin Palestina sejak tahun 2005 itu justru berkeliling mendatangi kami satu per satu, menyalami dan memeluk kami, sambil saling memperkenalkan diri.

Salah seorang relawan kita berteriak, tapi suaranya tercekat di tenggorokan, yang keluar tidak sekeras biasanya kalau sedang orasi di jalan, “Allahu Akbar…” Bergetar karena kegirangan. Matanya berkaca-kaca.

Sesudah selesai bersalaman, kami dan PM Ismail Haniyah, dan beberapa orang tamu Palestina lain diajak naik ke lantai yang lebih tinggi. Sebuah meja besar sudah menunggu. Ismail Haniyah duduk di ujung meja, tim kita duduk di sisi kanan meja, sedangkan Direktur Al-Sarraa Foundation tuan rumah kami dan tamu-tamu lain di sisi kiri meja itu.

Makan siang dengan nasi kebuli dan ayam bakar itu diiringi sayuran mentah segar yang dikucuri lemon dan ditemani secangkir yoghurt. Ditutup dengan <em>Knafeh Arabiy</em>, sejenis manisan khas yang ditaburi kacang-kacangan.

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/PM.jpg" width="600" height="450" />

Di dekat kamera Kak Bimo termangu merenungi, “Baru dua hari di sini kok sudah makan siang dengan perdana menteri…” Salim A. Fillah pun termenung. Di ujung meja PM Ismail Haniyah mendengarkan penjelasan tentang amanah-amanah rakyat Indonesia untuk Tim Amanah Indonesia. foto: Sahabat Al-Aqsha

Sambil makan, Direktur <em>Al-Sarraa Foundation</em> yang saling menyapa dengan Abul ‘Abd (nama kuniyah Ismail Haniyah) dengan panggilan akrab, menjelaskan apa saja yang sudah dikerjakan Sahabat Al-Aqsha sejak tahun 2007.

“Rasanya malu, belum berbuat apa-apa tapi diceritakan begitu panjang lebar,” kata Ketua Tim Relawan kita.

Ismail Haniyah menyimak dengan sungguh-sungguh, sambil berkali-kali berkata, “Masya Allah… Terima kasih. Semoga Allah balas kebaikan kalian dan rakyat Indonesia dengan kebaikan yang lebih berlimpah…”

Sesudah tuntas makan siang dan mencicipi <em>Knafeh Arabiy</em>, biasanya orang Palestina menutup undangan makan siang dengan secawan mungil kopi panas tanpa gula. Ismail Haniyah dengan halus menolak. “Maaf ya, saya sudah ditunggu… Jangan marah,” katanya dengan rendah hati kepada tuan rumah yang berusaha membujuk.

Tapi kita semua tahu diri. Pemerintahan Palestina di bawah kepemimpinan PM Ismail Haniyah adalah kepemimpinan darurat yang menghadapi kejahatan zionis dan para pendukungnya yang tak henti-hentinya mengerahkan makar. Sejak tahun 2005 sampai hari ini serangan-serangan militer besar dan kecil silih berganti tak henti-henti.

Sabotase ekonomi yang mematikan ratusan ribu lapangan kerja, penghancuran pabrik-pabrik, teror yang menghancurkan jaringan listrik dan telefon, makar intelijen untuk membunuh para pemimpin, sumber-sumber air minum yang diracuni, bom-bom fosfor yang mengakibatkan kanker, rumah-rumah sakit yang kehabisan obat, petani-petani yang diserang, nelayan-nelayan yang dirampas kapalnya…

Di tengah berbagai kegawatdaruratan itu, Ismail Haniyah bersedia diminta membelokkan mobilnya, hanya untuk makan siang dengan Tim relawan Indonesia yang kerjanya hanya seujung kuku di hadapan Jihad rakyat Palestina!

Jadi kalau PM Ismail Haniyah tidak ikut menyeruput kopi yaaaa….. tahu diri deh.

