LAPORAN KHUSUS: ‘Suriah Kecil’ di Istanbul, ‘Rumah’ Bagi Setengah Juta Muhajirin Suriah

18 February 2018, 21:41.
Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Tujuh tahun lalu merupakan awal terjadinya krisis kemanusiaan di Suriah. Presiden Bashar al-Assad yang ingin terus mempertahankan kekuasaannya membantai ratusan ribu rakyatnya sendiri yang menginginkan reformasi. Sejak saat itu gelombang pengungsian warga Suriah ke negara-negara tetangga tak terbendung, tak terkecuali Turki. Saat ini Turki merupakan negara yang paling banyak menampung Muhajirin Suriah.

Data analisis dari Direktorat Manajemen Migrasi Kementerian Dalam Negeri Turki menunjukkan, sekitar 538.000 Muhajirin Suriah tinggal di Istanbul, kota metropolis dengan populasi hampir 15 juta orang. Kota terbesar di Turki itu menjadi tuan rumah Muhajirin Suriah –yang melarikan diri dari perang sipil yang membinasakan selama tujuh tahun– dengan jumlah terbesar di negara tersebut menurut otoritas migrasi Turki.

Menurut Direktorat Manajemen Migrasi, Turki mengurus sekitar 3,42 juta Muhajirin Suriah – jumlah terbesar di dunia. Sekitar 1,85 juta dari mereka adalah pria dan 1,57 juta wanita. Sekitar 2,46 juta dari Muhajirin Suriah berusia di bawah 29 tahun dan ada lebih dari 515.000 anak-anak usia empat tahun ke bawah. Muhajirin Suriah mencapai 3,63 persen dari keseluruhan populasi di Istanbul.

Little Syria

Salah satu kawasan di Turki yang dipenuhi Muhajirin Suriah adalah Fatih di Istanbul. Ratusan ribu warga Suriah tinggal, bekerja, makan, berjualan, belajar, dan bersosialisasi di kawasan ini. Di daerah kota tua Istanbul yang kelas menengah ini bahasa Arab mendominasi percakapan di jalan, dan biasanya tulisan Arab terlihat di jendela-jendela dan papan-papan nama toko. Iklan-iklan berbahasa Arab untuk apartemen juga bertebaran guna menarik minat Muhajirin Suriah yang mencari tempat tinggal.

Restoran dan toko yang menjual makanan khas atau manisan Damaskus, serta kota lain di Suriah juga bertebaran di sini. Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi, toko baju wanita juga mempekerjakan staf Suriah untuk melayani pelanggan atau turis yang berbahasa Arab. Tak bisa dinafikan, Muhajirin Suriah memiliki potensi ekonomi bagi warga Turki.

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Pasar utama di Fatih, Malta, yang terletak di dekat Masjid Al-Fatih kini orang menyebutnya sebagai pasar Suriah. Dengan kata lain, Muhajirin Suriah telah memperkaya kuliner, budaya, dan atmosfer bisnis Turki di Istanbul. Kawasan Fatih kini terkenal sebagai salah satu dari “Suriah Kecil” yang tumbuh di kota-kota Turki di seluruh negeri.

Konon Muhajirin Suriah terpikat pada daerah Fatih di Istanbul karena terasa agak seperti di “rumah”. Orang Suriah menyukai daerah ini karena agak mirip dengan budaya Suriah. Kebanyakan penduduk di sana adalah Muslimin Sunni. Umumnya Muslimah menutup aurat mereka dengan jilbab. Berbeda dengan kawasan Turki lainnya.

Meskipun Suriah Kecil ini menyajikan masyarakat paguyuban dimana Muhajirin memahami bahasa, menikmati makanan, dan berbagi budaya yang hampir sama, kehidupan di sini tetap saja sulit.

