Banjir Bandang Melanda Yaman, Keluarga Muhajirin Paling Terdampak

7 May 2021, 19:11.
Sanaa, Yaman pada 7 Agustus 2020. Foto: Mohammed Hamoud/Anadolu Agency

Sanaa, Yaman pada 7 Agustus 2020. Foto: Mohammed Hamoud/Anadolu Agency

YAMAN (Middle East Monitor) – Banjir bandang di Yaman, yang disebabkan oleh hujan lebat, telah menewaskan beberapa orang dan menyebabkan kerusakan luas pada rumah dan bangunan di kota bersejarah Tarim, di Provinsi Hadhramaut.

Banjir yang dimulai pada pertengahan bulan lalu meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan setidaknya lima kematian dilaporkan pada hari Ahad (2/5/2021).

Menurut kantor berita Arab News, sebuah keluarga, yang beranggotakan tiga orang, tewas setelah sebuah rumah runtuh akibat arus deras.

Menurut pengakuan seorang warga, bahkan mereka belum pernah melihat banjir besar selama tiga dekade terakhir.

Ribuan keluarga, selain terdampak perang dan pandemi virus corona, juga terkena dampak langsung banjir tersebut.

Badan kemanusiaan PBB, OCHA menyebutkan pada hari Selasa melalui sebuah laporan awal, bahwa sekira 3.730 keluarga (22.380 orang) telah terkena dampak hujan dan banjir.

Sebagian besar mereka yang menjadi korban adalah para pengungsi internal akibat konflik bersenjata dan pelanggaran HAM.

Curah hujan yang meningkat selama beberapa hari terakhir menyebabkan kerusakan infrastruktur, menghancurkan rumah-rumah, tempat penampungan serta menyebabkan kematian dan cedera.

Banjir juga menyebabkan kerusakan parah di Provinsi Aden, Abyan, Daleh Lahj, Marib, dan Taiz.

Kementrian Kebudayaan, yang dipimpin milisi syiah Houthi yang berbasis di ibu kota Sanaa telah meminta UNESCO untuk campur tangan dalam menyelamatkan kota bersejarah itu.

Perdana Menteri Pemerintah Yaman yang berbasis di Saudi, Maeen Abdulmalik Saeed, telah mengalokasikan $7,9 juta untuk menanggulangi kerusakan yang ditimbulkan. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Ada Apa dengan Syaikh Jarrah? Menguak Jejak Panjang Kezhaliman Penjajah Zionis
Serdadu Zionis Serang Jama’ah Shalat Tarawih Masjidil Aqsha, Lebih dari 50 Orang Terluka »