Salah seorang relawan kita bernama Muhammad, biasanya sangat menikmati hidangan Arab, kali ini terlihat makan hanya sedikit. Ditanya, kenapa Mas makan sedikit? Jawabnya, “<em>Speechless</em>… (Tak bisa berkata apa-apa).”

Semoga Allah selalu melindungi beliau dan seluruh pejuang serta seluruh rakyat Palestina sampai Masjidil Aqsha dan tanah suci Palestina merdeka.

<strong>Kejutan Kedua di Gang Sempit</strong>

Sehari sesudah makan siang kejutan itu, ada kejutan berikutnya. Tim kita diterima secara resmi di rumah beliau di tengah sebuah kamp pengungsi. Sehabis solat Jum’at di Masjid Al-Gharbiyah di tengah kamp Asy-Syathi’ yang padat lagi-lagi secara mengejutkan PM Ismail Haniyah menjumpai Tim kita. Saat itu para relawan sedang berkenalan dengan sebuah delegasi dari Yordania.

Tiba-tiba perdana menteri yang hafal Al-Quran 30 juz itu datang dan menyalami.

Ketua Tim Amanah Indonesia berjinjit mencium kening Ismail Haniyah. Beliau lalu mengajak dua delegasi itu berjalan menyusuri gang-gang di kamp pengungsian itu… ke rumahnya!

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/PM2.jpg" width="400" height="300" />

Ketua Tim Amanah Indonesia untuk Gaza dan Al-Aqsha (SA2Gaza) mencium kening PM Ismail Haniyah di kamp pengungsi Asy-Syati’. foto: Sahabat Al-Aqsha

“Sejak kantor perdana menteri dihancurkan rata dengan tanah bulan Nopember lalu, saya terpaksa menerima tamu-tamu di sini,” katanya.

Di ruangan berukuran besar itu terpampang foto para Syuhada utama Palestina, diantaranya Syeikh Ahmad Yasin, Dr. Abdul Aziz Al-Rantissi, dan Insinyur Yahya Ayyasy.

Sesudah menerima sambutan ketua delegasi dari Yordania, ketua Tim kita diminta duduk di sebelah beliau menyampaikan hajatnya.

Ketua Tim Amanah Indonesia menyampaikan salam dari para Ulama, pemimpin, dan jutaan rakyat Indonesia. Salam persaudaraan yang sehangat-hangatnya.

Lalu Ketua Tim kita juga menyampaikan niatan Sahabat Al-Aqsha untuk meningkatkan terus hubungan persaudaraan antara rakyat Indonesia dan saudara-saudaranya di Palestina.

“Ulama, pemimpin, pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, guru, para profesional, pedagang, pegawai negeri, Indonesia dan Palestina harus semakin sering bertukar kunjungan dan pengalaman,” kata Ketua Tim kita kepada PM Ismail Haniyah. “Kita ingin agar Masjidil Aqsha dan seluruh tanah suci Palestina segera merdeka.”

“Namun kami sadar, bantuan yang kami bawa ini sangat sedikit dibandingkan keberkahan Allah atas perjuangan rakyat Palestina yang akan kami bawa pulang ke tanah air. Justeru kami yang harus banyak belajar dari kalian…,” tegas Ketua Tim kita.

“Kami ingin belajar dari kalian bagaimana memperkuat ruh ibadah, ruh Al-Quran, dan ruh jihad supaya bangsa Indonesia semakin baik keadaannya di hadapan Allah. Supaya keberkahan turun dari langit dan muncul dari bumi di tanah air kami, sebagaimana yang telah kalian alami di sini,” kata Ketua Tim kita.

PM Ismail Haniyah menjawab, “<em>Alhamdulillah</em>, delapan hari serangan zionis (Nopember lalu) kepada kami justeru membuat kami semakin kuat. <em>Tawakkal</em> kami kepada Allah justeru mengundang keberkahan yang besar.”

“Musuh ingin menghancurkan kekuatan kami. Tapi karena kami yakin kekuatan kami hanya dari Allah, justeru Allah yang menghancurkan makar mereka. Dan itu semua tidak bisa dilepaskan dari doa-doa kalian di Indonesia,” kata Ismail Haniyah.