Beberapa orang yang Sahabat Al-Aqsha wawancarai menyatakan sangat sulit mencari pekerjaan di Turki. Warga Turki juga mengambil keuntungan dari Muhajirin yang sangat membutuhkan pekerjaan. Kenyataannya, banyak dari mereka yang tidak memiliki izin kerja dan tentu saja sulit membawa kasusnya ke pengadilan Turki jika majikan membayar mereka kurang dari upah minimum. Banyak dari Muhajirin Suriah bekerja secara ilegal dan digaji rendah.

Kabarnya ketika warga Turki mempekerjakan warga Suriah, mereka membayar setengah dari yang biasa didapatkan warga Turki, dan kemudian memecat mereka sehingga bisa mendapatkan warga Suriah baru yang bisa mereka bayar lebih rendah. Namun, tentu saja tidak semua kasus seperti itu.

Gaji rata-rata yang diterima pekerja Suriah adalah 800 Turki lira per bulan atau sekitar $266, jauh dari upah minimum warga Turki yang sekitar 1600 lira atau sekitar $532.

Berjualan Tisu, Kaus Kaki Hingga Mengemis

Kalau Anda berjalan-jalan di tempat ramai pengunjung di area Fatih, seperti pasar atau masjid, Anda akan mudah menemui warga Suriah di sana. Di masjid, Anda akan melihat banyak dari anak-anak Suriah menjajakan tisu seharga 1 lira, kaus kaki tiga pasang seharga 5 lira, atau topi rajut khas musim dingin. Atau, bisa juga Anda menyaksikan mereka mengemis di halaman masjid.

Di sepanjang jalan, di depan toko, sekitar masjid, hotel, restoran, pemukiman, Anda akan menemukan Muhajirin Suriah yang mencari nafkah dengan menjajakan tisu, makanan, kaus kaki, taplak meja, handuk dan sebagainya, atau memungut sampah dengan gerobak. Sulitnya mencari pekerjaan memang membuat Muhajirin Suriah rela bekerja apa saja demi menafkahi keluarga. Abu Muhammad, misalnya, selain berjualan kaus kaki dan tasbih di halaman masjid, ia juga bekerja serabutan untuk menafkahi kelima anaknya: Batul (16), Lana (13), Anas (7), Jumman (5), dan Murcan (1,7 tahun). Putri bungsu Abu Muhammad, Murcan, lahir di Turki.

Selain bekerja, ada pula yang memilih mengemis. Umumnya adalah anak-anak dan para lansia. Seperti halnya anak-anak di mana pun di dunia ini yang hidup di jalanan apalagi mereka adalah korban perang, anak-anak Suriah ini juga mendapat stigma. Kehadirannya juga dianggap meresahkan.

Ini Sahabat Al-Aqsha rasakan ketika mengajak enam anak jalanan yang biasa mengemis makan di sebuah restoran. Ketika mereka masuk, si pemilik restoran langsung bermuka masam dan hendak mengusir mereka sampai melihat kami yang berjalan di belakang anak-anak itu. Bisa dipahami mereka bereaksi seperti itu karena kurangnya pendidikan membuat anak-anak itu sulit diatur. Bahkan meminta mereka untuk duduk dengan sopan dan tidak mengganggu pelanggan lain, serta makan dengan tangan kanan saja butuh diulang berkali-kali. Meski begitu, kami temui pula pemilik restoran yang tampaknya memahami kondisi mereka, bahkan memberi kami diskon dan minuman gratis karena tahu mereka adalah anak-anak Suriah.* (Sahabat Al-Aqsha)

INFAQ SURIAH:

Bank Syariah Mandiri

No. Rek 77 55 12345 7

an. Sahabat Al-Aqsha Yayasan

BNI SYARIAH

No. Rek 77 55 12345 6

an. Sahabat Al-Aqsha Yayasan (Suriah)

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina - Laporan Khusus 2017 Februari - Suriah

« LAPORAN KHUSUS: Lana dan Batul Berjuang Memeluk Al-Quran di Istanbul
LAPORAN KHUSUS: Anak Suriah di Jalan-jalan Istanbul »