Penggusuran Massal Kian Dekat, Penduduk Syaikh Jarrah Berharap Dukungan Melawan Kezhaliman

1 May 2021, 10:51.
Foto: Safa.news

Foto: Safa.news

BAITUL MAQDIS (Safa.news) – “Al-Kurd, Al-Qasim, Al-Jauni, dan Iskafi” adalah empat keluarga besar di Baitul Maqdis yang hari-hari ini tengah menjalani hidup dalam keadaan penuh ketakutan dan kecemasan di kawasan Syaikh Jarrah di Baitul Maqdis terjajah.

Tenggat zhalim yang ditetapkan penjajah zionis – yang berencana menggusur dan mengusir mereka – semakin dekat. Mereka akan diusir secara paksa dari rumah mereka pada tanggal 2 Mei besok, demi kepentingan para pemukim ilegal Yahudi.

Meskipun keluarga-keluarga Baitul Maqdis ini takut akan “pengusiran dalam waktu dekat”, mereka bertekad untuk tidak menyerahkan rumah mereka kepada pemukim ilegal Yahudi.

Apa pun risikonya, mereka akan mempertahankan tanah leluhur dan orangtua mereka, yang telah tinggal di sana sejak 1956, dan akan bertahan untuk saat-saat terakhir.

Sejak 1972, warga Syaikh Jarrah telah digempur rencana penjajah zionis untuk menggusur mereka dan membangun permukiman ilegal di atas puing-puing rumah mereka.

Penjajah zionis mengklaim bahwa tanah tempat rumah keluarga-keluarga Baitul Maqdis dibangun oleh pemerintah Yordania sebelumnya dan disewakan kepada keluarga Yahudi.

Keluarga-keluarga yang sedang menghadapi ancaman penggusuran itu harus tetap tabah dan bersabar dalam memperjuangkan hak-hak atas tanah dan tempat tinggal yang mereka peroleh berdasarkan kesepakatan tahun 1956 antara pemerintah Yordania dengan UNRWA melalui jalur hukum.

Baru-baru ini, “pengadilan pusat” penjajah zionis menolak banding yang diajukan oleh tim kuasa hukum keluarga-keluarga Syaikh Jarrah.

“Pengadilan” penjajah memberikan waktu kepada keluarga “Al-Kurd, Al-Qasim, Al-Jauni, dan Iskafi” –yang berjumlah tujuh orang dan terdiri dari 30 orang, termasuk 10 anak– waktu untuk mengungsi hingga awal Mei mendatang.

Sementara untuk keluarga Al-Daoudi, Al-Dajani, dan Hammad, yang berjumlah 7 keluarga dengan total 25 anggota keluarga termasuk 8 anak, diberikan waktu hingga awal Agustus.

Ada sekira 500 penduduk Kota Baitul Maqdis yang tinggal di 28 rumah di kawasan Syaikh Jarrah yang terancam diusir secara paksa oleh lembaga-lembaga pengelola permukiman ilegal yang selama bertahun-tahun berkolusi dengan “pengadilan” penjajah.

“Pengadilan” negara palsu baru-baru ini mengeluarkan keputusan zhalim terhadap tujuh keluarga yang disebutkan di atas, dengan menutup mata dari fakta bahwa penduduk kawasan adalah pemilik sah dari tanah tersebut.

Sementara itu, lembaga-lembaga pengelola permukiman ilegal mengklaim bahwa mereka “memiliki hak atas tanah yang kini dibangun di atasnya rumah-rumah keluarga Palestina, sebelum 1948,” sebuah klaim yang dibantah dengan tegas oleh penduduk kawasan Syaikh Jarrah.

Cemas dan Takut

Salah seorang aktivis dari Baitul Maqdis, Saleh Diab –salah satu pemilik rumah yang terancam penggusuran– mengatakan kepada kantor berita Safa.news bahwa keluarga di kawasan itu hidup dalam kecemasan yang parah dan situasi yang buruk dengan mendekati berakhirnya tenggat waktu penggusuran yang ditetapkan oleh “pengadilan” penjajah pada 2 Mei. Mereka sedang menunggu tanggapan “pengadilan” atas kasus tersebut.

Saleh mengatakan, “Serangan penjajah zionis yang dilancarkan terhadap kawasan itu semakin meningkat secara drastis, terlebih setelah adanya kunjungan salah seorang menteri negara palsu ke kawasan itu. Yakni, untuk menunjukkan solidaritas dan dukungan kepada para pemukim ilegal Yahudi yang telah merampas salah satu rumah di daerah itu, karena mereka tidak hanya ingin merampas 28 rumah, melainkan seluruh kawasan Baitul Maqdis”.