Ismail Haniyah menegaskan, “Insya Allah kita akan terus bersama-sama, sampai Masjidil Aqsha, kota Al-Quds, dan seluruh tanah suci Palestina dibebaskan bersama-sama oleh seluruh umat Islam. Kami dan kalian sama-sama di shaf pertama.”

Jemari yang mengetik laporan ini gemetar. Bukan karena tusukan hawa musim dingin. Tapi karena perasaan bergelora yang insya Allah karena cinta berlandaskan iman semata… Semoga Allah terus membimbingnya.* <strong>(Sahabat Al-Aqsha)</strong>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JALUR GAZA, Selasa (Sahabat Al-Aqsha):</strong> Ketujuh relawan kita seperti tersihir. Ceritanya begini. Baru hari kedua tim kita tiba di  Jalur Gaza, mereka diundang ke rumah seorang pengusaha untuk makan siang di rumahnya di tengah kota. Hujan musim dingin masih belum berhenti turun. Beberapa orang yang menyambut kami baru saja mengajak tim kita duduk-duduk di ruang tamu di lantai atas rumah besar tapi sederhana itu. Semua menunggu makan siang yang sedang disiapkan.</p>
<p>Nama-nama baru saja diperkenalkan. Pengalaman hidup di Gaza baru saja mulai dipertukarkan. Kopi di cawan-cawan mungil yang baunya khas dan rasanya kuat baru saja dibagi-bagikan. Asapnya harum.</p>
<p>Tiba-tiba saja pria bertubuh tinggi tegap itu masuk ke tengah ruangan. Berjaket hitam, ber-<em>sweater</em> abu-abu, memasuki ruangan. Wajah semua orang yang hadir terperangah lalu tersenyum lebar. Pria yang baru datang ini Ismail Haniyah, Perdana Menteri Palestina, salah satu orang yang paling ingin dibunuh oleh zionis, datang bergabung dengan kami, sendirian!</p>
<p>Sebenarnya tidak sendirian sama sekali. Para pengawalnya menunggu di lantai bawah dan di dekat kendaraan yang ditumpanginya. Sedangkan Ismail Haniyah naik dan masuk tanpa pengawalan. “Dia tak ingin pengawalan menggangu kita,” kata tuan rumah yang kawan lamanya.</p>
<p>Tanpa canggung, pria yang telah memimpin Palestina sejak tahun 2005 itu justru berkeliling mendatangi kami satu per satu, menyalami dan memeluk kami, sambil saling memperkenalkan diri.</p>
<p>Salah seorang relawan kita berteriak, tapi suaranya tercekat di tenggorokan, yang keluar tidak sekeras biasanya kalau sedang orasi di jalan, “Allahu Akbar…” Bergetar karena kegirangan. Matanya berkaca-kaca.</p>
<p>Sesudah selesai bersalaman, kami dan PM Ismail Haniyah, dan beberapa orang tamu Palestina lain diajak naik ke lantai yang lebih tinggi. Sebuah meja besar sudah menunggu. Ismail Haniyah duduk di ujung meja, tim kita duduk di sisi kanan meja, sedangkan Direktur Al-Sarraa Foundation tuan rumah kami dan tamu-tamu lain di sisi kiri meja itu.</p>
<p>Makan siang dengan nasi kebuli dan ayam bakar itu diiringi sayuran mentah segar yang dikucuri lemon dan ditemani secangkir yoghurt. Ditutup dengan <em>Knafeh Arabiy</em>, sejenis manisan khas yang ditaburi kacang-kacangan.</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/PM.jpg" width="600" height="450" /></p>
<p>Di dekat kamera Kak Bimo termangu merenungi, “Baru dua hari di sini kok sudah makan siang dengan perdana menteri…” Salim A. Fillah pun termenung. Di ujung meja PM Ismail Haniyah mendengarkan penjelasan tentang amanah-amanah rakyat Indonesia untuk Tim Amanah Indonesia. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p>Sambil makan, Direktur <em>Al-Sarraa Foundation</em> yang saling menyapa dengan Abul ‘Abd (nama kuniyah Ismail Haniyah) dengan panggilan akrab, menjelaskan apa saja yang sudah dikerjakan Sahabat Al-Aqsha sejak tahun 2007.</p>
<p>“Rasanya malu, belum berbuat apa-apa tapi diceritakan begitu panjang lebar,” kata Ketua Tim Relawan kita.</p>
