Mahkamah Agung India Tolak Permohonan untuk Hentikan Deportasi Muhajirin Rohingya

11 April 2021, 19:00.
Seorang tentara India berdiri di kamp muhajirin Rohingya di pinggiran Jammu, India, pada 7 Maret 2021. Foto: CNN

Seorang tentara India berdiri di kamp muhajirin Rohingya di pinggiran Jammu, India, pada 7 Maret 2021. Foto: CNN

INDIA (CNN) – Mahkamah Agung India, Kamis (8/4/2021), menolak permohonan untuk mencegah rezim India mendeportasi sekira 150 Muhajirin Rohingya yang ditahan polisi bulan lalu.

Putusan ini semakin membuka jalan bagi para muhajirin Rohingya di India untuk dipulangkan ke Myanmar, yang saat ini ratusan warganya telah tewas dibunuh pascakudeta militer.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi berulang kali mencoba untuk mengirim kembali warga Rohingya.

Padahal mereka datang ke India demi mencari perlindungan dari penindasan dan genosida Myanmar yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Dua muhajirin Rohingya mengajukan petisi kepada Mahkamah Agung India untuk pembebasan ratusan saudara sebangsanya yang ditahan di Jammu bulan lalu, sekaligus mencegah pemerintah mendeportasi mereka.

Mereka beralasan, para muhajirin Rohingya tersebut ditahan tanpa dasar hukum dan konstitusi India juga melarang pengusiran para pencari suaka ke negara yang kemungkinan akan kembali menyiksa mereka.

Namun, Ketua Mahkamah Agung Sharad Arvind Bobde mengatakan deportasi dapat dilanjutkan selama para pejabat mengikuti proses yang semestinya.

“Tidak mungkin mengabulkan hal-hal yang dimohonkan tersebut,” kata hakim dalam putusannya, dilansir kantor berita Reuters, Jum’at (9/4/2021).

“Mengenai konflik yang diajukan para pemohon tentang keadaan Myanmar terkini, kami harus menyatakan bahwa kami tidak dapat berkomentar atas sesuatu yang sedang terjadi di negara lain,” tambahnya.

Ratusan orang telah tewas di Myanmar sejak militer merebut kekuasaan dalam kudeta 1 Februari.

Putusan Mahkamah Agung India tersebut memicu kepanikan di kalangan muhajirin Rohingya di India, sebut seorang pemimpin komunitas Rohingya di New Delhi yang menolak disebutkan namanya.

“Ini adalah putusan menakutkan yang dibuat oleh pengadilan tertinggi di India,” ujarnya.

“Mengingat situasi mengerikan di Myanmar, saya benar-benar berharap hakim akan mengambil keputusan yang bisa menolong kami,” imbuhnya.

Rezim Modi menuding bahwa Muhajirin Rohingya berada di negara itu “secara ilegal dan menjadi ancaman keamanan”.

Menurut tokoh masyarakat, setidaknya belasan warga Rohingya telah dideportasi sejak 2017. (CNN)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bulan Mulia Tiba, Perkokoh Silaturrahim Ramadhan Masyarakat Beriman Sedunia (SIRAMAN MANIS)
Warga Gaza yang Terkepung Selama 14 Tahun Terkungkung Kemiskinan Akut, Qatar Salurkan Bantuan untuk 100.000 Keluarga »