“Keputusan untuk mengusir kami dari rumah-rumah kami tidak adil dan sewenang-wenang. Ini adalah tanah kami selama beberapa dekade, dan menurut kesepakatan antara UNRWA dan pemerintah Yordania. Kami tidak mengakui keberadaan properti apa pun bagi para pemukim ilegal Yahudi di dalamnya,” lanjut Saleh Diab.

Dia menjelaskan bahwa rencana awal penggusuran akan dimulai dari kawasan Syaikh Jarrah hingga ke kawasan Al-Bustan demi berdirinya permukiman ilegal yang mereka sebut “Telaga Suci”, serta untuk mengepung kota Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha Al-Mubarak dengan permukiman ilegal Yahudi.

“Selama 50 tahun, kami telah menuntut ‘pengadilan’ penjajah untuk membuktikan kepemilikan tanah para pemukim ilegal Yahudi, namun tidak berhasil,” kata Diab.

“Ini adalah kebijakan rasis yang didasarkan pada pemalsuan dokumen identitas Palestina untuk membuktikan bahwa keluarga Yahudi berhak atas kehadiran mereka di Kota Suci Baitul Maqdis”.

Pada 2 Mei, “pengadilan pusat” penjajah di sebelah barat kota Baitul Maqdis akan mengadakan sidang untuk mempertimbangkan keputusan mengusir empat keluarga dari rumah mereka di kawasan tersebut.

Diab berkata, “Kami tidak menaruh harap pada penjajah dan ‘pengadilannya’, yang merupakan bagian integral dari sistem peradilan apartheid zionis, yang atas nama hukum zionis mulai merampas dan menghancurkan rumah dan tanah penduduk Palestina di Baitul Maqdis”.

Diab menambahkan, “Apa yang kami harapkan adalah para pemuda Baitul Maqdis yang datang untuk menghadapi rencana-rencana jahat penjajah zionis di Gerbang Al-‘Amud, Gerbang Al-Asbat, Gerbang Ar-Rahmah, dan lainnya.”

Seruan untuk Solidaritas

Hari ini, keluarga-keluarga Baitul Maqdis berusaha untuk meminta pertanggungjawaban penjajah di hadapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC), menurut aktivis dari Baitul Maqdis tersebut.

“Kami telah mengajukan permintaan ke ICC melalui 191 organisasi HAM internasional untuk menyelidiki agenda pengusiran paksa yang akan segera terjadi di kawasan Syaikh Jarrah. Karena itu adalah kejahatan tidak manusiawi yang menargetkan seluruh kawasan Baitul Maqdis”.

Ini menegaskan kelanjutan dari aktivitas pekanan dan aksi unjuk rasa di Syaikh Jarrah, sebagai protes terhadap agenda penggusuran dan penghancuran rumah, serta pendirian permukiman ilegal Yahudi di kawasan tersebut.

Saleh Diab menyerukan kepada pemerintah Yordania dan PBB untuk memberikan tekanan serius kepada rezim penjajah zionis untuk menghentikan pembersihan etnis penduduk Syaikh Jarrah.

Juga kepada Uni Eropa agar menunjukkan keseriusannya dalam menepati janji kepada penduduk Syaikh Jarrah yang mereka sampaikan saat mereka mengunjungi kawasan tersebut.

Ini semua dilakukan untuk menekan penjajah agar menghentikan proses penggusuran dan pengusiran penduduk Syaikh Jarrah.

Para aktivis di Baitul Maqdis menyerukan untuk memberikan dukungan kepada keluarga-keluarga Baitul Maqdis di Syaikh Jarrah, yang terancam akan digusur dan diusir paksa.

Mereka menyerukan perlunya berpartisipasi dalam shalat isya dan tarawih di kawasan Syaikh Jarrah, untuk mendukung ketabahan penduduknya serta sebagai bentuk solidaritas dengan mereka.

Keluarga Syaikh Jarrah mengimbau media dan pemuda Baitul Maqdis untuk terus membela dan melindungi kawasan mereka, serta membungkam para pemukim ilegal Yahudi. (Safa.news)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Abaikan Fakta, Rezim Mesir Eksekusi Mati 17 Tawanan; Termasuk Guru Al-Qur’an Berusia 80 Tahun
VIDEO – Puluhan Ribu Orang Berdesakan di Acara Ritual Yahudi, Puluhan Orang Tewas »