<p>Ismail Haniyah menyimak dengan sungguh-sungguh, sambil berkali-kali berkata, “Masya Allah… Terima kasih. Semoga Allah balas kebaikan kalian dan rakyat Indonesia dengan kebaikan yang lebih berlimpah…”</p>
<p>Sesudah tuntas makan siang dan mencicipi <em>Knafeh Arabiy</em>, biasanya orang Palestina menutup undangan makan siang dengan secawan mungil kopi panas tanpa gula. Ismail Haniyah dengan halus menolak. “Maaf ya, saya sudah ditunggu… Jangan marah,” katanya dengan rendah hati kepada tuan rumah yang berusaha membujuk.</p>
<p>Tapi kita semua tahu diri. Pemerintahan Palestina di bawah kepemimpinan PM Ismail Haniyah adalah kepemimpinan darurat yang menghadapi kejahatan zionis dan para pendukungnya yang tak henti-hentinya mengerahkan makar. Sejak tahun 2005 sampai hari ini serangan-serangan militer besar dan kecil silih berganti tak henti-henti.</p>
<p>Sabotase ekonomi yang mematikan ratusan ribu lapangan kerja, penghancuran pabrik-pabrik, teror yang menghancurkan jaringan listrik dan telefon, makar intelijen untuk membunuh para pemimpin, sumber-sumber air minum yang diracuni, bom-bom fosfor yang mengakibatkan kanker, rumah-rumah sakit yang kehabisan obat, petani-petani yang diserang, nelayan-nelayan yang dirampas kapalnya…</p>
<p>Di tengah berbagai kegawatdaruratan itu, Ismail Haniyah bersedia diminta membelokkan mobilnya, hanya untuk makan siang dengan Tim relawan Indonesia yang kerjanya hanya seujung kuku di hadapan Jihad rakyat Palestina!</p>
<p>Jadi kalau PM Ismail Haniyah tidak ikut menyeruput kopi yaaaa….. tahu diri deh.</p>
<p>Salah seorang relawan kita bernama Muhammad, biasanya sangat menikmati hidangan Arab, kali ini terlihat makan hanya sedikit. Ditanya, kenapa Mas makan sedikit? Jawabnya, “<em>Speechless</em>… (Tak bisa berkata apa-apa).”</p>
<p>Semoga Allah selalu melindungi beliau dan seluruh pejuang serta seluruh rakyat Palestina sampai Masjidil Aqsha dan tanah suci Palestina merdeka.</p>
<p><strong>Kejutan Kedua di Gang Sempit</strong></p>
<p>Sehari sesudah makan siang kejutan itu, ada kejutan berikutnya. Tim kita diterima secara resmi di rumah beliau di tengah sebuah kamp pengungsi. Sehabis solat Jum’at di Masjid Al-Gharbiyah di tengah kamp Asy-Syathi’ yang padat lagi-lagi secara mengejutkan PM Ismail Haniyah menjumpai Tim kita. Saat itu para relawan sedang berkenalan dengan sebuah delegasi dari Yordania.</p>
<p>Tiba-tiba perdana menteri yang hafal Al-Quran 30 juz itu datang dan menyalami.</p>
<p>Ketua Tim Amanah Indonesia berjinjit mencium kening Ismail Haniyah. Beliau lalu mengajak dua delegasi itu berjalan menyusuri gang-gang di kamp pengungsian itu… ke rumahnya!</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/PM2.jpg" width="400" height="300" /></p>
<p>Ketua Tim Amanah Indonesia untuk Gaza dan Al-Aqsha (SA2Gaza) mencium kening PM Ismail Haniyah di kamp pengungsi Asy-Syati’. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p>“Sejak kantor perdana menteri dihancurkan rata dengan tanah bulan Nopember lalu, saya terpaksa menerima tamu-tamu di sini,” katanya.</p>
<p>Di ruangan berukuran besar itu terpampang foto para Syuhada utama Palestina, diantaranya Syeikh Ahmad Yasin, Dr. Abdul Aziz Al-Rantissi, dan Insinyur Yahya Ayyasy.</p>
<p>Sesudah menerima sambutan ketua delegasi dari Yordania, ketua Tim kita diminta duduk di sebelah beliau menyampaikan hajatnya.</p>
<p>Ketua Tim Amanah Indonesia menyampaikan salam dari para Ulama, pemimpin, dan jutaan rakyat Indonesia. Salam persaudaraan yang sehangat-hangatnya.</p>
<p>Lalu Ketua Tim kita juga menyampaikan niatan Sahabat Al-Aqsha untuk meningkatkan terus hubungan persaudaraan antara rakyat Indonesia dan saudara-saudaranya di Palestina.</p>
<p>“Ulama, pemimpin, pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, guru, para profesional, pedagang, pegawai negeri, Indonesia dan Palestina harus semakin sering bertukar kunjungan dan pengalaman,” kata Ketua Tim kita kepada PM Ismail Haniyah. “Kita ingin agar Masjidil Aqsha dan seluruh tanah suci Palestina segera merdeka.”</p>
<p>“Namun kami sadar, bantuan yang kami bawa ini sangat sedikit dibandingkan keberkahan Allah atas perjuangan rakyat Palestina yang akan kami bawa pulang ke tanah air. Justeru kami yang harus banyak belajar dari kalian…,” tegas Ketua Tim kita.</p>
<p>“Kami ingin belajar dari kalian bagaimana memperkuat ruh ibadah, ruh Al-Quran, dan ruh jihad supaya bangsa Indonesia semakin baik keadaannya di hadapan Allah. Supaya keberkahan turun dari langit dan muncul dari bumi di tanah air kami, sebagaimana yang telah kalian alami di sini,” kata Ketua Tim kita.</p>
<p>PM Ismail Haniyah menjawab, “<em>Alhamdulillah</em>, delapan hari serangan zionis (Nopember lalu) kepada kami justeru membuat kami semakin kuat. <em>Tawakkal</em> kami kepada Allah justeru mengundang keberkahan yang besar.”</p>
<p>“Musuh ingin menghancurkan kekuatan kami. Tapi karena kami yakin kekuatan kami hanya dari Allah, justeru Allah yang menghancurkan makar mereka. Dan itu semua tidak bisa dilepaskan dari doa-doa kalian di Indonesia,” kata Ismail Haniyah.</p>
<p>Ismail Haniyah menegaskan, “Insya Allah kita akan terus bersama-sama, sampai Masjidil Aqsha, kota Al-Quds, dan seluruh tanah suci Palestina dibebaskan bersama-sama oleh seluruh umat Islam. Kami dan kalian sama-sama di shaf pertama.”</p>
<p>Jemari yang mengetik laporan ini gemetar. Bukan karena tusukan hawa musim dingin. Tapi karena perasaan bergelora yang insya Allah karena cinta berlandaskan iman semata… Semoga Allah terus membimbingnya.* <strong>(Sahabat Al-Aqsha)</strong>
<div class="TweetButton_button" style="float: left; margin-left: 10px;;height:20px;margin-bottom:5px;"><a href="http://twitter.com/share data-url="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=544" data-text="Kejutan Pertama, Makan Siang dengan PM Ismail Haniyah (Catatan dari Palestina)"data-count="none" data-via="sahabatalaqsha" data-hashtags="SA2Gaza" data-lang="en""><img src="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/wp-content/plugins/tweetbutton-for-wordpress/images/tweet.png" style="border:none" /></a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?feed=rss2&#038;p=544</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto-foto: Kak Bimo Membasuh Hati Anak-anak Gaza (Catatan dari Palestina)</title>
		<link>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=522</link>
		<comments>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=522#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2012 22:28:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sahabat Al-Aqsha</dc:creator>
				<category><![CDATA[SA2Gaza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[<strong>JALUR GAZA, Selasa (SahabatAlAqsha.com):</strong> Selama kunjungan di Jalur Gaza Kak Bimo, pendongeng yang dikenal luas oleh anak Indonesia, selalu menenteng ‘senjata’ yang tersimpan di tas punggungnya. ‘Senjata’ itu adalah pengeras suara. Dengan pengeras suara itu Kak Bimo sewaktu-waktu ada kesempatan siap menyampaikan kisah-kisah yang menarik dan menirukan berbagai jenis suara.

Dengan keahliannya ini dengan izin Allah, sengaja diajak Sahabat Al-Aqsha untuk menghibur anak-anak Palestina di Gaza. Ternyata yang menyukai kepandaian Kak Bimo bercerita dan menirukan suara-suara bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun menikmatinya.

Ahid Zino, qari terkemuka dan Imam Masjid Umari di kota Gaza, dan Fauzi Bahrum, jurubicara Hamas, menikmati juga kepiawaian penasehat Persaudaraan Pendongeng Muslim Indonesia ini. Selamat menikmati laporan foto ini.* <strong>(Sahabat Al-Aqsha)</strong>

Catatan: yang berminat meng-<em>copy-paste</em> foto-foto ini mohon berkenan menulis kreditnya untuk Sahabat Al-Aqsha. Terima kasih, semoga amal shalihnya diberkahi Allah.

&#160;

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo12.jpg" width="500" height="333" />

Senyum Kak Bimo meruntuhkan jantung anak-anak Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo22.jpg" width="496" height="241" />

Kalau Kak Bimo sudah begini, anak seaktif apapun langsung termangu. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo9.jpg" width="600" height="372" />

Termasuk si Cantik di baris pertama ini. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo6.jpg" width="600" height="400" />

Pagi itu di Taman Kanak-kanak Bintang Al-Quran Kak Bimo menghapus sedih dan duka 160 anak-anak kita, dengan izin Allah. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo3.jpg" width="600" height="348" />

Mengubah hati yang gundah jadi tawa yang renyah. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo121.jpg" width="600" height="399" />

Membasuh hati-hati yang diteror kejahatan zionis Yahudi. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo10.jpg" width="600" height="244" />

Mengganti wajah murung menjadi ceria bercahaya, dengan izin Allah. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo7.jpg" width="600" height="400" />

Mengokohkan niat para pemberani jadi calon pejuang-pejuang gagah. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo4.jpg" width="600" height="400" />

Meyakinkan para pecinta untuk menebarkan rahmat Allah dari Gaza ke seluruh dunia. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo8.jpg" width="600" height="292" />

Menemani mereka menikmati dunia, sembari menyuburkan kerinduan dahsyat berlipat-lipat untuk menikmati Akhirat. foto: Sahabat Al-Aqsha

<img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo111.jpg" width="500" height="653" />

Terima kasih tulus kami untuk Kak Bimo atas keberanian, kesabaran, jerih payah, kata-kata yang selalu menghibur, persaudaraan yang tulus, pijatan yang enak, meninggalkan keluarga ribuan kilometer dan menantang bahaya-bahaya pengancam nyawa, demi menghibur jiwa-jiwa suci di bumi para Syuhada dan Nabi-nabi. Terima kasih juga untuk keluarga dan para sahabat Kak Bimo yang ridha ditinggalkannya. Terima kasih. Allah yang Membalas. foto: Sahabat Al-Aqsha

&#160;

&#160;

&#160;

&#160;

&#160;

&#160;

&#160;

&#160;

&#160;

&#160;]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JALUR GAZA, Selasa (SahabatAlAqsha.com):</strong> Selama kunjungan di Jalur Gaza Kak Bimo, pendongeng yang dikenal luas oleh anak Indonesia, selalu menenteng ‘senjata’ yang tersimpan di tas punggungnya. ‘Senjata’ itu adalah pengeras suara. Dengan pengeras suara itu Kak Bimo sewaktu-waktu ada kesempatan siap menyampaikan kisah-kisah yang menarik dan menirukan berbagai jenis suara.</p>
<p>Dengan keahliannya ini dengan izin Allah, sengaja diajak Sahabat Al-Aqsha untuk menghibur anak-anak Palestina di Gaza. Ternyata yang menyukai kepandaian Kak Bimo bercerita dan menirukan suara-suara bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun menikmatinya.</p>
<p>Ahid Zino, qari terkemuka dan Imam Masjid Umari di kota Gaza, dan Fauzi Bahrum, jurubicara Hamas, menikmati juga kepiawaian penasehat Persaudaraan Pendongeng Muslim Indonesia ini. Selamat menikmati laporan foto ini.* <strong>(Sahabat Al-Aqsha)</strong></p>
<p>Catatan: yang berminat meng-<em>copy-paste</em> foto-foto ini mohon berkenan menulis kreditnya untuk Sahabat Al-Aqsha. Terima kasih, semoga amal shalihnya diberkahi Allah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo12.jpg" width="500" height="333" /></p>
<p>Senyum Kak Bimo meruntuhkan jantung anak-anak Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo22.jpg" width="496" height="241" /></p>
<p>Kalau Kak Bimo sudah begini, anak seaktif apapun langsung termangu. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo9.jpg" width="600" height="372" /></p>
<p>Termasuk si Cantik di baris pertama ini. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo6.jpg" width="600" height="400" /></p>
<p>Pagi itu di Taman Kanak-kanak Bintang Al-Quran Kak Bimo menghapus sedih dan duka 160 anak-anak kita, dengan izin Allah. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo3.jpg" width="600" height="348" /></p>
<p>Mengubah hati yang gundah jadi tawa yang renyah. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo121.jpg" width="600" height="399" /></p>
<p>Membasuh hati-hati yang diteror kejahatan zionis Yahudi. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo10.jpg" width="600" height="244" /></p>
<p>Mengganti wajah murung menjadi ceria bercahaya, dengan izin Allah. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo7.jpg" width="600" height="400" /></p>
<p>Mengokohkan niat para pemberani jadi calon pejuang-pejuang gagah. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo4.jpg" width="600" height="400" /></p>
<p>Meyakinkan para pecinta untuk menebarkan rahmat Allah dari Gaza ke seluruh dunia. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo8.jpg" width="600" height="292" /></p>
<p>Menemani mereka menikmati dunia, sembari menyuburkan kerinduan dahsyat berlipat-lipat untuk menikmati Akhirat. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p><img alt="" src="http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2012/12/KakBimo111.jpg" width="500" height="653" /></p>
<p>Terima kasih tulus kami untuk Kak Bimo atas keberanian, kesabaran, jerih payah, kata-kata yang selalu menghibur, persaudaraan yang tulus, pijatan yang enak, meninggalkan keluarga ribuan kilometer dan menantang bahaya-bahaya pengancam nyawa, demi menghibur jiwa-jiwa suci di bumi para Syuhada dan Nabi-nabi. Terima kasih juga untuk keluarga dan para sahabat Kak Bimo yang ridha ditinggalkannya. Terima kasih. Allah yang Membalas. foto: Sahabat Al-Aqsha</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;
<div class="TweetButton_button" style="float: left; margin-left: 10px;;height:20px;margin-bottom:5px;"><a href="http://twitter.com/share data-url="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?p=522" data-text="Foto-foto: Kak Bimo Membasuh Hati Anak-anak Gaza (Catatan dari Palestina)"data-count="none" data-via="sahabatalaqsha" data-hashtags="SA2Gaza" data-lang="en""><img src="http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/wp-content/plugins/tweetbutton-for-wordpress/images/tweet.png" style="border:none" /></a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatalaqsha.com/sa2gaza/?feed=rss2&#038;p=522</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
